Sign language for electronics : gesture recognition technology from GestureTek really works
Kategori: Resume Tugas
Diposting oleh merzcharmy pada Minggu, 01 Mei 2011
Pengenalan tanda bahasa untuk elektronik dulu hanya sekedar menepuk tangan untuk menyalakan lampu, menggerakkan tangan untuk menyalakan stereo atau tv. Teknologi seperti ini disebut dengan webcam-based hand, face, and body tracking solution. Suatu teknologi baru telah dipatenkan oleh silicon valley berbasis perusahaan yang disebut gestureTek.inc.
GestureTek adalah suatu teknologi yang dapat mengenali gerakan tubuh dengan menggunakan kamera yang ada pada perangkat elektronik seperti televisi, dvd, komputer, dll. Alat-alat/perangkat elektronik tersebut akan menangkap perintah gerakan melalui kamera tersebut. Program akan mengisolasi objek individu yang melakukan gerakan sehingga walaupun ada noise, atau cahaya tidak akan mengganggu respon pada program tersebut. Karena objek telah dikenalinya dan diisolasi, sehingga gangguan dari luar tidak akan berpengaruh pada saat merespon gerakan. Dengan teknologi ini kita tidak harus menyentuh layar secara langsung, cukup dengan menggerakan anggota tubuh tertentu. Teknologi ini sangat customizable (gerakan tertentu dapat kita program untuk menjalankan sesuatu tersebut dapat kita ciptakan sendiri).
Untuk didunia bisnis teknologi ini sangat menguntungkan, karena customer bisa berinteraksi langsung dengan billboard iklan yang terpasang dijalan. Jika semua tempat telah menggunakan teknologi ini, maka dapat membuat hidup lebih mudah. Karena kita dapat membuat surat izin mengemudi hanya dengan berhadapan dengan suatu layar kaca. jika teknologi ini diterapkan maka teknologi ini dapat menggantikan setengah pekerjaan sebagai customer service di amerika.
sumber (Article by Julie Sartain, Salt Lake City Technology Examiner)
Baca terus » | PDF | DOC | DOCX | Komentar (0) | Minggu, 01 Mei 2011
PENGERTIAN BERBAGAI MACAM ETIKA
Kategori: ETIKA PROFESI
Diposting oleh merzcharmy pada Kamis, 14 Oktober 2010
1. ETIKA DESKRIPTIF, yaitu etika yang berusaha meneropong secara kritis dan rasional sikap dan prilaku manusia dan apa yang dikejar oleh manusia dalam hidup ini sebagai sesuatu yang bernilai. Etika deskriptif memberikan fakta sebagai dasar untuk mengambil keputusan tentang prilaku atau sikap yang mau diambil.
Etika deskriptif melukiskan tingkah laku moral dalam arti luas: adat-istiadat, kebiasaan, anggapan tentang baik-buruk, dsb. Hanya menjelaskan fenomena moral di berbagai kelompok dan individu dan tidak memberikan penilaian. Etika deskriptif tergolong ilmu empiris, bukan filsafat.
Contohnya berupa nasihat dari orang tua tentang adat istiadat, kebiasaan serta prilaku dalam kehidupan masyarakat. Karena nasihat dari orang tua tersebut hanya berupa penjelasan fakta tentang kehidupan bermasyarakat dan orang yang diberi nasihat belum tentu menerapkannya.
2. ETIKA NORMATIF, yaitu etika yang berusaha menetapkan berbagai sikap dan pola prilaku ideal yang seharusnya dimiliki oleh manusia dalam hidup ini sebagai sesuatu yang bernilai. Etika normatif memberi penilaian sekaligus memberi norma sebagai dasar dan kerangka tindakan yang akan diputuskan. Etika normatif membahas standar dan norma etis universal, memberikan penilaian baik-buruk. Etika normatif dapat disebut sebagai etika preskriptif yang berarti memerintahkan, menentukan benar/tidaknya suatu perbuatan. Etika normatif bertujuan merumuskan prinsip-prinsip etis yang dapat dipertanggung-jawabkan dengan cara rasional dan dapat diterapkan dalam praktek yaitu sebagai penalaran moralnya.
Contoh: dilarang membunuh manusia tak bersalah, abortus adalah membunuh manusia tak bersalah, jadi: abortus di larang.
• Perbedaan Etika deskriptif dan normatif adalah:
– Etika deskriptif :
• Memberikan fakta sebagai dasar untuk mengambil keputusan tentang perilaku yang dilakukan. Pada etika deskriptif hanya memberikan penjelasan tentang fakta-fakta suatu adat istiadat, kebiasaan dan perilaku yang belum tentu melakukan penerapannya. Dengan kata lain bentuk teori dari etika terdapat pada etika deskriptif tetapi penerapannya dalam praktek kehidupan terdapat pada etika normatif.
– Etika normatif :
• Memberikan penilaian sekaligus memberikan norma sebagai dasar dan kerangka tindakan yang akan diputuskan. Etika yang berusaha untuk dilakukan dalam kehidupan sehari-hari mendapatkan penilaian dari masyarakat sehingga etika normatif mengatur tindakan manusia.
Terdapat macam-macam norma yaitu:
· Norma sopan satun, yaitu norma yang menyangkut tata cara hidup dalam pergaulan sehari-hari. Contohnya seperti berbicara secara halus dan sopan kepada orang yang lebih tua.
· Norma Hukum, yaitu norma yang memiliki keberlakuan lebih tegas karena diatur oleh suatu hukum dengan jaminan hukuman bagi pelanggar, karena sangsi yang diberikan kepada pelanggarnya berupa sangsi hukum .
· Norma Moral, yaitu norma yang sering digunakan sebagai tolak ukur masyarakat untuk menentukan baik buruknya seorang sebagai manusia. Misalnya, menampilkan diri sebagai manusia dalam profesi yang dijalani.
Etika secara umum dapat dibagi menjadi :
- ETIKA UMUM, berbicara mengenai kondisi-kondisi dasar bagaimana manusia bertindak secara etis, bagaimana manusia mengambil keputusan etis, teori-teori etika dan prinsip-prinsip moral dasar yang menjadi pegangan bagi manusia dalam bertindak serta tolak ukur dalam menilai baik atau buruknya suatu tindakan. Etika umum dapat di analogkan dengan ilmu pengetahuan, yang membahas mengenai pengertian umum dan teori-teori. Etika umum membahas dan mengkaji tema-tema umum seperti: apa itu norma etis? Mengapa manusia terikat norma etis, apa hubungan kebebasan, tanggung jawab dan norma etis, dsb.
Contohnya aturan dalam lingkungan publik seperti aturan mengunjungi pasien di rumah sakit sesuai dengan jadwal yang ditetapkan oleh rumah sakit.
3. ETIKA KHUSUS, merupakan penerapan prinsip-prinsip moral dasar dalam bidang kehidupan yang khusus. Etika khusus yaitu berusaha menerapkan prinsip-prinsip etis umum dalam wilayah khusus, menggunakan premis normatif dalam membahas premis faktual untuk mendapat kesimpulan etis yang disebut juga etika terapan.
Contoh penerapan ini bisa berwujud : Bagaimana saya mengambil keputusan dan bertindak dalam bidang kehidupan dan kegiatan khusus yang saya lakukan, yang didasari oleh cara, teori dan prinsip-prinsip moral dasar. Namun, penerapan itu dapat juga berwujud : Bagaimana saya menilai perilaku saya dan orang lain dalam bidang kegiatan dan kehidupan khusus yang dilatarbelakangi oleh kondisi yang memungkinkan manusia bertindak etis : cara bagaimana manusia mengambil suatu keputusan atau tidanakn, dan teori serta prinsip moral dasar yang ada dibaliknya.
ETIKA KHUSUS dibagi lagi menjadi dua bagian :
a. Etika individual, yaitu menyangkut kewajiban dan sikap manusia terhadap dirinya sendiri sebagai individu.
Contohnya, sebagai individu yang menjaga kesehatan dirinya sendiri seperti mandi dua kali sehari, menggosok gigi dan makan makanan yang membari energi serta menyehatkan.
b. Etika sosial, yaitu berbicara mengenai kewajiban, sikap dan pola perilaku manusia sebagai anggota umat manusia. Etika sosial menyangkut hubungan manusia dengan manusia baik secara langsung maupun secara kelembagaan (keluarga, masyarakat, negara), sikap kritis terhadpa pandangan-pandangan dunia dan idiologi-idiologi maupun tanggung jawab umat manusia terhadap lingkungan hidup.
Contohnya : etika dalam berorganisasi seperti bagaimana melakukan kerja sama dalam organisasi, bagaimana cara melakukan diskusi dan menyampaikan pendapat dengan baik dalam suatu forum.
Perlu diperhatikan bahwa etika individual dan etika sosial tidak dapat dipisahkan satu sama lain dengan tajam, karena kewajiban manusia terhadap diri sendiri dan sebagai anggota umat manusia saling berkaitan. Dengan demikian luasnya lingkup dari etika sosial, maka etika sosial ini terbagi atau terpecah menjadi banyak bagian atau bidang. Dan pembahasan bidang yang paling aktual saat ini adalah sebagai berikut :
1. Sikap terhadap sesama
2. Etika keluarga
3. Etika profesi
4. Etika politik
5. Etika lingkungan
6. Etika idiologi
Pada gambar 1.1 terdapat bagan tujuan etika dan norma, sehingga dapat diartikan bahwa etika mempelajari norma, dimana norma terbagi menjadi dua yaitu norma khusus dan norma umum, norma umum terbgai lagi menjadi tiga bagian yaitu norma sopan santun, norma hukum, dan norma moral. Sehingga nantinya memiliki tujuan mengarahkan perkembangan masyarakat menuju suasana yang harmonis, tertib, teratur, damai dan sejahtera. Dan juga bertujuan mengajak orang untuk bersikap kritis dan rasional dalam mengambil keputusan secara otonom.
Gambar 1.2 Klasifikasi Etika
Baca terus » | PDF | DOC | DOCX | Komentar (1) | Kamis, 14 Oktober 2010
MULTISCALE FEATURE AND SINGLE NEURAL NETWORKBASED FACE RECOGNITION
Kategori: Just Share..
Diposting oleh merzcharmy pada Jumat, 04 Juni 2010
Berikut ini merupakan ini sebagian isi dari jurnal dengan judul "MULTISCALE FEATURE AND SINGLE NEURAL NETWORKBASED FACE RECOGNITION" untuk mengetahui lebih jauh mengenai isi jurnal ini silahkan dicari, mohon maaf saya tidak bisa mencantukmkan link downloadnya.
Pelaksanaan pengenalan wajah menggunakan jaringan syaraf (recognition classifier) pada fitur wajah multi-skala (seperti mata, hidung, mulut dan bagian muka lainnya). Pada sistem ini terdiri dari tiga bagian, preprocessing, ekstraksi fitur multiskala dan klasifikasi wajah menggunakan jaringan syaraf tiruan. Ide dasar dari metode yang diusulkan untuk membangun fitur wajah dari multi-skala gambar patch untuk komponen wajah yang berbeda. Fitur wajah multiskala (seperti Mata, Hidung, Mulut dan sisa bagian wajah lainnya) menjadi masukan untuk klasifikasi jaringan syaraf, yang menggunakan back propagasi, algoritma dan jaringan radial fungsi untuk mengenali wajah dan variasi ekspresi wajah, perubahan pencahayaan, dengan kemiringan 5-10 derajat dengan lebih detail. Inti dari algoritma yang diusulkan ini adalah suatu keindahan untuk menggunakan jaringan saraf tunggal sebagai pengklasifikasinya, yang menghasilkan pendekatan straight forward untuk pengenalan wajah. Algoritma yang diusulkan diuji pada basis data FERET wajah untuk 200 gambar dari 40 subyek (120 wajah untuk 80 pelatihan untuk pengujian) dan hasilnya lebih baik dibandingkan dengan teknik pengenalan wajah yang lain. (1, 2, 3)
Implementasi dalam pendeteksian pengenalan wajah ini :
1. Diberi gambar wajah normal dan preprocessed dengan koordinat mata yang diketahui.
2. Berdasarkan koordinat mata yang telah diketahui tersebut maka dapat diperkirakan ukuran mata kiri dan mata kanan. Menyimpan resolusi gambar yang asli untuk observasi mata.
3. Gunakan Gaussian filter untuk seluruh gambar.
4. Potong patch hidung dan patch mulut dari gambar tersebut. Lokasi dari patch hidung dan patch mulut dibuat sama untuk semua gambar.
5. Untuk mengobservasi bagian hidung resolusi gambarnya diturunkan sampai setengah. Pilih 1 pixel untuk setiap 2 pixel. Untuk bagian mulut buat 1 pixel untuk 4 pixel. Gunakan dimensi x dan y.
6. Gunakan patch ekstra untuk bagian sisa wajah yang lain . Simpan 1 pixel untuk 8 pixel. Gunakan untuk dua dimensi x dan y.
7. Konversi patch gambar tadi ke langkah 2,5,dan 6 menjadi vektor gambar single dengan dimensi N x 1(pada kasus ini 336 x 1)
Jaringan multi-layer dibuat dalam hidden layer dengan ukuran 90, nomor dari node inputnya sama dengan jumlah fitur wajah (336), jumlah node outputnya sama dengan jumlah wajah yang akan dikenali, dalam hal ini adalah (40), fungsi transfer logsig dan purelin digunakan tujuan kesalahan adalah sama dengan
Baca terus » | PDF | DOC | DOCX | Komentar (0) | Jumat, 04 Juni 2010
