STUDI KOMPARATIF JENJANG PENDIDIKAN FORMAL DI PAKISTAN DAN DI INDONESIA

Kategori: Makalah Pendidikan
Diposting oleh risyana17 pada Kamis, 10 Juni 2010
[2558 Dibaca] [2 Komentar]Post to TwitterPost to Facebook

STUDI KOMPARATIF

JENJANG PENDIDIKAN FORMAL DI PAKISTAN

DAN DI INDONESIA

 

 

Oleh:

RISYANA

20092513032

 

 

I.         PEDAHULUAN

 

A.      Latar Belakang

Sistem pendidikan suatu bangsa mewariskan segala pengalaman, pengetahuan, keterampilan dan sikap, agama dan ciri-ciri watak khusus yang dimilikinya kepada generasi penerusnya. Melalui sistem pendidikan suatu bangsa dapat memelihara dan mempertahankan nilai-nilai luhur, serta keunggulan-keunggulan mereka dari generasi ke generasi.

Pendidikan dipandang sebagai cerminan dari suatu masyarakat atau bangsa, dan sebaliknya suatu masyarakat atau bangsa dibentuk oleh sistem pendidikannya. Studi komparatif adalah usaha menanamkan dan menumbuh-kembangkan rasa saling pengertian dan kerja sama antar bangsa, demi terpeliharanya perdamaian dunia, melalui peroses pendidikan.

Studi perbandingan pendidikan merupakan salah satu cara untuk mengetahui berbagai aspek yang berhubungan dengan system pendidikan Negara tertentu, terutama yang berhubungan dengan kelebihan yang terjadi pada system pendidikan negara tersebut.  Salah satu bagian dalan sistem pendidikan suatu negara adalah jenjang pendidikan formal. Untuk itulah pada kesempatan kali ini penulis mencoba menguraikan perbandingan jenjang pendidikan formal di negara Pakistan dan di Indonesia.  Penulis tertarik untuk mengkaji Negara Pakistan karena Negara ini memiliki ciri khas pendidikan keagamaan yang kuat dan memiliki pemimpin wanita terkenal yaitu Benazir Bhuto, yang sangat peduli terhadap pendidikan di negaranya, khususnya pendidikan bagi kaum wanita. 

Makalah ini ditulis atas dasar kajian pustaka dari berbagai sumber yang relevan, makalah ini diharapkan akan dapat menambah bahan, dan kajian penulis tentang pemahaman jenjang pendidikan formal di kedua Negara ini.

B.       Pembatasan Masalah

Dari latar belakang di atas, studi perbandingan pendidikan antara dua negara tentu sangat luas cakupannya, untuk itu penulis membatasi permasalahan hanya pada: jenjang pendidikan formal di kedua negara tersebut.

 

 

C.      Rumusan Masalah

Dari latar belakang di atas, yang menjadi rumusan masalah pada makalah ini adalah:

1.        Bagaimana jenjang pendidikan formal di Pakistan dibandingkan dengan jenjang pendidikan formal di Indonesia?

 

 

D.      Tujuan Penulisan Makalah

Penulisan makalah ini bertujuan untuk:

1.        Untuk mengetahui jenjang pendidikan formal di kedua negara.

2.        Untuk memberikan wawasan dan masukan yang positif bagi mahasiswa dan guru/tenaga kependidikan dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

II.      TINJAUAN PUSTAKA

 

A.      Pendidikan di Pakistan

 

1.        Profil Negara Pakistan  

Nama Negara

:

Republik Islam Pakistan

Ibukota

:

Islamabad

Merdeka tahun

:

14 Agustus 1947

Hari Nasional

:

14 Agustus (Independence Day) 23 Maret (Pakistan Day)

Lagu Kebangsaan

:

Pak Ser Zamen Shadbad

Bendera

:

Putih (depan) dan Hijau (bagian belakang dan ditengahnya ada bulan sabit putih)

Bapak Bangsa

:

Quaid-I-Azam Muhammad Ali Jinnah (1876-1948)

Budayawan Bangsa

:

Allama Muhammad Iqbal (1877-1938)

Kepala Negara

:

Presiden Asif Ali Zardari

Kepala Pemerintahan

:

PM Syed Yousuf Raza Gilani

Ketua Parlemen

:

Dr. Fehmida Mirza

Menteri Luar Negeri

:

Makhdoom Shah Mahmood Qureshi

Bahasa Nasional

:

Urdu (Inggris digunakan pada kantor-kantor pemerintah)

Agama

:

97% Islam (Sunni 77%, Shiah 20%) 3% campuran Katolik, Hindu, Budha, dll.

Jumlah Penduduk

:

163 juta, dengan pertumbuhan penduduk rata-rata 2,3 % per tahun

Etnis Suku

:

Mayoritas Punjabi (provinsi Punjab);

   

Sindhi (Sindh); Pashtun (NWFP); dan Balochi (Balochistan)

Mata Uang

:

Rupees, US$1 = Rs.82,- (Sept.2009)

Pendapatan Per Kapita

:

US$ 1024.- (Tahun Fiskal 2008)

Perekonomian

:

a. Sumber daya alam:

   

Cadangan gas alam relatif besar, minyak bumi dalam jumlah terbatas, batubara berkualitas rendah, besi, tembaga, garam dan batu gamping

   

b. Ekspor utama:

   

Tekstil (garmen, bed linen, pakaian dan benang), beras, kulit, produk olahraga, bahan kimia, produk menufaktur, karpet dan permadani

   

c. Impor utama:

   

Minyak bumi, produk minyak bumi, permesinan, plastik, peralatan transportasi, minyak nabati, produk kertas, besi, baja dan teh.

   

d. GDP: US$ 162,58 milyar (2009)

   

e. Laju inflasi: 17,2 % (April 2009)*

   

f. Pertumbuhan GDP: 2 % (2009)

Letak Geografis

Luas Wilayah

:

803.940 Km2 terdiri dari empat provinsi, yaitu:

   

Balochistan 347.190 km2, Punjab 205,344 km2, Sindh 140,914 km2, North West Frontier Province (NWFP) 74,521 km; serta Federally Administrated Tribal Area (FATA) 27,220 km2 dan ibukota federal Islamabad 906 km2
total wilayah darat: 778,720 km2
total wilayah laut: 25,220 km2

Letak wilayah

:

Terletak di wilayah Asia Selatan dengan perbatasan:

   

- Utara: Cina (Propinsi Xinjiang);
- Barat: Afghanistan dan Iran;
- Timur: India;
- Selatan: Laut Arab, dengan garis pantai sepanjang 1.046  Km

     

Koordinat Geografis

:

230.30’ - 360.45’ LU

610 - 750.30’ BT

     

Kota-kota besar

:

Lahore, Karachi, Faisalabad, Quetta, Peshawar, Rawalpindi, dan Multan

Iklim

:

Sub-tropis, max (Jacobabad 500C) di Sindh, dan minimum (Ziarat -70C) di Balochistan

Sejarah Singkat

Sejarah Pakistan diketahui berawal pada awal abad ke-17, ketika kelompok dagang British East Indian Company, Inggris mulai membangun kekuasaan di anak benua India yang saat itu berada di bawah kekuasaan Mongol.

Pada pertengahan abad ke-18, Inggris mulai melibatkan diri di bidang politik dengan melakukan penaklukan sistematis terhadap wilayah-wilayah sub-kontinen. Inggris memperluas pengaruhnya ketika Mongol melemah dan kaum Sikh mulai mengembangkan kekuatannya. Inggris mengalahkan kaum Sikh berturut-turut pada perang tahun 1845 dan 1849 dan berhasil menguasai wilayah Punjab dan North-West Frontier, yang kemudian dimantapkan dengan pembentukan perwakilan politik di Lahore.

Setelah Perang Kemerdekaan (juga dikenal sebagai revolusi/ pemberontakan Sepoy), dengan mengatas-namakan Ratu Victoria, Inggris memperluas kekuasaannya ke seluruh wilayah anak benua India. Pada tahun 1893 Inggris menciptakan Durand Laine yang memisahkan India dan Afghanistan serta memotong langsung wilayah suku Pathan.  Hunza dan perbatasan Cina  adalah daerah terakhir yang dicaplok Inggris pada tahun 1891.

Pada tahun 1857 Sir Syed Ahmed Khan (1817-1898) mendirikan gerakan Aligarh, dengan tujuan utamanya mempersatukan kaum muslim. Namun gerakan tersebut pada akhirnya bubar, dan Inggris kemudian berhasil  memperlemah dan menekan kaum muslim.

Tahun 1930 penyair dan filsuf besar Islam Dr. Muhammad Iqbal mengusulkan untuk membentuk negara terpisah di sub-kontinen yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Usul tersebut didukung oleh Muhammad Ali Jinnah (seorang pengacara berpendidikan Inggris) dan selanjutnya pada tahun 1947 Inggris akhirnya menyetujui pemisahan diri tersebut.

Setelah melalui proses perjuangan sulit, diputuskan bahwa negara berdasarkan Islam yang kemudian bernama Republik Islam Pakistan memperoleh wilayah bagian luar/ujung timur dan barat dimana mayoritas penduduknya beragama Islam, sedangkan wilayah bagian tengah menjadi negara India. Wilayah yang menjadi pangkal sengketa adalah Punjab karena masyarakatnya beragama Hindu, Islam dan Sikh. Pada saat kemerdekaan, diperkirakan 6 juta pengungsi Muslim dari Punjab menyeberang ke wilayah Pakistan, dan sekitar 4,5 juta pengungsi kaum Sikh dan Hindu berpindah ke wilayah India.

Kesulitan lain adalah di wilayah Jammu dan Kashmir, dimana Raja Kashmir yang beragama Hindu memilih untuk bergabung dengan India (dibawah tekanan Nehru), walaupun penduduknya sebagain besar beragama Islam. Hal tersebut  menyebabkan wilayah Kashmir terbagi dua pada tahun 1948. Sampai saat ini baik India maupun Pakistan masih saling mengklaim Kashmir sebagai bagian wilayahnya dan menjadi  ganjalan utama dalam hubungan bilateral kedua negara.

Sistem Pemerintahan

Secara konstitusi, sistem pemerintahan Pakistan menganut sistem parlementer. Namun sejak Jenderal Pervez Musharraf mengambilalih jabatan Presiden melalui suatu kudeta tak berdarah pada bulan Oktober 1999, sistem tersebut pada kenyataannya mengarah pada sistem presidensil, dimana kekuasaan Presiden secara “de-facto” lebih besar daripada Perdana Menteri.

Pemerintahan selama 9 tahun Presiden meskipun pada awalnya mendapat kecaman dari dunia internasional khususnya negara-negara Barat, namun kemudian berangsur berkurang dan keanggotaan Pakistan dalam organisasi Persemakmuran (commonwealth) pada akhir tahun 2004 dipulihkan kembali.

Ketatanegaraan Pakistan

              I.     Konstitusi

Konstitusi Pakistan adalah UUD 10 April 1973, yang dibekukan pada tanggal 5 Juli 1977 dan  diberlakukan lagi dengan amendemen pada tanggal 30 Desember 1985. UUD tersebut kemudian dibekukan lagi oleh Jenderal Musharraf pada saat kudeta tanggal 15 Oktober 1999 dan kemudian diberlakukan lagi pada tanggal 31 Desember 2002.

           II.     Sistem Hukum

Sistem hukum yang diterapkan di Pakistan berdasarkan pada sistem hukum Inggris yang disesuaikan dengan status Pakistan sebagai negara Islam. Hukum Inggris bisa diinduksi ke dalam sistem hukum Pakistan sejauh tidak bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Selain itu sistem hukum Pakistan juga didasarkan pada sistem hukum Islam dan menerima keputusan ICJ dengan pertimbangan.

        III.     Lembaga Eksekutif

Dalam sistem pemerintahan Pakistan (parlementer), Presiden dan Perdana Menteri dipilih oleh Parlemen untuk masa jabatan selama 5 tahun.

        IV.     Lembaga Legislatif

Lembaga Legislatif Pakistan berbentuk parlemen bikameral yang terdiri dari:

             1.     Senat (majelis tinggi)  sebanyak 100 kursi.

             2.     Majelis Nasional (majelis rendah) sebanyak 342 kursi.

             3.     Majelis Propinsi (DPRD) sebanyak 728 kursi.           

           V.     Lembaga Yudikatif

Mahkamah Agung (Supreme Court) yang terdiri dari para hakim agung yang diangkat dan ditunjuk oleh Presiden.

        VI.     Partai Politik

Pakistan menerapkan sistem multi partai dan koalisi antar partai bebas dilakukan kapan saja.

     VII.     Interest Group

Militer masih merupakan pressure groups yang masih dianggap kuat di Pakistan, baik di bidang politik maupuh sosial. Selanjutnya kelompok berpengaruh lainnya adalah ulama, baik dari kalangan Sunni maupun Shiah; tuan tanah; industrialis dan para pedagang/pengusaha.

 

2.        Jenjang Pendidikan di Pakistan

Secara umum jenjang pendidikan formal di Pakistan terbagi menjadi 2, yaitu: Pra-pendidikan tinggi, yang terdiri dari dua jenjang yaitu : Primary education/Pendidikan Dasar (merupakan pendidikan wajib), usia 5 sampai 15 tahun meliputi: Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Kedua, dan Secondary Education/Pendidikan Menengah, usia 15 sampai 17 tahun meliputi: Sekolah Menengah Teknis, Sekolah Menengah Tinggi; dan Pendidikan tinggi/Higher Education, dari usia 17 tahun dan seterusnya, meliputi: tingkat non-universitas, tingkat universitas.

Visualisasi grade pendidikan yang dimaksud adalah:

Pra-pendidikan tinggi, Jangka waktu wajib pendidikan: Usia masuk 5 tahun, usia keluar 15 tahun, meliputi:

 

Primary Education, terdiri dari jenjang:

a.         Primary School, Jenis sekolah pada jenjang ini adalah: Sekolah Dasar

Lama menyelesaikan program ini: 5 tahun, usia tingkatan dari: 5 sampai 10 tahun

b.        Middle School, Jenis sekolah pada jenjang ini adalah: Sekolah Menengah Pertama

Lama menyelesaikan program ini: 3 tahun, usia tingkatan dari: 10 sampai 13 tahun

c.         Secondary School, Jenis sekolah pada jenjang ini adalah: Sekolah Menengah Kedua

Lama menyelesaikan program ini: 2 tahun, usia tingkatan dari: 13 sampai 15 tahun

Sertifikat / ijazah yang diberikan: Secondary School Certificate atau Matrikulasi

 

Secondary Education

Pendidikan sekunder dibagi menjadi tiga siklus: sekolah menengah tiga tahun, dua tahun sekunder dan dua tahun lebih tinggi sekunder. Pada penyelesaian siklus kedua, siswa mengambil Sertifikat Sekolah Menengah atau Matrikulasi Ujian. Murid kemudian dapat belajar lebih tinggi dua tahun, yang mengkhususkan diri dalam Sains atau Seni. Pada akhir periode ini, siswa mengikuti ujian untuk Intermediate Certificate atau Sertifikat Sekolah Menengah Tinggi. Sekolah menengah kejuruan menawarkan program studi yang mengarah pada Sertifikat Sekolah Menengah dalam mata pelajaran teknis.

 

Bagi yang ingin melanjutkan ke pendidikan kejuruan:

a.         Technical Secondary School, Jenis sekolah pada jenjang ini adalah: Sekolah Menengah Teknis.
Lama menyelesaikan program ini: 2 tahun, usia tingkatan dari: 15 sampai 17 tahun

Sertifikat / ijazah yang diberikan: Secondary School Certificate (dalam Subjek Teknis)

 

Bagi yang akan melanjutkan ke perguruan tinggi, dilanjutkan dengan:

a.         Higher Secondary School, Jenis sekolah pada jenjang ini adalah: Sekolah Menengah Tinggi

Lama menyelesaikan program ini: 2 tahun, usia tingkatan dari: 15 sampai 17 tahun

Sertifikat / ijazah yang diberikan: Sertifikat Intermediate Atau Sertifikat Sekolah Menengah Tinggi

 

Pendidikan Tinggi: (Higher Education)

Jenis-jenis lembaga pendidikan tinggi:

·         University

·         College /Perguruan tinggi

·         Institute

Gelar Pendidikan tinggi:

·         Secondary School Certificate

·         Intermediate Certificate

·         Bachelor Degree (Pass)

·         Bachelor's Degree (Honours)

·         Bachelor's Degree /Sarjana

·         Master's Degree /Magister

·         Master of Philosophy

·         Doctor's Degree /Dokter Sarjana

·         Doctor of Literature /Sastra, Doctor of Science, Doctor of Law/Dokter Hukum

 

Pendidikan Tinggi disediakan oleh universitas-universitas, universitas profesional, perguruan tinggi konstituen mereka, dan di sekolah berafiliasi dengan universitas. Universitas adalah organisasi otonom didirikan oleh parlemen pusat atau provinsi. Senat dan dewan akademik adalah badan-badan yang bertanggung jawab untuk masalah-masalah tentang studi.

Komisi Universitas berfungsi sebagai clearinghouse untuk pengembangan universitas; memberikan dukungan untuk keunggulan, pusat studi dan pusat studi wilayah Pakistan; mendukung penelitian dan program beasiswa penelitian, dan menyelenggarakan pre-service dan in-service pelatihan guru universitas.

Universitas pertama Pakistan untuk wanita adalah Fatima Jinnah Women's University, telah dibuka di Rawalpindi. Ia menawarkan program gelar di bidang Administrasi Bisnis, Ilmu Komputer, Ekonomi, Bahasa Inggris, Seni Rupa dan Studi Islam.

 

 

Tahapan studi:

a.         Non-universitas tingkat menengah studi pasca (teknis / jenis kejuruan):

Politeknik, teknis dan lembaga komersial menawarkan program pada tingkat Post-Secondary School Certificate. Mereka menyediakan program yang berlangsung antara satu dan tiga tahun yang mengarah pada Sertifikat dan Diploma.

b.        Universitas tahap pertama tingkat Sarjana:

Gelar Bachelor's Pass biasanya diperoleh setelah kursus dua tahun dan Gelar Honours setelah program tiga tahun di Seni, Sains dan Perdagangan. Tingkat pertama di Teknik mengambil empat tahun, dan lima tahun di Kedokteran.

c.         Universitas tahap kedua tingkat Magister, BEd, LLB:

Gelar Master memerlukan dua tahun studi setelah gelar Pass dan satu tahun setelah Gelar Honours. BEd memerlukan studi selama satu tahun di luar gelar Sarjana Seni atau Sains. LLB adalah kualifikasi pasca sarjana dan masuk ke program tiga tahun untuk Sarjana lainnya.

d.        Universitas tahap ketiga tingkat MPhil, PhD:

Master of Philosophy (MPhil) memerlukan dua tahun setelah Magister. PhD (Doktor of Philosophy) adalah gelar penelitian yang membutuhkan tiga tahun studi di luar Magister.

e.         Universitas tahap keempat tingkat Doktor Tinggi:

Gelar Doktor Sastra (DLitt), Doctor of Science (DSC) dan Doktor Hukum (LLD) diberikan setelah lima sampai tujuh tahun studi.

 

 

B.       Pendidikan di Indonesia

1.        Profil Negara Indonesia

Indonesia merupakan negara kepulauan yang berbentuk Republik, terletak di kawasan Asia Tenggara. Indonesia memiliki lebih kurang 17.000 buah pulau dengan luas daratan 1.922.570 km2 dan luas perairan 3.257.483 km2, pada 800 BB dan 1400 BT. Berdasarkan posisi geografisnya, negara Indonesia memiliki batas-batas: Utara - Negara Malaysia, Singapura, Filipina, Laut Cina Selatan. Selatan - Negara Australia, Samudera Hindia. Barat - Samudera Hindia. Timur - Negara Papua Nugini, Timor Leste, Samudera Pasifik.

Indonesia adalah negara demokratis berasaskan keyakinan, bahwa satu lembaga politik harus menjamin adanya kebebasan dan persamaan, di samping menjujung tinggi kekuasaan hukum dan sistem perwakilan rakyat dalam parlemen. Maka tugas pokok negara dan pemerintahan di dalam demokrasi ialah: a) melindungi bangsa dan negara terhadap agresi dari luar dan pengrorongan dari dalam yang merusak kesatuan dan persatuan: b) Menegakkan kekuatan hukum dan menjamin keadilan, serta c) Melaksanakan segenap konvensi dan peraturan, agar tercapai ketenangan, ketenteraman, kedamaian dan kesejateraan di dalam negeri, sebab hukum merupakan kekuatan pokok guna menegakkan ketertiban.

Maka membimbing rakyat itu harus diartikan sebagai mendidik semua warga mayarakat, anak, orang dewasa dan orang lanjut usia, supaya: bisa berkembang dengan bebas dan maksimal, dan mampu melakukan realisai-diri, bekerja dan hidup sejahtera.

 

2.        Jenjang Pendidikan Formal di Indonesia

Menurut Undang-undang no 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas, pada bab VI pasal 16 disebutkan bahwa jenjang pendidikan formal di Indonesia meliputi tiga jenjang, yaitu: pendidikan Dasar, pendidikan Menengah, dan pendidikan Tinggi.

 

a.         Pendidikan Dasar.

Pendidikan dasar merupakan jenjang pendidikan yang melandasi jenjang pendidikan menengah. Pemerintah menetapkan wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun, dan setiap warga negara yang berusia 7 (tujuh) tahun wajib mengikuti belajar pada jenjang pendidikan dasar tanpa dipungut biaya. Pendidikan dasar berbentuk: Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) atau bentuk lain yang Sederajat selama 6 tahun; dan sekolah Menengah Pertama (SMP), Madrasah Tsanawiyah (MTs), atau bentuk lain yang sederajat selama 3 tahun.

 

b.        Pendidikan Menengah.

Pendidikan menengah merupakan lanjutan pendidikan dasar. Pendidikan menengah terdiri atas: Pendidikan menengah umum, berbentuk Sekolah Menengah Atas (SMA), Madrasah Aliyah (MA), atau bentuk lain yang sederajat; dan Pendidikan menengah kejuruan, berbentuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) atau Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK), atau bentuk lain yang sederajat, selama 3 tahun.

 

 

c.         Pendidikan Tinggi.

Pendidikan tinggi merupakan jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah yang mencakup program pendidikan diploma (2-4 tahun); sarjana (4 tahun atau lebih); magister, spesialis, dan doktor (2 tahun atau lebih); yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi.

Perguruan tinggi dapat berbentuk: Akademi, Politeknik, Sekolah Tinggi, Institut, atau Universitas. Perguruan tinggi berkewajiban menyelenggarakan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Perguruan tinggi dapat menyelenggarakan program akademik, profesi, dan atau vokasi.

 

 

III.        PEMBAHASAN

Pada kajian tentang jenjang pendidikan formal, pada dasarnya pola penjenjangan antara kedua negara hampir sama, namun di Pakistan pada jenjang pendidikan Dasar  ada jenjang Sekolah Menengah Kedua. Wajib belajar pendidikan Dasar di Pakistan adalah dari usia 5 tahun sampai usia 15 tahun, sedangkan di Indonesia usia masuk pendidikan Dasar adalah usia 7 tahun.

Pada Jenjang Pendidikan Menengah di Pakistan, dibagi menjadi tiga siklus: sekolah menengah tiga tahun, dua tahun sekunder dan dua tahun lebih tinggi sekunder. Pada penyelesaian siklus kedua, siswa mengambil Sertifikat Sekolah Menengah atau Matrikulasi Ujian. Sedangkan di Indonesia, siswa hanya bisa memilih jalur pendidikan umum atau kejuruan saja.

Pada jenjang pendidikan tinggi, penyelenggara pendidikan di Pakistan sama dengan di Indonesia, yaitu Universitas, Perguruan Tinggi, dan Institut. Namun dalam hal tahapan/level studi di Universitas yang akan menghasilkan sertfikat/gelar, di Pakistan lebih banyak tingkatannya dibandingkan dengan Indonesia. Di Pakistan gelar pada pendidikan tinggi meliputi:

·         Secondary School Certificate

·         Intermediate Certificate

·         DOC | DOCX


Komentar:

29 Maret 2012 pukul 17:48 WIB
muhammad sukoco mengatakan...
wah untuk yang mengenai pakistan msh krg banyak...hehehe

23 Oktober 2011 pukul 12:14 WIB
Rinrin mengatakan...
good... grin tp ko sepotonk doank yuuaahhh??? rolleyes


Kirim Komentar Anda:

Nama Anda (wajib diisi) E-Mail (tidak dipublikasikan) http:// Website, Blog, Facebook, dll (wajib diisi)


<-- isi kode di atas (wajib diisi)

grinLOLcheesesmilewinksmirkrolleyesconfused
surprisedbig surprisetongue laughtongue rolleyetongue winkraspberryblank starelong face
ohhgrrrgulpoh ohdownerred facesickshut eye
hmmmmadangryzipperkissshockcool smilecool smirk
cool grincool hmmcool madcool cheesevampiresnakeexcaimquestion