header-photo

Naskah Sumpah Pemuda 'Romantika Idealisme CINTA Pemuda-Pemudi Indonesia'

Kategori: Life is Art
Diposting oleh ye2ye2 pada Selasa, 17 Januari 2012



Aku Bersenjata Bahasa

Mungkin ada diantara kita yang belum sempat tahu sisi lain dari kesuksesan penjajahan Belanda di Negara kita dahulu. Belanda tidak mengandalkan senjata sebagai alat utama untuk menguasai Indonesia tapi sesungguhnya "BAHASA" lah yang menjadi senjata andalan mereka dalam mempertahankan cengkraman kuku-kuku penjajahan. Belanda mempelajari struktur ikatan-ikatan kontrak suksesi, Belanda mempelajari sastra-sastra yang berkembang di seluruh Nusantara ia mempelajari sejarahnya dengan begitu ia masuk ke dalam definisi alam sadar manusia Indonesia dan menguasainya secara absolut selama ratusan tahun.



Artikel berjudul Kami Dari Semua : 'Romantika Idealisme CINTA Pemuda-Pemudi Indonesia' ditulis sebagai pengingat ( khususnya bagi saya ) betapa "Bahasa" yang 'Indah, Santun, Cerdas & Jujur' mampu melahirkan Prestasi Agung yang akan dicatat dengan tinta emas sejarah dan untuk seterusnya selalu mampu menjadi Belaian Lembut yang memotivasi langkah-langkah setiap Insan yang erat memegang amanah dalam cinta untuk Bangsanya SEKALIGUS menjadi Cambukan Keras yang mengangakan luka perih didalam Hati yang (di)tersembunyi(kan) oleh orang-orang yang menghianati Bangsanya.



Apa yang dilakukan Belanda merupakan sebuah fase pertama dalam membangun kekuasaan. Sebuah hukum Revolusi Tingkat Pertama yaitu : "Kuasai Bahasanya, sebelum menguasai orangnya". Karena dengan bahasa alam pikir bisa terbentuk dan tindakan-tindakan bisa diarahkan. Inilah sebabnya kenapa intelektual-intelektual kita tidak pernah menggunakan bahasa Jawa atau bahasa lokal sebagai alat penggerak tapi menggunakan hukum-hukum grammar Belanda yang kemudian mengejewantah dalam bahasa Indonesia. Grammar Belanda inilah yang digunakan Sukarno untuk menciptakan peluru revolusinya : Pidato-Pidato.



Tanpa bermaksud untuk mengukur atau membuat perbandingan antara mereka-mereka yang pernah menjadi pemimpin utama di negeri ini tapi sebatas membuat sebuah hubungan antara mereka yang pernah menjabat sebagi Presiden Republik Indonesia dengan kekuatan bahasa yang mampu menjaga kelanggengan sebuah kekuasaan. Sepertinya baru ada dua orang yang 'PALING' berhasil membangun kekuasaannya melebihi umur kekuasaannya sendiri : Pertama Presidan Sukarno dan kedua, Presiden Suharto.

Kedua-duanya bermain dalam wilayah bahasa, [ *Secara umum dalam pemerintahan ] Bung Karno membangun bahasa optimisme, bahasa penuh mimpi, bahasa yang menggelegar tapi juga punya isi, bahasa yang membuat orang berani menggadaikan nyawanya : Bahasa Sukarno adalah bahasa Motivasi, ia tumbuh dalam diri manusia, ia bisikan hati nurani yang membangkitkan emosi untuk bergerak.

[ *Secara umum dalam pemerintahan ] Sementara Suharto : Beliau cenderung menciptakan bahasa dari arah luar diri manusia dan menyerang manusia lalu membangkitkan ketakutan manusia untuk kritis. Bahasa Suharto seperti : Hantu PKI, Tapol, Gerakan Pengacau Keamanan, Organisasi Tanpa Bentuk, Penyesuaian Harga, dan segala macam bentuk redaksional Orde Baru menjadi bentuk penciptaan hipnotis yang menggiring manusia Indonesia ke alam bawah sadarnya agar menuruti apa keinginan Orde Baru.

Bahasa Sukarno hidup di kalangan anak-anak muda ia menjadi ikon perlawanan, setiap bentuk perubahan selalu menoleh kepada bahasa-bahasa Sukarno, sementara Suharto membentuk ikon kemapanan dan pembenaran untuk hidup mewah tanpa harus peduli dari mana semua itu didapatkan. Tapi yang jelas produksi bahasa kedua-dua nya mampu menjelaskan bahwa untuk membangun kekuasaan yang langgeng tidaklah cukup hanya menang Pemilu, berhasil membangun ketahanan logistik dan segala macam rupa indeks ukuran-ukuran model BPS, tapi : Kuasai Bahasanya Dulu.

Bahasa Sukarno dan Suharto yang seolah Hidup mampu menjadi Sungai yang mengalirkan kreasi-kreasi meski kadang terpaksa lahir dan berkembang dengan sembunyi-sembunyi :). Di jaman mereka berdua lahir sastra-sastra yang mumpuni, lahir kebudayaan raksasa. Tapi setelah masa kedua orang ini, yang muncul adalah kedangkalan, kita dibuat bingung dengan sebuah masa yang kerap masa disebut : "Masa Jeda Yang Terlalu Lama" Pertanyaannya : Apakah masa Reformasi ini bisa disebut mirip dengan masa Republik Weimar di Jerman yang membuka jalan bagi kediktatoran Fasisme? atau hanya sebuah masa yang membingungkan saja?

Dalam banyak hal Bahasa telah membuktikan keunggulannya dalam menghasilkan Kejayaan, Kejayaan yang bahkan seringkali jauh lebih besar dari sebuah hasil Peperangan sekalipun. Ruang bahasa itulah yang harus direbut oleh generasi muda sebelum direbut oleh kelompok-kelompok yang tidak Cinta kepada Indonesia namun mereka sadar bahwa bahasa menjadi alat paling murah untuk merebut kekuasaan.



~~~0O0~~~



Harusnya Kita Iri Pada [ sumbangsih ] Mereka [ Pemuda-Pemuda Pejuang Lahirnya Sumpah Pemuda ]

Di pertengahan tahun 1927, suatu saat Sugondo Djojopuspito, Maruto dan Pandu Kartawiguna datang ke kamarnya Mohammad Yamin, mahasiswa RHS (Sekolah Tinggi Hukum), disana Yamin bercerita bahwa ia baru saja bertemu Bung Karno, yang sering diledek pelajar-pelajar Jakarta saat itu sebagai "Bapak Persatuan Dari Bandung". Yamin dengan nada gagah berkata "Bung Karno hanya minta kita bersatu, itu...bagaimana menurut kalian?" Sugondo dengan gayanya yang lembut membalas "Buat saja satu kongres yang menyatakan pemuda bisa bersatu, biar Bung Karno senang" obrolan ini sebenarnya adalah pembuka dari rangkaian kongres yang kelak terjadi, namun jiwa dari obrolan ini sesungguhnya terletak pada ucapan Sjahrir. Saat itu Sjahrir (-kelak jadi Perdana Menteri RI pertama-) masih duduk di AMS (sekarang setingkat SMA). Dia ini pelajar yang badung dan sudah diincar Intel Polisi Belanda, PID. Anak SMA ini sering membuat uraian tentang tulisan-tulisan politis di majalah dinding. Ia menulis revolusi Rusia, ia juga menulis ajakan menentang politik kolonial dan ia cantumkan di majalah dinding, pernah satu saat Sjahrir akan menempelkan tulisan di majalah dinding, Intel Polisi mengejar-ngejar Sjahrir sampai anak itu harus meloncat pagar. Beberapa hari kemudian majalah dinding di AMS Bandung dijaga polisi agar jangan sampai tulisan Sjahrir terpampang disana.

Sjahrir anak muda yang terlalu pintar, ia disenangi oleh mahasiswa-mahasiswa Jakarta yang kerap mengunjungi rumah Bung Karno. Biasanya setelah mengunjungi rumah Bung Karno di Ciateul anak-anak mahasiswa itu nongkrong di Braga disana Sjahrir dengan celana pendeknya menjadi orang yang paling disenangi untuk bicara. Sjahrir ini bukanlah seperti Bung Karno yang selalu menyenangkan lawan bicara, ia memiliki karakter judes dan ceplas ceplos bila bicara tapi Sjahrir sangat cepat dalam mendalami pemaknaan berpikir. Sjahrir yang anak SMA itu berkata "Kalian bicara persatuan, tapi tanpa suatu tindakan penjiwaan terhadap persatuan itu mana bisa?, persatuan itu bukan sekadar konsep untuk menyatukan sebuah perjuangan, tapi ia sebuah gagasan baru, sebuah jaman baru dan lebih besar lagi 'persatuan' itu adalah sebuah peradaban baru. Bisa nggak kalian bikin sebuah peradaban baru bernama Indonesia, sebuah peradaban yang bisa saja seagung 'peradaban yunani', 'peradaban romawi' atau 'peradaban eropa barat' itulah tujuan dari persatuan" kata Sjahrir sambil nyeruput sirop di pinggir jalan Braga.

Omongan Sjahrir inilah yang kena banget di hati Sugondo Djojopuspito, yang perlu mendapatkan perhatian adalah Sugondo ini, dialah pusar segala gerakan sumpah pemuda itu, ia yang mengatur agar PID tidak mengobrak abrik tempat berlangsung sumpah, ia mengakali kepala polisi bahwa kegiatan sumpah pemuda itu sebagai kegiatan debat biasa, dan ia juga mengakali para mahasiswa RHS dan siswa AMS untuk jangan berdebat karena ada kepala polisi, hal ini mempermudah terhadap jalannya kongres, karena kongres sering berlarut-larut karena perdebatan tiada henti. Saat itu terkumpullah 71 pengikrar sumpah pemuda yang diadakan di asrama milik Sie Kok Liong, Cina Semarang yang menjadi pengusaha properti di Jakarta. Sumpah pemuda ditutup oleh permainan biola WR Supratman, yang oleh intel PID dicatat sebagai "Permainan biola kelas jalanan, dan tidak memiliki mutu musik seperti orang Belanda".

Tapi toh kongres berjalan, Sjahrir tidak ikut karena harus ujian sekolah. Bung Karno mungkin tidak hadir karena menganggap itu kegiatan yunior-yuniornya. Bung Karno sudah di dalam lingkaran pemain-pemain pergerakan senior macam HOS Tjokro, Cipto Mangunkusumo, Sam Ratulangie dan Husni Thamrin. Tapi kemudian Bung Karno melonjak gembira saat ia dikabari Yamin bahwa sebuah kongres sudah berlangsung di Jakarta dan menjadi akar dari gerakan-gerakan pemuda selanjutnya. Dan memang anak-anak muda yang ikut dalam kegiatan sumpah pemuda itu banyak yang menjadi pemain politik pada masa revolusi. Yamin ikut Tan Malaka dan tergila-gila dengan kebudayaan Jawa. Sugondo agak tenggelam namanya karena kurang radikal, Maruto menjadi pemimpin banyak pemuda berwatak keras dan menguasai pertempuran-pertempuran di banyak kota di Jawa. Kaum muda menjadi pelopor sejarah.



~~~0O0~~~



Lalu... Lahirlah Sumpah Pemuda Sebagai Buah Cinta Mereka!



Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa satu, bangsa Indonesia

Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah satu, tanah air Indonesia.

Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia

Lahir sebagai Putusan Kongres Pemuda ke-2 pada 28 Oktober 1928, dapat dikatakan Sumpah Pemuda tidak mempunyai naskah otentik. Yang ada adalah naskah otentik Poetoesan Congres Pemoeda-Pemoeda Indonesia. Putusan kongres itulah yang mengalami rekonstruksi simbolik menjadi Sumpah Pemuda.

Pada Kongres Pemuda 28 Oktober 1928 itu pulalah diperdengarkan untuk pertama kalinya Lagu Indonesia Raya setelah WR Supratman memberanikan diri menggesekkan biolanya untuk mengiringi sekumpulan paduan suara yang bersemangat.

Sangat terasa dalam hati bahwa putusan kongres yang akhirnya mengalami rekonstruksi simbol itu dimaksudkan untuk memotivasi, meningkatkan rasa memiliki, meningkatkan rasa kebangsaan. Namun, terasa juga bahwa semakin lama Sumpah Pemuda diperlakukan tak ubahnya sebagai simbol semata. Ketika globalissi merajalela, tak sadar, kita menyerahkan sesuatu milik kita dan kembali mengalami penjajahan dengan gaya yang berbeda.

Indonesia (masih) belum Merdeka???…



~~~0O0~~~



Renungan Sumpah Pemuda di Kekinian Kita :

1928 di Indonesia kini ... segelintir pemuda pemudi berjumpa di sebuah suasana yang nyaman dan santai. Ujung hari adalah tempat yang cocok buat siapa saja untuk bersantai. segelintir pemuda pemudi itu bukan untuk bersumpah serapah, walau hari ini adalah hari sumpah pemuda.....hehehe apa hubungannya?

kami membayangkan dibulan oktober 1928 serta bulan-bulan dan tahun-tahun sebelumnya di Indonesia ( mungkin baru Embrio Indonesia ya :) ), pemuda pemudi di penjuru nusantara bersedia mencurahkan waktu dan energi untuk melahirkan sebuah Alat PEmersatu Bangasa. Hingga puncaknya mereka berkumpul disuatu tempat, dengan sepenuh hati menggagas sumpah atas sesuatu yang tidak ada. Kata teman yang dari psikolog, ini disebut sebagai gejala waham atau delusi he he he

bayangkan ... tahun segitu mana ada yang namanya Indonesia ... Indonesia ada dan diakui dunia baru pada tahun 1945. tetapi entah kegilaan apa yang membuat perjumpaan itu menghasilkan sebuah sumpah yang terus melegenda hampir seratus tahun kemudian ... Terima Kasih Pemuda 1928 dan sebelumnya juga setelahnya :)
 


~~~0O0~~~



Berikut adalah puisi pemuda dan pemudi,

PUISI PEMUDA-PEMUDI : Dari dan Untuk Pemuda-Pemudi :)

Anak Muda,

Rambutmu kini menjadi merah

Entahlah, kau cat dengan uang dari orang tuamu

ataukah sekedar ikut-ikutan teman

Anak Muda,

Ada besi melingkar menembus telingamu

Tak hanya kaum hawa

Engkau pun sekarang memakainya

Bukan semakin keren

Tapi semakin membuatmu wanita

Anak Muda,

Pakaianmu yang rapi sewaktu SMA

Telah berubah saat jadi mahasiswa

Sobek sana, sobek sini

Bukan karena usang, tapi memang kau sengaja

Anak Muda,

Sebatang rokok selalu menemanimu

Rupiah demi rupiah kau bakar

Pengobat stress kilahmu

Padahal kau sedang bahayakan diri dan sekitarmu

Kau benci orang egois

Padahal kau sendiri termasuk bagiannya

Anak Muda,

Usia yang semakin bertambah

Tak juga membuatmu berbenah

Waktu demi waktu

Engkau habiskan begitu saja berlalu

Dari warung ke warung

Dari mall ke mall

Esensi sama dengan tempat yang beda

Anak Muda,

Bapak dan ibu cemas memikirkanmu

Dulu anak sholih yang mereka pinta

Tiap malam, tiap selesai ibadah

Beliau sempatkan doa untukmu

Namun, apa balasmu?

Justru tingkahmu membuatnya murka

Dari hari ke hari

Anak Muda,

Ayahmu banting tulang bermandi peluh

Mengusahakan biaya sekolah dan makanmu

Sedang ibumu

Sabar mengajarimu berhitung satu dua

Dan mengeja a be ce de

Namun, apa baktimu?

Anak Muda,

Masa mudamu menentukan masa tua

Barangsiapa bersantai di waktu muda

Pasti akan bersusah payah di waktu tuanya

Dan sebaliknya,

Barangsiapa bersusah payah di masa muda

Kelak tinggal menuai nikmatnya hari tua

Anak Muda,

Bukan tampangmu yang bisa kau banggakan

Bukan pula penampilanmu nyentrikmu

Bukan pula aksesoris dan gayamu

Tapi berbanggalah karena karyamu

Berbanggalah karena kebaikanmu

Dan berbanggalah karena keluhuran budimu

Anak Muda,

Pilihan sekarang ada di tanganmu

Diam berarti menanti kehancuran

Berubah berarti menata masa depan

Renungkan, pikirkan

Dan segeralah ambil keputusan
 


~~~0O0~~~

 

Puisi Bukan Untuk Pemuda-Pemudi ( Yang Malas )

Hari ini 28 Oktober adalah hari sumpah pemuda. Saya ingat kata-kata Bung Karno yang terkenal: “Berikan aku 10 pemuda. Aku akan sanggup merubah dunia.”

Pemuda yang dimaksud BK tentu saja bukan pemuda yang pemalas. Jadi pemuda seperti apa yang dimaksud BK? Penafsiran saya, 10 pemuda impian BK itu kira-kira seperti yang secara tak langsung tertulis dalam puisi yang saya tulis beberapa tahun lalu di bawah ini:

Pemuda Malas

Jangan bersikap tawadhu dan rendah hati
‘bila kerendahhatianmu jadi alasan
untuk mundur dari kompetisi
Jangan pernah ingin mengalah
bila hanya
kamuflase untuk bersembunyi
dari kelemahan jiwamu

Bumi ini gelora api yg berkobar
dan debu yg berserak
mendekatlah pada api spirit
nyalakan hati yg lemah
penuhilah kalbumu dg kemarahan
marah karena malas
marah karena tak pernah dewasa
marah karena lemah hati
marah karena tidak marah
melihat kemajuan
sedang kita selalu dalam kemunduran

Menjauhlah dari debu yg berserak
karena debu tak pernah ciptakan sejarah
karena debu adalah sampah
yg selalu diinjak-injak waktu
Tawadhulah di saat kemenangan
karena saat itu
kau bagai sedang berdiri
di antara gunung dan ngarai
terus naik ke puncak berikutnya
atau meluncur ke ngarai yg terjal

Menangislah di saat kalah
karena air matamu akan jadi saksi
bahwa dirimu tak menghendaki kekalahan itu
bahwa dirimu tak ingin jadi serpihan arang
bahwa dirimu juga memimpikan gelora api kemenangan
bahwa dirimu ingin sekali ‘bertobat’
bertobat untuk tidak lagi berkubang
dalam lumpur kemalasan
dalam genangan perilaku tiada guna
dalam lilitan kelemahan jiwa

Pemuda itu cahaya
dan api yg menyala
yg dapat menerangi kegelapan
asa dan harapan
Pemuda itu pelopor
pembawa obor masa depan
penggerak nurani tua yg gersang

Pemuda itu Enerjik
dinamis
gelisah
selalu bergeliat
tak sabar akan waktu yg lambat
marah pada kondisi stagnan
yg tak berubah
karena perubahan bukti harapan
karena kemajuan tanda kedinamisan
karena kediaman adalah kematian
walau jasad bergerak
walau jantung berdegup
tapi jiwamu mati
dan liang kuburmu
adalah dirimu sendiri



~~~0O0~~~



Quotes - Beberapa Kata Mutiara Presiden Pertama Republik Indonesia :

“Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” . (Bung Karno).
“Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.” (Soekarno).
“Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”. (Bung Karno).
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961).
“Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” – Bung Karno.
“Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno).
“Kita belum hidup dalam sinar bulan purnama, kita masih hidup di masa pancaroba, tetaplah bersemangat elang rajawali “. (Pidato HUT Proklamasi, 1949 Soekarno).
“Janganlah mengira kita semua sudah cukup berjasa dengan segi tiga warna. Selama masih ada ratap tangis di gubuk-gubuk pekerjaan kita selesai ! Berjuanglah terus dengan mengucurkan sebanyak-banyak keringat.” (Pidato HUT Proklamasi, 1950 Bung Karno).
“Firman Tuhan Allah) inilah gitaku, Firman Tuhan (Allah) inilah harus menjadi Gitamu : “Innallahu la yu ghoiyiru ma bikaumin, hatta yu ghoiyiru ma biamfusihim”. ” Tuhan tidak merobah nasibnya sesuatu bangsa sebelum bangsa itu merobah nasibnya” (Pidato HUT Proklamasi, 1964 Bung Karno).
“Janganlah melihat ke masa depan dengan mata buta! Masa yang lampau adalah berguna sekali untuk menjadi kaca bengala dari pada masa yang akan datang.” (Pidato HUT Proklamasi 1966, Soekarno).
“Apakah Kelemahan kita: Kelemahan kita ialah, kita kurang percaya diri kita sebagai bangsa, sehingga kita menjadi bangsa penjiplak luar negeri, kurang mempercayai satu sama lain, padahal kita ini asalnya adalah Rakyat Gotong Royong” (Pidato HUT Proklamasi, 1966 Bung Karno.
“Laki-laki dan perempuan adalah sebagai dua sayapnya seekor burung. Jika dua sayap sama kuatnya, maka terbanglah burung itu sampai ke puncak yang setinggi-tingginya; jika patah satu dari pada dua sayap itu, maka tak dapatlah terbang burung itu sama sekali.” ( Sarinah, hlm 17/18 Bung Karno).
"Berikan aku 1000 anak muda maka aku akan memindahkan gunung tapi berikan aku 10 pemuda yg cinta akan tanah air maka aku akan menguncang dunia."
Pemuda-Pemudi LIHATLAH ... betapa engkau begitu diharapkan dan diandalkan ! ... are You ready 4 this ? Should Indonesia put His trust in You? Can Ibu Pertiwi Count on You? Will You give Your round shoulder when Indonesia Cry? Would You fight shoulder to shoulde for a better Indonesia ?


~~~0O0~~~
 

Hmmm ... Orang Muda

Pusat Pelaporan dan Analisisis Transaksi Keuangan (PPATK) sudah melaporkan

PEGAWAI NEGERI SIPIL MUDA

ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena mereka diindikasikan menjalankan cuci uang dari anggaran negara.

Hal ini diungkap Wakil Ketua PPATK Agus Santoso di sela-sela seminar ‘Pidana Pencucian Uang’, di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (06/12). Agus menolak beberkan PNS muda yang memiliki rekening bernilai besar itu. Menurutnya data dari PPATK adalah data intelijen keuangan yang tidak bisa dipaparkan ke publik. “Biar penegak hukum saja yang menindaklanjutinya,” ujarnya.

Agus Santoso mengatakan, banyak PNS muda berusia 28 tahun yang terindikasi korupsi. Mereka bersama istrinya, secara aktif menyamarkan dan menyembunyikan harta mereka yang diperoleh secara tak wajar.

“50% PNS muda kaya terindikasi korupsi.”

Indikator kaya, kata Agus, mereka bergaya hidup mewah, mempunyai barang mewah, dan rekening mereka tidak wajar.







Related articles :
 


 



Ariko : Luangkan Waktu Untuk Aktifitas Kreatif

Kategori: Life is Art
Diposting oleh ye2ye2 pada Minggu, 04 Desember 2011

"Ariko D' Hagana menyampaikan rasa Terima Kasih kepada Pengelola Blog UNSRI karena telah menyediakan Taman Pegetahuan & Informasi tempat dimana rasa keingintahuan dan kesediaan berbagi bertemu. Untuk semua Blogger yang ada, saya menyampaikan Salam Kenal...  "

 

[ By Ariko : Tulisan ini merupakan terjemahan bebas ]

CreativeSaat melakukan aktifitas Blog_Walking beberapa waktu yang lalu, saya menemukan sebuah judul tulisan yang menarik perhatian. "Make Time for Creative Action",  menjadi judul untuk sebuah tulisan yang diposting pada Blog yang dinamai Articulate and Emotion milik Ilse Watson. Ilse Watson merangkumkan dan kemudian berbagi dengan pengunjung Blog-nya beberapa ide kreatif yang bersumber dari sebuah artikel yang ditulis oleh Leslie laughs.

 * Thanks to Ilse Watson & Leslie Laughs

Leslie Laughs - memiliki beberapa ide yang sangat bagus  tentang bagaimana cara  menjadi kreatif serta bagaimana kita ‘mencuri’ sedikit waktu yang kita miliki untuk melakukan hal-hal kreatif.

Leslie mengatakan :

  • " menulis, meskipun hanya selama lima menit adalah lebih baik daripada tidak  menulis sama sekali " dan
  • " Mengambil beberapa foto dari kebun atau halaman rumah Anda adalah lebih baik dari pada membiarkan       kartu memori kamera anda kosong ".

Beberapa saran dari Leslie:

  • Salah satu diantara bentuk nyata dari sebuah istilah ‘waktu yang berkualitas’ adalah ketika kita mengisi waktu dengan melakukan hal-hal yang kreatif. Mulailah membiasakan diri untuk menggali berbagai macam aktifitas  kreatif sederhana yang dapat dilakukan disela-sela aktifitas keseharian kita. Salah satu cara terbaik untuk melakukan aktivitas reatif ini adalah dengan menjadikannya bagian dari waktu yang berkualitas di tengah-tengah keluarga dan teman-teman kita.
  • Curilah waktu…
    Sebenarnya kita hanya membutuhkan sedikit waktu untuk menulis atau menggambar atau melakukan hal kreatif lainnya yang kita suka, pilihlah tempat yang menurut kita paling nyaman untuk melakukan hal tersebut.
  • Lakukan pula kegiatan kreatif saat bersosialisasi dengan lingkungan dalam kehidupan sehari-hari atau dalam sebuah kesempatan ditengah-tengah kegiatan yang bersifat pelayan sosial. Jangan segan-segan untuk membagikan keahlian kreatif kita kepada siapa saja.
  • Pastikan sebuah buku catatan kecil selalu ada bersama kita kapanpun dan dimanapun. Ide-ide kreatif sering kali muncul disaat-saat tak terduga dan bila kita tidak mencatatnya seringkali ide kreatif itu terlupakan yang berarti kita telah kehilangan kesempatan untuk mewujudkannya.
  • Menulis bebas…
    Sempatkan menulis setiap hari, tuangkan apa yang terlintas dalam fikiran kita dalam bentuk tulisan.
Ringkas memang, namun  tulisan diatas cukup memberikan saya kesadaran ternyata menjadi 'kreatif' tidak selalu berkaitan dengan sesuatu yang sulit dan rumit. Kegiatan yang mengadung unsur kreatif cukup mudah untuk kita kerjakan dalam banyak kesempatan dengan aneka ragam pilihan bentuk yang menyenangkan.
         

Yang membuatnya lebih menarik lagi bagi saya, kegiatan kreatif dapat segera dilakukan tanpa harus menunggu sampai kita menjadi seorang ahli, sebab saat kita mulai belajar untuk menjadi kreatif berarti kita sudah mulai kreatif :)

Creative - Mind Map
- When you start to learn to be creative then you are creative -
- Learn to be creative is creative itself -
 
 
Kami Dari Semua - My Signature



Selamat Datang di Komunitas Blogger Universitas Sriwijaya

Kategori: Welcome
Diposting oleh ye2ye2 pada Minggu, 04 Desember 2011

Ini adalah posting pertama Anda. Mulailah melalukan blogging dengan Sign In ke CPanel Blog Anda di http://blog.unsri.ac.id/