Struktur Tumbuhan dan Hewan

Makalah Biologi Umum

 

                                                      KELOMPOK 4

Disusun Oleh :

1.        Redita Alvionita  (06111009001)

2.        Rounnisa Aminy (06111009007)

3.        Triwulandari       (06111009008)

 

Struktur Tumbuhan dan Hewan

PROGRAM PENDIDIKAN BIOLOGI

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SRIWIJAYA

BAB I

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

            Biologi merupakan ilmu  tentang makhluk hidup beserta lingkungannya. Objek yang dipelajari dalam biologi adalah makhluk hidup dan makhluk tak hidup. Makhluk hidup selalu erat kaitannya dengan lingkungannya. Lingkungan tersebut terbagi menjadi lingkungan biotik dan lingkungan abiotik. Lingkungan biotik meliputi semua makhluk hidup yang terbagi menjadi atas mikroorganisme, tumbuhan, hewan, dan manusia. Lingkungan abiotik meliputi faktor fisika dan kimia yang penting bagi makhluk hidup, seperti air, temperatur, sinar matahari, dan tanah.

            Dalam ruang lingkup Biologi, organisme yang dipelajari, khususnya makhluk hidup terdiri atas berbagai tingkatan organisasi kehidupan. Tingkatan organisasi yang dipelajari dimulai dari yang paling sederhana hingga tingkatan yang kompleks. Tingkatan organisasi kehidupan dimulai dari molekul, sel, jaringan, organ, sistem organ, individu, populasi, ekosistem, hingga ketingkatan bioma (Campbell, et al, 2006: 4).

            Banyak hal yang menarik dalam mempelajari organisasi kehidupan. Mulai dari berbagai jenis yang ada di bumi ini sampai hal-hal terdetail yang terdapat pada masing-masing makhluk itu sendiri. Sebuah kekhasan pasti dimiliki oleh setiap makhluk hidup sebagai wujud keanekaragaman hayati yang merupakan anugerah ilahiyah.

            Seperti yang kita ketahui, dunia menyimpan bermacam kehidupan antara lain tumbuhan dan hewan. Dua objek kajian biologi ini cukup menarik untuk ditelusuri kehidupannya. Berbicara tentang hewan dan tumbuhan tidak akan lepas dari struktur yang menjadi dasar kita untuk mempelajari kedua makhluk ini. Perlu kita pahami, jika berbicara tentang struktur tumbuhan dan hewan kita akan berhadapan langsung dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan penyusun dari tumbuhan dan hewan tersebut sehingga membentuk struktur yang fungsional, yaitu jaringan. Untuk itu, dalam kesempatan kali ini kelompok kami akan membahas tentang struktur tumbuhan dan hewan.

1.2  Rumusan Masalah

a.       Bagaimana struktur yang terdapat pada tumbuhan?

b.      Bagaimana struktur yang terdapat pada hewan?

 

1.3  Tujuan

a.       Menjelaskan struktur yang terdapat pada tumbuhan

b.      Menjelaskan struktur yang terdapat pada hewan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

2.1       Struktur pada Tumbuhan

            Histologi adalah ilmu tentang jaringan. Jaringan adalah sekelompok sel yang mempunyai asal, struktur, dan fungsi yang tertentu. Berdasarkan sifatnya, ada dua macam jaringan yang menyusun tubuh tumbuhan, yaitu jaringan muda dan jaringan dewasa.jaringan muda mempunyai sifat selalu membelah sehinggan mempunyai fungsi menambah panjang akar maupun batang.

TUMBUHAN

 




 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2.1.1    Jaringan

1.      Jaringan muda (meristem)

Jaringan yang sel-selnya selalu aktif membelah disebut jaringan meristem. Sel-sel hasil pembelahan jaringan ini akan mengalami pendewasaan dan deferensiasi membentuk berbagai jaringan lain yang mempunyai fungsi tertentu. Ciri-ciri dari jaringan meristem adalah :

a.       memiliki dinding sel yang tipis

b.       bentuk selnya isodiametris

c.       kaya akan protoplasma

d.       tidak mengandung makanan cadangan dan

e.       vakuolanya kecil-kecil.

2.      Jaringan dewasa

·         Jaringan Epidermis adalah jaringan terluar sebagai penutup seluruh permukaan tubuh tumbuhan. Fungsinya adalah untuk melindungi tubuh tumbuhan dari serangan hewan atau  manusia. Sel-sel epidermis mengalami beberapa modifikasi menjadi berbagai bentuk yaitu stomata (sebagai tempat pertukaran gas), trikomata (dibagi menjadi dua yaitu trikoma glandular dan trikoma non glandular), lenti sel (fungsinya sebagai tempat pertukaran gas O2 dan CO2), bulu-bulu akar (berfungsi untuk memperluas bidang penyerapan air dan mineral dari dalam tanah agar berlangsung dengan cepat), spina (dibedakan menjadi dua yaitu spina asli dan spina palsu), velamen (berfungsi sebagai alat penyimpan air), sel kipas (berfungsi sebagai penyimpan air), dan sel kersik (disebut juga sel silica).

·         Jaringan parenkim (dasar) merupakan jaringan penyusun sebagian besar organ tumbuhan, baik pada akar, batang, daun, maupun biji. Berdasarkan fungsinya, jaringan parenkim dikelompokkan menjadi empat yaitu parenkim asimilasi (untuk fotosintesis), parenkim udara (untuk menyimpan udara), parenkim penyimpan cadangan makanan (untuk menyimpan cadangan makanan), parenkim air (untuk menyimpan air), parenkim pengangkut (untuk mengangkut air dan unsure hara serta parenkim yang mengedarkan zat-zat makanan hasil fotosintesis), parenkim pengangkut luka (memiliki kemampuan regenerasi dengan cara membelah diri).

·         Berkas Pengangkut merupakan jaringan pada tumbuhan yang berfungsi untuk proses transportasi yang terdiri dari xylem dan floem. Xylem berguna untuk mengangkut air dan mineral dari akar ke daun. Floem berguna untuk mengangkut hasil fotosintesis ke seluruh tubuh. Proses pengangkutan zat pada tumbuhan ada 2, yaitu ekstravaskuler dan intravaskuler.

·         Jaringan penguat pada tumbuhan ada dua macam, yaitu:

(i)                 Jaringan kolenkim merupakan jaringan penguat yang berasal dari jaringan parenkim yang mengalami penebalan selulosa pada bagian sudut-sudutnya sehingga sifat selnya merupakan sel yang hidup. Jaringan kolenkim berfungsi sebagai penguat pada tumbuhan muda dan tumbuhan herba, baik pada organ akar, batang, daun, maupun bunga dan buah.

(ii)               Jaringan sklerenkim merupakan jaringan penguat yang sel-selnya sudah mati dengan penebalan lignin secara melingkar. Jaringan sklerenkim banyak ditemukan pada tumbuhan yang sudah tidak mengalami pertumbuhan dan perkembangan, yaitu pada tumbuhan monokotil dan dikotil yang sudah tua. Sel sel sklerenkim dibedakan menjadi sklereid dan serat (serabut).

·         Jaringan gabus di bentuk oleh kambium gabus (gelogen) dan berfungsi untuk melindungi jaringan di bawahnya atau organ tubuh agar tidak kehilangan air terlalu banyak. Jaringan gabus ada dua macam yaitu felem dan felodem.

2.1.2    Stuktur Fungsional pada Akar

Penyusun struktur tumbuhan ada tiga yaitu akar, batang, dan daun. Dalam sub ini kita akan mempelajari akar dan ruang lingkupnya. Respirasi yang dilakukan akar meerupakan respirasi aerob, melalui stomata, lentisel, epidermis akar yang muda (bulu akar) atau seluruh permukaan tubuh (pada tumbuhan tingkat rendah), menghasilkan CO2 dan H2O untuk bahan fotosintesis.

Beberapa bentuk akar yaitu akar nafas yang terdapat pada tanaman bakau, akar gantung pada beringin dan anggrek, lalu akar tunjang yang ada pada Pandanus sp serta akar serabut yang sering kita jumpai pada golongan Monokotil, sedangkan untuk dikotil terdapat akar tunggang.

Akar adalah salah satu unsur terpenting bagi tumbuhan, ini terlihat dari beberapa fungsi yang dimilikinya yaitu:

·         Menyerap air, garam dan unsur hara

·         Alat transportasi

·         Menyimpan cadangan makanan

·         Penunjang dan memperkokoh tubuh tumbuhan.

·         Alat respirasi

·         Alat reproduksi

·         Tempat tumbuhnya tunas

 

Adapun, struktur yang dimiliki oleh akar tumbuhan terdiri dari :

1. Struktur luar

·         Rambut akar

·         Batang akar

·         Ujung akar

·         Meristem

·         Kaliptra

2. Struktur dalam

·         Epidermis, termodifikasi menjadi bulu-bulu akar

·         Kortex, sebagai tempat cadangan makanan dan Repsirasi

·         Endodermis, sebagai transportasi mineral dan air

·         Silinder pusat, terdapat Berkas Pengangkutan (BP)/Jaringan Pengangkutan (JP)

           

Selanjutnya, kita akan mengetahui daerah pertumbuhan akar yaitu:

·         Kaliptra yaitu jaringan yang melindungi ujung akar. Disebut juga tudung akar.

·         Meristematik yaitu daerah yang selnya aktif membelah diri

·         Pertumbuhan dan perkembangan yaitu daerah terjadinya pertambahan jumlah sel akibat aktivitas daerah meristematik.

·         Differensiasi yaitu daerah perubahan sel baik bentuk serta fungsinya. Atau daerah modifikasi sel.

 

Dalam sistem transportasi yang berlaku dalam struktur akar tumbuhan dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu:

a.       Ekstravasikuler yaitu  transportasi yang tidak melewati jaringan pengangkutan. Ekstravasikuler ini juga dibagi lagi menjadi:

·         Apoplas yaitu pengangkutan air, garam mineral serta hasil fotosintesis melewati ruang antar sel karena adanya penebalan pad sel endodermis.

·         Simplas yaitu pengangkutan air, garam mineral dan hasil fotosintesis melalui se.

 

b.      Intravsikuler yaitu transportasi yang melalui jaringan pengangkutan (JP). Dibedakan lagi menjadi :

·         Imbibisi yaitu penyerapan molekul, zat dengan menggunakan kemampuan dinding sel dan plasma sel. Terjadi pada Bryophyta.

·         Difusi yaitu perpindahan molekul, zat dari daerah hipertonis menuju daerah hipotonis.

·         Osmosis yaitu perpindahan molekul, zat dari daerah hipertoni menuju daerah hipotonis melalui selaput semipermeabel.

·         Transport aktif yaitu pengangkutan ion-ion, moleku yang menggunakan energi berupa ATP.

 

Perbedaan Akar Monokotil dan Dikotil

Monokotil

Perbedaan

Dikotil

Serabut

Sistem perakaran

Tunggang

Batas ujung akar & kaiptra jelas

Anatomi

Batas ujung akar dan kaliptra tidak jelas

Selang seling

B.p.

Kolateral

Mempunyai

Empulur

Tidak mempunyai

Beberapa lapis

Perisikel

Satu lapis

2.1.3        Stuktur Fungsional pada Batang

a.       Fungsi Batang:

·         Tempat lintasan  makanan dan air

·         Penyokong tumbuhan

·         Penyimpan sebagaian hasil fotosintesis

·         Pembentuk tubuh tumbuhan seperti daun, tunas dan bunga

·         Alat reproduksi vegetatifMemberikan bentuk tubuh tumbuhan

b.      Struktur batang

(i)                 Dikotil

·         Epidermis, mengalami penebalan zat gabus dan kutikula, termodifikasi membentuk lenti sel.

·         Kortex, Jaringan parenkim dengan r. a.s. dan jaringan penguat dengan penebalannya.

·         Endodermis, mengandung zat tepung, terdapat floeterma (selaput tepung).

·         Silinder pusat, terdapat Berkas Pengangkutan (BP)/Jaringan Pengangkutan (JP) tipe kolateral terbuka.

·         Terdapat empulur dan perisikel

(ii)               Monokotil

·         Tidak mempunyai kambium

·         Pertumbuhannya terbatas

·         Ikatan pembuluh dengan tipe kolatral tertutup

·         Memiliki empulur dan sklerenkim

·         Epidermis dengan stomata dan bulu-bulu akar

c.       Bentuk batang berdasarkan strukturnya

·         Herbaceus yaitu batang yang lemah dan berair karena banyak mengandung zat selulose. Contohnya: Amaranthus hybridus ; krokot

·         Calmus/rumput yaitu batang yang tidak keras dan tampak beruas-ruas. Contohnya: Oryza sativa.

·         Calamus/mendong yaitu batang yang seperti rumput tetapi ruanya lebih panjang. Contohnya: Wlingi dan mendong.

·         Lignosus yaitu batang yang berkayu keras dan kuat. Contohnya: golongan pohon dan semak.

d.      Macam percabangan

·         Monopodial yaitu percabangan dengan batang pokok yang jelas, karena lebih besar dan panjang dari cabangnya. Contohnya: Camara lantana.

·         Simpodial yaitu percabangan dengan batang poko yangsama besar dengan cabang utam. Contohnya: Achras zapota / Sapota achras / Manilakara achra  atau sawo Manila.

·         Dikotom yaitu percabangan yang selalu membentuk 2 cabang sama ebsar. Contohnya: Golongan Pterydophyta.

e.       Lingkaran tahun

·         Terjadi akibat pertumbuhan kamium kearah luar dan dalam yang diperlihatkan dengan sebentuk garis melingkar.

·         Adanya perbedaan nyata antara lingkaran tahun di musim hujan dan musim kemarau.

·         Pada musim kemarau lingkaran tahun yang terjadi selnya lebih kecil dan sedikit

·         Sedangkan pada musim penghujan lingkaran tahu n yang terjadi selnya lebih besar dan banyak.

 

 

 

 

Perbedaan Batang Dikotil dan Monokotil

MONOKOTIL

PERBEDAAN

DIKOTIL

Tidak ada

Cabang

Ada

Tersebar

Jaringan Pengangkutan

Teratur

Tidak ada

Kambium

Ada

Besar/ada

Rongga udara

Tidak ada

 

2.1.4        Stuktur Fungsional pada Daun

a.       Fungsi Daun

·         Merupakan organ fotosintesis

·         Alat transportasi

·         Membatasi proses transpirasi dengan adanya lapisan kutikul.

·         Alat reproduksi vegetatif

b.      Struktur daun

·         Epidermis, bagian atas selapis sel dengan peenbalan kutikula. Bagian bawah selapis sel dengan termodifikasi menjadi stomata.

·         Kortex, merupakan bagian dari mesofl daun/dagingdaun yang terdiri dari jaringan Parenkim baik palisade dan spons.

·         Silinder pusat, terdapat Berkas Pengangkutan (BP)/Jaringan Pengangkutan (JP) yang terlihat dalam urat daun. Terdapat tulang daun dalam JP dengan jaringan penguat kolenkim.

·         Pada tangkai daun terdapat jaringan penguat berupa kolenkim dan sklerenkim.

c.       Hal-hal yang menyebabkan  larutan garam mineral naik ke bagian daun

Tekanan Akar

·         Secara osmosis dari akar ke seluruhbagian tumbuhan.

·         Paling tinggi terjadi pada malam hari.

Daya kapilaritas

·         Pembuluh di akar, batang dan daun asling berhubungan  membentuk pembuluh kapiler.

·         Akibat dari gaya adhesi anata dinding xylem dengan molekul air dan akibat gaya kohesi antara molekul air.

Daya isap daun

·         Akibat dari penguapan dandaun kekurangan air

·         Menyebabkan air dalam saluran ikatan pembuluh naik ke daun.

Pengaruh sel-sel yang hidup

d.      Pengeluaran larutan dari daun

·         Gutasi yaitu proses perembesan tetes-tetes air melalui celah daun (hidatoda/gutatoda/emisarium) di bagian ujung daun.

·         Transpirasi yaitu proses pengauapan  dari tumbuhan baik akar, daun dan batang melalui stomata. Alat pengukuranya dinamakan Potometer atau Porormeter.

·         Pendarahan yaitu proses keluarnya air bersama zat-zat yang terlarut di dalamnya  melalui luka. Biasanya hasil pelukan ini dapat bermanfaat bagi manusia. Seperti karet menghasilkan latex, seludang kelapa menghasilkan aren dan pinus menghasilkan terpentin.

e.       Faktor yang mempengaruhi transpirasi

(i)                 Faktor luar

·         Suhu

·         Kelembaban relatif

·         Pergerakan air

·         Tekanan Atmosfer

·         Cahaya

·         Angin

·         Persediaan air tanah

(ii)               Faktor dalam

·         Ukuran daun

·         Tebal daun

·         Jumlah stomata

·         Ada tidaknya lapisan kutikula

·         Banyak sedikitnya trikoma

 

2.2       Struktur pada Hewan

Seperti halnya tumbuhan tubuh hewan juga terdiri dari sel-sel yang tersusun menjadi jaringan  sehingga terbentuk suatu struktur yang khas. Struktur tersebut berperan penting dalam mendukung kelangsungan hidupnya.   Struktur tubuh hewan dari yang sederhana hingga yang  paling komplek adalah sebagai berikut:

Sel  → jaringan  →   organ →  system organ  →  tubuh organisme.

1.             Jaringan

Pada bab ini akan dipelajari  struktur jaringan hewan. Jaringan tersusun oleh sel-sel yang  mempunyai bentuk dan fungsi yang sama. Jaringan penyusun tubuh hewan ada empat macam yaitu: jaringan epitelium,jaringan ikat,jaringan otot dan jaringan saraf.

a.        Jaringan epitelium.

Ciri-ciri jaringan epitelium adalah sel-selnya tersusun rapat sehingga tidak ada ruang antar sel,fungsi jaringan epitel adalah sebagai penutup jaringan yang  ada dibawahnya. Berdasarkan bentuk sel,jumlah lapisan sel,dan fungsi jaringan epitel dibedakan sebagai berikut: epitel pipih berlapis tunggal, epitel silindris berlapis tunggal, ,epitel kubus berlapis banyak, epitel silindris berlapis semu, epitel silindris berlapis banyak, epitel transisional.

b.      Jaringan otot

Jaringan otot tersusun atas sel-sel otot yang berfungsi untuk melakukan gerak pada berbagai bagian tubuh.Otot dapat berkontraksi karena didalamnya terdapat protein kontraktil yang bentuknya panjang dan mengandung serabut.halus disebut myofibril. Jaringan otot dapat dibagi menjadi tiga,yaitu otot polos, otot lurik, otot jantung

c.       Jaringan penguat.

Jaringan penguat tersusun atas jaringan ikat (longgar dan padat), jaringan lemak, jaringan tulang (rawan dan keras) dan jaringan darah.

(i)                 Jaringan ikat.

Fungsi jaringan ikat antara lain mengikat suatu jaringan ke jaringan lain, membungkus organ-organ dan  mengisi ruangan di antara jaringan.

(ii)               Jaringan lemak

Jaringan  lemak berfungsi sebagai cadangan makanan dan pelindung dari hilangnya panas secara berlebihan.

(iii)             Jaringan tulang

Jaringan tulang disusun oleh sel-sel tulang (osteosit) yang terdapat didalam matriks. Jaringan tulang dibedakan menjadi jaringan rawan (kartilago) dan jaringan tulang kompak

(iv)             Jaringan darah.

Jaringan darah disusun oleh sel-sel darah dan plasma darah. Sel-sel darah terdiri atas sel darah merah (eritrosit), sel darah putih.(leukosit) dan keping darah (trombosit)

d.      Jaringan saraf.

Jaringan saraf tersusun oleh sel-sel saraf atau neuron yang berfungsi menerima dan memindahkan rangsangan dari bagian tubuh yang  satu kebagian tubuh lainnya. Neuron terdiri atas badan sel saraf, dendrit,dan akson.

2.             Organ

Organ adalah  kumpulan beberapa jaringan untuk  melakukan fungsi tertentu di dalam  tubuh contoh : organ usus, terdiri dari jaringan epitelium silindris selapis, jaringan otot, jaringan saraf, jaringan pengikat longgar.

3.             Sistem Organ

Sistem organ adalah  kumpulan berbagai organ yang  bekerja sama untuk  melakukan fungsi tertentu. Pada manusia sistem organ meliputi : Sistem pencernaan, sistem pernapasan, sistem transportasi, Sistem Ekskresi, sistem rangka, sistem otot, sistem reproduksi, sistem eudokrin, sistem saraf.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

 

Dari pembahasan yang telah diuraikan diatas dapat disimpulkan bahwa struktur yang terdapat pada tumbuhan dan hewan mempunyai ruang lingkup yang berbeda. Struktur tumbuhan dan hewan merupakan penyusun dari makhluk hidup itu sendiri. Perbedaan itu merupakan keanekaragaman hayati yang menjadi ciri khas dari setiap makhluk hidup. Walaupun memiliki berbagai perbedaan, namun dalam penyusunan strukturalnya tumbuhan dan hewan sama-sama mempunyai tingkatan organisasi yang sama.

Bermula dari sel sebagai unit terkecil penyusun makhluk hidup. Lalu, kumpulan sel yang berbentuk dan berfungsi sama itu akan membentuk jaringan. Kemudian, jaringan-jaringan tersebut akan membentuk organ yang nantinya akan menghasilkan organisme. Begitu seterusnya secara kontunitas.

Setiap penyusun dari struktur baik pada tumbuhan dan hewan memiliki fungsi yang dijalankan sesuai dengan organel yang telah tersedia sesuai dengan fungsi dan bentuknya masing-masing.

 

 

 

 

 



PDF | DOC | DOCX

Komentar

 

28 April 2012 pukul 11:47 WIB
amy mengatakan...
eko saya ini sist smile makasih smile Adi makasih smile wahyu hehehe iya maaf, lupa di edit makasih sudah mampir smile

18 April 2012 pukul 15:37 WIB
eko mengatakan...
itu lebih dari cukup bro...semangat

18 April 2012 pukul 10:05 WIB
adi mengatakan...
cukup lengkap dan menarik.. nice..

17 April 2012 pukul 01:08 WIB
wahyuwibowo mengatakan...
nim-nya terdapat kesalahan: unsri.ac.id/wahyuwibowo

Kirim Komentar Anda:

Nama : Nama Anda (wajib diisi)
E-Mail : E-Mail (tidak dipublikasikan)
Situs : Website, Blog, Facebook, dll
Komentar :
(wajib diisi)
Verifikasi :
<-- isi kode di atas (wajib diisi)

grinLOLcheesesmilewinksmirkrolleyesconfused
surprisedbig surprisetongue laughtongue rolleyetongue winkraspberryblank starelong face
ohhgrrrgulpoh ohdownerred facesickshut eye
hmmmmadangryzipperkissshockcool smilecool smirk
cool grincool hmmcool madcool cheesevampiresnakeexcaimquestion