Studi komperatif saudi arabia. UNSRI.Teknologi Pendidikan

Kategori: Welcome
Diposting oleh merry_maswarita pada Rabu, 28 April 2010
[1947 Dibaca] [3 Komentar]Post to TwitterPost to Facebook

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Secara psikologis, bahawa dorongan rasa ingin tahu manusia yang kuat, telah mendorong seseorang untuk mengetahui dan mempelajari lebih jauh tentang keadaan kehidupan yang berlaku di luar lingkungan masyarakatnya atau negaranya sendiri. Dan dengan mengetahui keadaan  kehidupan yang berlaku diluar lingkungan masyarakatnya sendiri dan dapat mengetahui kehidupan masyarakat lainnya itu akan mengakibatkan terjadinya saling pengertian dan terjalinnya kerja sama dan saling tolong menolong untuk mencapai tujuan dan kemajuan bersama. Untuk mengetahui keberadaan di luar masyarakatnya atau bangsa lainnya diperlukan apa yang sekarang dikenal dengan istilah studi komparative atau studi perbandingan. Menurut pengertian dasarnya studi perbandingan mempuyai arti menganalisa dua hal atau lebih untuk mencari kesamaan-kesamaan dan perbedaan-perbedaannya. Sehingga dengan demikian akan dapat memberikan pegertian dan pemahaman terhadap berbagai macam sistem pendidikan yang ada diberbagai negara dan kawasan dunia umumnya khususnya sistem pendidikan di Negara Indonesia dan Negara Arab Saudi  dengan berbagai latar belakang sejarahnya, secara komparatif.

Selain dari beberapa hal tersebut dengan studi perbandingan sistem pendidikan yang ada. Akan mengakibatkan tumbuh dan berkembangnya kemampuan untuk membandingkan berbagai sistem pendidikan dari berbagai negara dan kawasan dunia tersebut. Kemudian selain yang tersebut dengan studi perbandingan ini pula, seseorang akan lebih mudah untuk menganalisa dan menyimpulkan sumber-sumber kekuatan dan kelemahan dari sistem pendidikan yang berorentasi pada tujuan-tujuan pendidikan Internasional dan Universal. Dari berbagai hal tersebut kita sebagai penerus bangsa yang juga cinta akan terciptanya sistem pendidikan yang dapat menumbuhkan sifat positif dan terbuka terhadap berbagai usaha inovasi dan pembaharuan pendidikan di Indonesia. Dalam rangka pengembangan pendidikan nasional. Dan pembaharuan ini bisa saja dilakukan dengan cara adanya studi perbandingan sistem pendidikan antara beberapa negara sehingga dapat mengetahui kelemahan dan kelebihan dari masing-masing sistem yang permah dilakukan dalam suatu negara tersebut.

 

 B. Rumusan Masalah

Berpijak dari latar belakang masalah yang telah tersebut di atas maka penulis dapat merumuskan ” Bagaimana sistem pendidikan Indonesia dan Arab Saudi ditinjau dari jenjang pendidikan masing-masing negara”.

C. Tujuan Masalah

1. Ingin mengetahui sistem pendidikan di Indonesia

      2. Ingin mengetahui sistem pendidikan di Arab Saudi

      3. Sebagai referensi bacaan bagi mahasiswa, guru dan praktisi pendidikan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

      A. Pengertian perbandingan pendidikan

Perbandingan pendidikan merupakan terjemahan dari istilah ”Comparative Education”. Sementara ahli yang lain, mengalihkan istilah tersebut kedalam bahasa Indonesia.  Dengan menggunakan istilah pendidikan perbandingan. Namun pada dasarnya berbagai istilah yang digunakan mempunyai pengertian yang sama, yaitu sebagai studi komparatif (studi perbandingan) tentang pendidikan. Atau bisa juga disebut dengan studi tentang pendidikan yang menggunakan pendekatan dan metode perbandingan.

 Menurut pengertian dasar perbandingan pendidikan adalah berarti menganalisa dua hal atau lebih untuk mencari kesamaan- kesamaan dan perbedaan-perbedaannya. Dengan demikian maka studi perbandingan pendidikan ini adalah mengandung pegertian sebagai usaha menganalisa dan mempelajari secara mendalam dua hal atau aspek dari sistem pendidikan, untuk mencari dan menemukan kesamaan-kesamaan dan perbedaan-perbedaan yang ada dari kedua hal tersebut.

                                           Sedangkan menurut Carter V. Good memberikan definisi pendidikan perbandingan adalah: lapangan studi yang mempuyai tugas untuk mengadakan perbandingan teori dan praktek pendidikan sebagai mana terdapat pada berbagai negara dengan maksud untuk megadakan perluasan pemandangan dan pengetahuan tentang pendidikan di luar negeri sendiri. Definisi ini menunjukan aspek operasioanal dari pendidikan yang terdapat di suatu negara atau masyarakat.  Didalam mempelajari sistem pendidikan suatu negara secara perbandingan , tidak boleh tidak mesti memperhatikan

     demensi waktu, mempelajari latar belakang atau faktor yang lain.

 

 

 

B. Tujuan dari perbandingan pendidikan.

  Tujuan dari perbandingan pendidikan selain untuk mencari dan menemukan kesamaan-kesamaan dan perbedaan-perbedaan antara kedua sistem pendidikan itu , juga terdapat kandungan yang lebih jauh diantaranya adalah;

      1.    Untuk mengalisa sumber-sumber atau faktor-faktor yang menyebabkan   kelebihan-kelebihan dari masing-masing sistem tersebut.

   2.      Untuk menimbulkan sikap saling pengertian dan terbuka satu sama lain.

   3.    Akan terjalinnya kerja sama satu sama lain untuk mengembangkan sistem 

          pendidikan masing-masing serta dapat saling membantu dalam memecahkan

         masalah atau kendala yang di hadapi masing-masing bangsa yang bersangkutan.

     

C.  Letak Negara di Arab Saudi dan Indonesia

PETA NEGARA ARAB SAUDI

 

 

 

 

 

 Negara                                    : Arab Saudi

 Ibu kota                                  : Riyadh

 Luas wilayah                          : 2.240.000 km2

 Bentuk pemerintahan             : Kerajaan

 Bahasa                                               : Arab

 Agama                                    : Islam

 Mata uang                              : Real 

  1. BENTUK PEMERINTAHAN NEGARA ARAB SAUDI

            Bentuk pemerintahan Negara Arab yaitu kerajaan berkostitusi dengan kepala Negara raja dan kepala pemerintahan perdana menteri. Negara Arab Saudi beribu kota Riyadh. Raja memegang fungsi legislatif, eksekutif, dan yudikatif. Raja juga mempunyai hak istimewa untuk membentuk dan membubarkan dewan menteri. Calon anggota dewan menteri harus bersumpah setia kepada raja sebelum diangkat. Kendati dewan menteri sebenarnya bertanggung jawab atas masalah pemerintahan, Badan ini   juga menjadi badan legislatif.

2. LETAK, BATAS, DAN LUAS ARAB SAUDI

    Letak Astronomis  

    Secara astronomis Negara Arab Saudi Terletak diantar 15o LU – 32o LU dan    

    antara  34o BT – 57o BT

    Letak Geografis

     Negara Arab Saudi berada di kawasan Asia Barat, tepatnya di Semenanjung Arab.

    Batas-batas Negara                      

a. Sebelah timur          : berbatasan dengan Teluk Persia dan Uni Emirat Arab.

b. Sebelah Barat         : berbatasan dengan Laut Merahdan Teluk Aqaba.

c.Sebelah utara            : berbatasan dengan Yordania,Irak, dan Kuwait.

d. Sebelah selatan        : berbatasan dengan Oman dan Yaman.

 

 

 

 

 

PETA NEGARA INDONESIA

 

               

 

                     

Negara                         : Indonesia

Ibu kota                       : Jakarta

Luas wilayah               : Indonesia memiliki lebih kurang 17.000 buah pulau dengan luas  daratan 1.922.570 km2 dan luas perairan 3.257.483 km2 

Bentuk pemerintahan  : Republik Indonesia Yang dipimpin oleh seorang Presiden

Bahasa             :  Indonesia

Agama             :  Islam, Budha,  Kristen (Protestan) dan Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu.

Mata uang                   :  Rupiah

1. LETAK, BATAS, DAN LUAS INDONESIA

Indonesia merupakan negara kepulauan yang berbentuk republik, terletak di kawasan Asia Tenggara.

1.      Letak Astronomis       :  6oLU – 11oLS dan 95oBT – 141oBT.

2.      Letak Geografis          : Diantara Benua Asia dan Benua Australia serta diantara Samudera Hindia dan Samudera Pasifik.

 

3.      Batas-batas Negara      

Sebelah Utara              :  Berbatasan dengan Philipina

Sebelah Timur             :  Berbatasan dengan Papua Nugini

Sebelah Selatan                       :  Berbatasan dengan Australia

Sebelah Barat              :  Berbatasan dengan Malaysia

D. Sistem Pendidikan di Arab Saudi

           Sejak  tahun 1953, Arab Saudi telah  melancarkan usaha  pendidikan, Pendidikan  dilaksanakan secara Cuma-cuma bagi semua penduduk, seluruh biaya ditanggung oleh pemerintah. Sistem Pendidikan di Arab Saudi memisahkan antara anak laki-laki dan anak perempuan sesuai dengan syariat islam. Secara umum sistem pendidikan dibagi 3 bagian utama yaitu :

1.      Pendidikan umum untuk anak laki-laki

2.      Pendidikan umum untuk anak perempuan

3.      Pendidikan Islam tradisional untuk anak laki-laki

Pendidikan umum untuk anak laki-laki dan anak perempuan berada dibawah

Yurisdiksi Presidensi Umum untuk Girls Pendidikan. Kedua jenis pendidikan tersebut

mengikuti kurikulum yang sama dan mengambil ujian tahunan yang sama.

           Pendidikan islam tradisional bagi laki-laki difokuskan untuk membentuk calon-calon anggota dewan ulama. Kurikulum untuk sekolah islam tradisional juga sebagian menggunakan kurikulum pendidikan umum, tetapi fokusnya pada studi islam dan bahasa arab. Untuk pendidikan agama, dilakukan dibawah supervisi dari Universitas Islam Imam Saud (Riyadh) dan Universitas Islam Madinah (Madinah).

Sebagian besar kurikulum baru dikhususkan untuk agama. Secara khusus, menghafal Al-Quran, penafsiran dan pemahaman dari Quran (Tafsir) dan penerapan tradisi Islam untuk kehidupan sehari-hari stres. Agama adalah juga belajar di tingkat universitas di samping mata pelajaran lain, dan diwajibkan bagi semua siswa.. Ada juga dua universitas Islam (disebutkan di atas) yang berfokus terutama pada pelajaran agama.

      

 

 

 

Pendidikan umum dibagi menjadi 5 bagian yaitu :

1.      Pra-Pendidikan Dasar

Pra- Pendidikan Dasar ini sama dengan Pendidikan Taman Kanak-Kanak dari usia 4 – 5 tahun pendidikan ini ditawarkan secara gratis dan bersifat sukarela. Program yang akan diberikan pada pendidikan ini adalah program pedagogis, dan tidak terorganisir untuk mempersiapkan diri masuk sekolah.

2.      Pendidikan Dasar (PRIMARY EDUCATION)

a.       Sekolah Dasar

Pada Pendidikan Dasar anak-anak mulai masuk sekolah pada usia 6 – 11 Tahun Pendidikan dasar di Arab Saudi berlangsung selama enam tahun. Dalam rangka untuk beralih ke pendidikan menengah, anak-anak harus lulus ujian pada akhir kelas 6 dari sekolah dasar dan memperoleh Sertifikat Pendidikan Dasar Umum, untuk memenuhi persyaratan untuk sekolah menengah. Kurikulum atau mata pelajaran yang ada di pendidikan dasar adalah sebagai berikut : Bahasa Arab, Pendidikan seni, Geografi, Sejarah, Ekonomi rumah (untuk anak perempuan ), Matematika, Pendidikan Jasmani (untuk anak laki-laki), Studi islam dan Sain. Sertifikat: shahadat Al Madaaris Al Ibtidaa'iyyah (Umum Elementary School Certificate)

b.      Sekolah Menengah

Pada Pendidikan Menengah anak-anak mulai masuk sekolah pada usia

       12 – 14 tahun. Pendidikan menengah di Arab Saudi berlangsung selama tiga tahun

         dan ini adalah tahap akhir dari pendidikan menengah. Kurikulum yang ada di

          pendidikan  menengan adalah  sebagai berikut : Bahasa Arab,  Pendidikan seni,

         Geografi,  Sejarah,  Ekonomi  rumah  (untuk anak perempuan),  Matematika,

         Pendidikan Jasmani (untuk anak laki-laki), Studi Islam dan Sain dan   bahasa

         Tambahannya adalah bahasa Inggris.

          Sertifikat: shahadat Al-Kafa'at Al-Mutawassita (Intermediate School Certificate)

3.      Pendidikan Menengah

Pada Pendidikan Sekunder anak-anak mulai masuk sekolah pada usia

        15 – 17 tahun. Pendidikan Sekunder ini menawarkan 3 program yaitu  Pendidikan

       Menengah  Umum,Pendidikan Menengah  Agama, Pendidikan Menengah Teknik.

       Pendidikan ini berlangsung selama 3 tahun.

a.       Pendidikan Menengah umum

Selama tahun pertama siswa menggunakan kurikulum yang umum dan

dua tahun berikutnya siswa dibagi menjadi 2 bagian yaitu ilmiah dan sastra.

Siswa yang mendapat skor 60 persen dalam semua mata pelajaran tahun pertama dapat memilih antara ilmiah dan sastra dan apabila siswa tersebut mendapat skor di bawah 60 persen dalam semua mata pelajaran tahun pertama maka siswa tersebut harus memilih sastra. Kurikulum Umum : Bahasa Arab, Biologi, Kimia, Bahasa Inggris, Geografi, Sejarah, Ekonomi rumah (untuk anak perempuan), Matematika, Pendidikan Jasmani (untuk anak laki-laki) dan pelajaran agama. Setelah siswa tersebut menyelesaikan sekolahnya, maka siswa yang lulus Ujian Sekunder Umum akan menerima sertifikat Shada al- Marhalat ath-Thanawiyya), yang digunakan untuk studi ke universitas atau bentuk-bentuk pendidikan yang lebih tinggi.

b.      Pendidikan Menengah Agama

Pendidikan ini hanya untuk anak laki-laki saja, dimana nantinya akan menjadi ulama. Kurikulum di sini memiliki fokus utama tentang islam dan Arab. Selain itu Sastra Arab, Inggris, Budaya umum, Geografi dan Sejarah. Setelah menyelesaikan ujian siswa akan menerima sertifikat shahadat Al Thanawiyyah Al ‘Aama lil Ma’aahid Al ilmiyya dengan mana mereka bias masuk ke pendidikan agama tinggi.

c.       Pendidikan Menengah Teknik

Ada  3  jenis  pendidikan  yang  ditawarkan  pada  tingkat  ini  yaitu

            Kejuruan, Komersial dan Pertanian. Pada Kejuruan ini ditawarkan beberapa

            bidang yaitu Arsitektur, Auto  mekanika,   Listrik, Mesin  mekanik, Logam

            mekanika dan Radio dan televisi. Kurikulum untuk pelajaran umum adalah

            Bahasa Arab, Kimia, Bahasa inggris, Matematika, Pendidikan Jasmani,  Fisika,

            Agama.  Komersial   mencakup   mata   pelajaran :  Bahasa  Arab,   Inggris,

           Pembukuan dan Akutansi, Komersial korespondensi,  Ekonomi. Keuangan

           Matematika, Umum matematika, Geografi, Manajemen dan  sekretaris dan

            Agama.   Cabang   pertanian   menawarkan   subyek :  Agronomi  peternakan,

       Agricultural   economics,  Farm  manajemen, Hortikultural, Marketing, Plant

       Gizi, Terapan biologi,  Terapan  kimia, Matematika Terapan, Applied Physics,

       Arab, Inggris dan Islam.

       Semua   pendidikan   kejuruan  tersebut   dibawah  otoritas  organisasi umum

       pendidikan  teknik.  Sertifikat   yang   didapatkan  adalah Teknis: Diploma Al

       Madaaris   Al Thanawiyyah   Al Mihaniyyah  ( Sekolah  Menengah  Kejuruan

       Diploma).   Komersial  :    Diploma    Al Madaaris   Al  Ziraa’iyyah   (Sekolah

       Menengah     komersial   Diploma).   Pertanian :   Diploma   Al Madaaris   Al

        Ziraa’iyyah ( Sekolah Menengah Pertanian). Membutuhkan waktu lima sampai

       Enam tahun.

4.      Perguruan Tinggi

Pendidikan ini disediakan oleh 7 universitas, beberapa perguruan tinggi untuk perempuan. Beroperasi dibawah yurisdiksi Kementerian Pendidikan Tinggi. Universitas Islam Madinah dikelola oleh Dewan menteri.

Seperti dinyatakan sebelumnya Perguruan Tinggi di Arab Saudi menawarkan dua jenis pendidikan yaitu Islam tradisional dan berorientasi Baat. Universitas Islam Madinah dan Imam Muhammad bin Saud Universitas Islam focus pada hukum Islam, studi Al-Quran, Bahasa Arab dan ilmu-ilmu social. Akses ke lembaga-lembaga pendidikan tinggi didasarkan pada hasil Pendidikan Menengah Umum. Masing-masing fakultas dapat menyelenggarakan ujian masuk sendiri.  Untuk mencapai gelar S.1 memerlukan waktu 4 tahun kecuali jurusan Farmasi dan kedokteran memerlukan waktu 5 tahun karena di tambah dengan pelatihan klinis, teknik dan Kedokteran hewan.

Untuk program Pascasarjana memerlukan waktu 2 tahun, Gelar master diberikan dalam bidang ekonomi, bisnis dan administrasi public, akuntasi, teknik, seni dan humaniora, ilmu kelautan, ilmu bumi, meteorology, lingkungan dan lahan kering ilmu pertanian, hukum islam.

             

 

 

      Untuk gelar doktor memerlukan waktu 3 tahun setelah gelar master  calon harus menyerahkan Disertasi berdasarkan penelitian mandiri. Bidang-bidang yang ditawarkan adalah hukum Islam, Bahasa arab dan studi Islam , Ilmu-Ilmu sosial, Islam propagasi, Komunikasi dan Orientalisme.

E. Sistem Pendidikan di Indonesia

                 Dilihat dengan adanya perubahan undang-undang tentang pendidikan, yaitu UU No.4 Tahun 1950 tentang dasar-dasar pendidikan dan pengajaran di sekolah untuk seluruh Indonesia dan UU No.2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Melalui undang-undang ini, maka pendidikan nasional telah mempunyai dasar legalitasnya. Namun demikian pendidikan nasional sebagai suatu sistem bukanlah merupakan suatu hal yang baku. Suatu sistem merupakan suatu proses yang terus-menerus mencari dan menyempurnakan bentuknya (H.A.R. Tilaar, 1999: 1). Meskipun demikian, pendidikan di Indonesia selama ini belum mampu menghasilkan lulusan yang dapat diandalkan dalam menciptakan lapangan kerja, bahkan lulusan yang dihasilkan juga masih disanksikan kualitasnya.

               Gerakan reformasi tahun 1998, menuntut diadakannya reformasi bidang pendidikan. Forum Rektor yang lahir 7 November 1998 di Bandung, juga mendeklarasikan perlunya reformasi budaya, melalui reformasi pendidikan. Tuntutan reformasi itu dipenuhi oleh DPR-RI bersama dengan pemerintah, dengan disahkan Undang-undang Sisitem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) tanggal 11 Juni 2003.

                 Dalam Undang-undang Sisdiknas Tahun 2003 disebutkan bahwa, pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung  jawab.

Berdasarkan  UU Sisdiknas No.20 Tahun 2003,  jenjang    pendidikan  di Indonesia  ada 4 yaitu;
1.Pendidikan
 Prasekolah
2.Pendidikan
 Dasar
3.Pendidikan
 Menengah

4.Pendidikan  Tinggi

 

a. Pendidikan Prasekolah

                Pendidikan prasekolah adalah pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani anak didik di luar lingkungan keluarga sebelum memasuki pendidikan dasar, yang diselenggarakan di jalur pendidikan sekolah atau di jalur pendidikan luar sekolah.

                Pendidikan prasekolah bertujuan untuk membantu meletakkan dasar kearah perkembangan sikap, pengetahuan, keterampilan dan daya cipta yang diperlukan oleh anak didik dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya dan untuk pertumbuhan serta perkembangan selanjutnya.

            Bentuk satuan pendidikan prasekolah meliputi :

1.      Taman Kanak-kanak / Raudatul Athfa

2.      Kelompok bermain

3.      Penitipan anak

    Taman  kanak-kanak  adalah  salah  satu bentuk pendidikan prasekolah yang

Menyediakan program pendidikan dini bagi anak usia 4- 5 tahun. Taman kanak-kanak termasuk jalur pendidikan sekolah. Sedangkan kelompok bermain dan penitipan anak terdapat di jalur pendidikan luar sekolah.

                Kelompok bermain adalah salah satu bentuk usaha kesejahteraan anak dengan mengutamakan kegiatan bermain, yang juga menyelenggarakan pendidikan prasekolah bagi anak usia 4 – 5 tahun. Sedangkan penitipan anak adalah salah satu bentuk kesejahteraan anak bagi anak yang orang tuanya tidak berkesempatan untuk menyelenggarakan usaha kesejahteraan anak pada waktu mereka bekerja, yang juga menyelenggarakan pendidikan prasekolah bagi anak usia 3 tahun sampai memasuki pendidikan dasar.

               Isi program kegiatan belajar di Taman Kanak-kanak meliputi pengembangan :

1.      Moral atau Pendidikan Pancasila

2.      Agama

3.      Disiplin

4.      Kemampuan berbahasa

5.      Daya Pikir

6.      Daya Cipta

7.      Perasaan atau Emosi

8.      Kemampuan bermasyarakat

9.      Keterampilan

10.  Jasmani

   Pelaksanaan ketentuan isi program belajar diatur oleh Menteri Pendidikan dan

Kebudayaan, sedangkan yang berkenaan dengan pengembangan agama  diatur oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dari Menteri Agama.

b. Pendidikan Dasar

   Pendidikan   dasar   adalah  pendidikan  umum   yang  lamanya  9  tahun  di

selenggarakan selama 6 tahun  di sekolah dasar dan 3 tahun di sekolah lanjutan tingkat pertama atau SMP. Bagi anak usia 6 – 14 tahun.

               Sekolah Dasar adalah bentuk satuan pendidikan dasar yang menyelenggarakan program pendidikan enam tahun. Sedangkan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama atau SMP adalah bentuk satuan pendidikan dasar yang menyelenggarakan program pendidikan 3 tahun.

               Pendidikan dasar bertujuan untuk memberikan bekal kemampuan dasar kepada peserta didik untuk mengembangkan kehidupannya sebagai pribadi, anggota masyarakat, warga negara, dan anggota umat manusia serta mempersiapkan peserta didik untuk mengikuti pendidikan menengah.

             Pendidikan dasar diselenggarakan untuk mengembangkan sikap dan kemampuan serta memberikan pengetahuan dan keterampilan dasar yang diperlukan untuk hidup dalam masyarakat serta mempersiapakan peserta didik yang memenuhi persyaratan untuk mengikuti pendidikan menengah.

             Pendidikan dasar diselenggarakan dengan memberikan pendidikan yang meliputi antara lain, penumbuhan keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, pembangunan watak dan kepribadian, serta pemberian pengetahuan dan keterampilan dasar.

Pendidikan dasar berbentuk :

1.Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) atau bentuk lain yang sederajat.
2.Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs)
.
              

               Kurikulum pendidikan dasar dan menengah wajib memuat; pendidikan agama, pendidikan kewarganegaraan, bahasa, matematika, ilmu pengetahuan alam, ilmu pengetahuan sosial, seni dan budaya, pendidikan jasmani dan olah raga, keterampilan/kejuruan dan muatan lokal (UU, Sisdiknas, pasal 37:2003).
             Kurikulum pendidikan dasar dan menengah dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh setiap kelompok satuan pendidikan dan komite sekolah/madrasah dibawah koordinasi dan supervisi dinas pendidikan atau kantor Departemen Agama Kabupaten/Kota untuk pendidikan dasar dan provinsi  untuk  pendidikan menengah

(UU, Sisdiknas, Pasal 38 : 2003).

c. Pendidikan Menengah

               Di Indonesia pendidikan menengah juga terdiri dari beberapa jenis pendidikan

Pendidikan menengah merupakan lanjutan dari pendidikan dasar. Pendidikan menengah terdiri atas :

1.      Pendidikan Menengah Umum

2.      Pendidikan Menengah Kejuruan

3.      Pendidikan Menengah Keagamaan

   Pendidikan   menengah   umum   mengutamakan   siswa   untuk   melanjutkan

pendidikan pada jenjang pendidikan tinggi. Pendidikan menengah kejuruan mengutamakan siswa untuk memasuki lapangan kerja serta mengembangkan sikap professional. Lapangan kerja disini dapat berbentuk kesempatan kerja sebagai tenaga yang diperkerjakan atau kesempatan untuk bekerja sendiri. Pendidikan menengah keagamaan siswa dalam penguasaan pengetahuan khusus tentang ajaran agama yang bersangkutan. Lamanya pendidikan menengah adalah 3 tahun. Bagi usia 15 – 17 Tahun.

Pendidikan menengah berbentuk:
1.Sekolah Menengah Atas (SMA),
2.Madrasah Aliyah (MA),
3.Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan
4.Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK), atau bentuk lain yang sederajat (UU, Sisdiknas, pasal 18, 2003).

               Kurikulum pendidikan menengah wajib memuat : Pendidikan agama, Pendidikan Kewarganegaraan, Bahasa, Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam, Ilmu pengetahuan social, Seni dan Budaya, Pendidikan Jasmani dan olah raga, Keterampilan/Kejuruan dan Muatan Lokal ( UU, Sisdiknas, Pasal 37:2003).

d. Pendidikan Tinggi

                 Jenjang pendidikan tinggi di Indonesia terdiri dari beberapa macam dimana, Pendidikan tinggi merupakan jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah yang mencakup program pendidikan diploma, sarjana, magister, spesialis dan doctor yang diselenggarakan oleh Perguruan Tinggi (UU, Sisdiknas, Pasal 19:2003).

Perguruan tinggi dapat berbentuk :

1.      Akademi

2.      Politeknik

3.      Sekolah Tinggi

4.      Institut atau

5.      Unversitas

     Perguruan tinggi berkewajiban menyelenggarakan pendidikan, penelitian dan

pengabdian kepada masyarakat. Perguruan tinggi dapat menyelenggarakan program akademik, profesi dan vokasi ( UU, Sisdiknas, Pasal 20:2003). Kerangka dasar dan kurikulum Pendidikan Tinggi di Indonesia dikembangkan oleh perguruan tinggi yang bersangkutan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan untuk setiap program studi. Dimana kurikulum pendidikan tinggi wajib memuatkan Pendidikan agama, Pendidikan kewarganegaraan dan bahasa.

               Berbeda dengan sekolah menengah, perguruan tinggi menerapkan sistem kredit semester (SKS). Di perguruan tinggi, seorang mahasiswa jika dapat menghabiskan jumlah kredit mata kuliah yang ditargetkan dan dapat menempuhnya dalam waktu tertentu sesuai dengan rencana yang diprogramkan, mahasiswa tersebut dapat menyelesaikan pendidikan tinggi Strata 1 (S 1) dalam waktu 4 tahun. Namun bila tidak sanggup karena banyak mengulang mata kuliah yang rendah nilainya atau karena cuti, waktu yang ditempuh untuk diwisuda sebagai seorang sarjana bisa lebih dari 4 tahun. Kalau ia berhasil wisuda dan berniat melanjutkan studi lanjut, masih ada dua tahap dalam pendidikan tinggi yang dapat ditempuhnya, yaitu jenjang S 2 atau Magister yang normalnya ditempuh selama 2 tahun dan jenjang S 3 atau Doktor yang efektifnya ditempuh selama 2 tahun, sedangkan sisanya untuk penelitian. Apabila seluruh tahap pendidikan tinggi ini ditempuh, diberi gelar Doktor untuk bidang yang dipilihnya.

              Seperti halnya di banyak negara lain, di Indonesia juga dikenal adanya perguruan tinggi negeri yang dikelola langsung oleh pemerintah dan perguruan tinggi swasta. Dalam realitasnya, pelajar Indonesia banyak yang mendaftar ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) terlebih dahulu, baru menetapkan pada Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Kesan sekolah negeri dan PTN lebih unggul dan absah serta dianggap lebih mudah mendapat kerja masih melekat dan banyak diyakini oleh masyarakat. Padahal, setelah peraturan Badan Akreditasi Nasional (BAN) untuk perguruan tinggi diberlakukan dengan status terakreditasi dan nonterakreditasi, sebenarnya PTN dan PTS diperlakukan sama. Bahkan, bisa jadi PTS mendapat nilai lebih baik daripada PTN. Soal unggul dan jaminan kerja merupakan perkara yang relatif. Perguruan tinggi sekedar menyiapkan pesertanya untuk bermasyarakat, sedang keberhasilan itu dipengaruhi oleh banyak faktor. Perguruan tinggi diharapkan berfungsi sebagai agent of change bagi pola kehidupan masyarakat modern. Sesuai dengan Tri Darma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian dan pengabdian, pendidikan dilangsungkan dalam bentuk perkuliahan di ruang kelas, penelitian atau riset dilakukan terutama oleh mahasiswa semester akhir sebelum diwisuda (berupa penulisan skripsi, tesis, ataupun disertasi), sedangkan pengabdian dilakukan dalam bentuk Kuliah Kerja Nyata (KKN), atau kalau di universitas keguruan berupa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) (Abd. Rachman Assegaf, 2003: 275-276).

F. Persamaan dan Perbedaan

                Dari kajian sistem pendidikan di atas, penulis menemukan adanya beberapa persamaan dan perbedaan sistem pendidikan yang diterapkan pada dua negara tersebut. Adapun persamaannya:

  1. Sistem penjenjangan persekolahan pendidikan di kedua negara tersebut sama-sama menggunakan pola 6-3-3-4, yaitu 6 tahun bagi SD, 3 tahun bagi SMP, 3 tahun bagi SMA, dan 4 tahun di perguruan tinggi.
  2. Usia siswa yang belajar pada setiap jenjangnya ada yang sama, yaitu pendidikan dasar 9 tahun antara usia 6-14 tahun, sekolah menengah atas usia 15-17 tahun, dan pendidikan tinggi antara 18-21 tahun.
  3. Kedua negara tersebut mewajibkan belajar bahasa Inggris sejak tahun pertama di SMP, dengan demikian siswa diharapkan mempunyai kemampuan yang berwawasan internasional.

4.      Arab Saudi dan Indonesia sama-sama  semakin memprioritaskan bidang pendidikan.

Perbandingan tingkat pendidikan dilihat dari segi usia dan jenjang pendidikan

No.

Indonesia

Arab Saudi

1.

Jenjang Pendidikan

a.      Pendidikan Prasekolah

1.      Taman Kanak-kanak / Raudatul Athfa

2.      Kelompok bermain

3.      Penitipan anak

Usia 4 – 5 Tahun

b.      Pendidikan Dasar

Pendidikan umum yang lamanya

9 tahun di selenggarakan selama

6 tahun di SD dan 3 tahun di SMP

   Usia 6 – 14 tahun

 

c.       Pendidikan Menengah

1.Sekolah Menengah Atas (SMA),
2.Madrasah Aliyah (MA),
3.Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan
4.Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK), atau bentuk lain yang sederajat

  Usia 15 – 17 tahun

 

 

 

 

 

 

d.      Pendidikan Tinggi

Untuk S.1 membutuhkan waktu 4 tahun tetapi untuk kedokteran 5 tahun. S.2 membutuhkan waktu 2 tahun. S.3 membutuhkan yang efektifnya ditempuh selama 2 tahun, sedangkan sisanya untuk penelitian.

Berbeda dengan sekolah menengah, perguruan tinggi menerapkan sistem kredit semester (SKS)

Usia 18 – 21 tahun ini untuk S.1

S.2 dan S.3 berbagai usia

  Perguruan tinggi dapat berbentuk :

1.      Akademi

2.      Politeknik

3.      Sekolah Tinggi

4.      Institut atau

5.      Unversitas

Sistem penjenjangan persekolahan pendidikan di kedua negara tersebut sama-sama menggunakan pola 6-3-3-4, yaitu 6 tahun bagi SD, 3 tahun bagi SMP, 3 tahun bagi SMA, dan 4 tahun di perguruan tinggi.

 

 

Jenjang Pendidikan

a.      Pra-Pendidikan Dasar

1.      Taman Kanak-kanak

 

 

 

Usia 4 – 5 Tahun

b.      Pendidikan Dasar

Pendidikan umum yang lamanya 9 tahun diselenggarakan selama 6 tahun di Sekolah Dasar dan

Sekolah Menengah.

Usia 6 – 14  tahun

c.       Pendidikan Menengah

1.      Pendidikan Menengah Umum

2.      Pendidikan Menengah Agama

3.      Pendidikan Menengah Teknik

Pendidikan Menengah Teknik ini dibagi menjadi 3 yaitu :

1.      Kejuruan

2.      Komersial

3.      Pertanian

Membutuhkan waktu lima sampai enam tahun. Ini untuk pendidikan menengah teknik. Kalau untuk Pendidikan Menengah Umum dan Pendidikan Menengah Agama

Membutuhkan waktu hanya 3 tahun

Usia 15 – 17 tahun

d.      Perguruan Tinggi

Untuk S.1 membutuhkan waktu 4 tahun tetapi untuk farmasi dan kedokteran 5 tahun. S.2 membutuhkan waktu 2 tahun dan untuk S.3 membutuhkan waktu 3 tahun.

Usia 18 -21 tahun ini untuk S. 1

S.2 dan S.3 berbagai usia.

Sistem penjenjangan persekolahan pendidikan di kedua negara tersebut sama-sama menggunakan pola 6-3-3-4, yaitu 6 tahun bagi SD, 3 tahun bagi SMP, 3 tahun bagi SMA, dan 4 tahun di perguruan tinggi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Perbandingan tingkat pendidikan di lihat dari segi kurikulumnya

No.

Arab Saudi

Indonesia

1.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3.

 

 

 

 

 

 

 

4.

 

Pra-Pendidikan Dasar

Program yang akan diberikan pada pendidikan ini adalah program pedagogis, dan tidak terorganisir untuk mempersiapkan diri masuk sekolah.

 

 

 

 

 

 

 

Pendidikan Dasar

Kurikulum atau mata pelajaran yang ada di pendidikan dasar dan menengah adalah sebagai berikut : Bahasa Arab, Pendidikan seni, Geografi, Sejarah, Ekonomi rumah (untuk anak perempuan ), Matematika, Pendidikan Jasmani (untuk anak laki-laki), Studi islam dan Sain di tambah dengan bahasa Inggris

Pendidikan Menengah

Kurikulum Umum : Bahasa Arab, Biologi, Kimia, Bahasa Inggris, Geografi, Sejarah, Ekonomi rumah (untuk anak perempuan), Matematika, Pendidikan Jasmani (untuk anak laki-laki) dan pelajaran agama.

Pendidikan Tinggi

Perguruan tinggi di Arab Saudi menawarkan dua jenis pendidikan: Islam tradisional dan berorientasi Barat.

Pendidikan Prasekolah

Isi program kegiatan belajar di Taman Kanak-kanak meliputi pengembangan :

1.      Moral atau Pendidikan Pancasila

2.      Agama

3.      Disiplin

4.      Kemampuan berbahasa

5.      Daya Pikir

6.      Daya Cipta

7.      Perasaan atau Emosi

8.      Kemampuan bermasyarakat

9.      Keterampilan

10.  Jasmani

Pendidikan Dasar

Kurikulum pendidikan dasar dan menengah wajib memuat; pendidikan agama, pendidikan kewarganegaraan, bahasa, matematika, ilmu pengetahuan alam, ilmu pengetahuan sosial, seni dan budaya, pendidikan jasmani dan olah raga, keterampilan/kejuruan dan muatan lokal ditambah dengan bahasa Inggris

 

 

Pendidikan Menengah

Kurikulum pendidikan menengah wajib memuat : Pendidikan agama, Pendidikan Kewarganegaraan, Bahasa, Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam, Ilmu pengetahuan sosial, Seni dan Budaya, Pendidikan Jasmani dan olah raga, Keterampilan/Kejuruan dan Muatan Lokal

Pendidikan Tinggi

Menggunakan Sistem SKS sesuai dengan jurusan atau program studi masing-masing. . Dimana kurikulum pendidikan tinggi wajib memuatkan Pendidikan agama, Pendidikan kewarganegaraan dan bahasa.

 

Sedangkan perbedaan sistem pendidikan di kedua Negara tersebut adalah sebagai berikut :

1.      Dalam sistem  pendidikan dibebani tiga tujuan yaitu untuk memberikan sekurang-kurangnya pendidikan dasar bagi seluruh penduduk, untuk mempersiapkan murid-murid dengan berbagai keterampilan yang diperlukan untuk pengembangan ekonomi yang terus berubah dan untuk mendidik anak-anak dalam kepercayaan, praktek, nilai-nilai serta kebudayaan Islam  Sedangkan di Indonesia pendidikan bertujuan agar peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab.

2.      Sistem Pendidikan di Arab Saudi memisahkan antara anak laki-laki dan anak perempuan sesuai dengan syariat islam. Secara umum sistem pendidikan dibagi 3 bagian utama yaitu : 1)  Pendidikan umum untuk anak laki-laki, 2) Pendidikan umum untuk anak perempuan, 3) Pendidikan Islam tradisional untuk anak laki-laki sedangkan di Indonesia sistem pendidikannya tidak memisahkan antara anak perempuan dan anak laki-laki.

3.      Kurikulum  di Arab Saudi untuk sekolah-sekolah pria dan wanita pada setiap jenjang sama kecuali sekolah wanita menambahkan mata pelajaran manajemen rumah tangga, sementara sekolah pria menambahkan mata pelajaran jasmani, yang tidak diajarkan pada sekolah wanita, Sedangkan kurikulum di Indonesia tidak ada perbedaan antara anak pria maupun wanita semua di beri mata pelajaran yang sama.

4.      Pendidikan di Indonesia dibawah pengawas dan tanggung jawab Departemen Pendidikan Nasional, Sedangkan di Arab Saudi ditangani oleh dua departemen yaitu:

1.      Departemen Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan yang menangani Pendidikan Dasar, Menengah, baik umum maupun khusus.

2.      Departemen Pengajar Tinggi yang menangani lembaga pendidikan tinggi, baik itu dilingkungan Perguruan tinggi Umum (PTU) maupun Perguruan Tinggi Agama (PTA).

 

  

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PENUTUP

Dalam beberapa hal, pendidikan di negara Arab Saudi  dan Indonesia memiliki persamaan dan perbedaan. Sebagai misal, sistem pendidikan umum dikembangkan mulai dari tingkat taman kanak-kanak (usia 4-5 tahun), sekolah dasar (6-11 tahun), sekolah persiapan setingkat SMP (12-14 tahun), sekolah lanjutan setingkat SMA (usia 15-17 tahun), dan perguruan tinggi. Pada tingkat pendidikan dasar, negara Arab Saudi juga memberlakukan wajib belajar 9 tahun dan bahkan di beberapa sekolah yang dikelola pemerintah bebas biaya pendidikan. Kebijakan ini dilakukan untuk membuka kesempatan pendidikan bagi semua anak usia sekolah pada jenjang pendidikan dasar yang hingga saat ini masih terjadi kesulitan memperoleh kesempatan pendidikan bagi keluarga miskin.

Sebagaimana telah dikemukakan pada bab sebelumnya maka perbandingan sistem pendidikan Indonesia dengan Arab saudi  sedikit berbeda dengan pendidikan yang ada di Indonesia saat ini terutama di lihat dari faktor peserta didik, di mana peserta didik; di Arab Saudi  pada sistem pendidikan untuk peserta didik pria diwajibkan untuk mengambil mata pelajaran jasmani sedangkan wanita diwajibkan untu mengambil mata pelajaran manajemen rumah tangga, Sedangkan di Indonesia antara peserta didik pria dan wanita tidak ada perbedaan di dalam mengambil mata pelajaran.

Pendidikan di Indonesia dibawah pengawas dan tanggung jawab Departemen Pendidikan Nasional, Sedangkan di Arab Saudi ditangani oleh dua Departemen Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan dan Departemen Pengajaran Tinggi.

Pendidikan dasar antara di Indonesia dan Arab Saudi  sama yang mana kedua Negara tersebut mempunyai tujuan  pendidikan dasar yang merupakan pendidikan 9 tahun yang terdiri atas program pendidikan 6 tahun yang diselenggarakan di SD dan 3 tahun di SMP.

Bahasa yang digunakan di dalam proses belajar mengajarnya adalah menggunakan bahasa arab dan bahasa inggris ini untuk Arab Saudi sedangkan di Indonesia menggunakan bahasa Indonesia sedangkan bahasa inggris dan bahasa arab  sebagai bahasa tambahannya

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

Assegaf,  Rachman.  2001. Internasionalisasi Pendidikan. Gama Media.

Nuh,  Agustiarsyah.  2001.  Perbandingan  Sistem  Pendidikan Negara.  Bandung : Lubuk

            Agung.

Sisdiknas. UU RI No. 20 Th. 2003 , Sinar Grafika.

Tilaar,  H.A.R.  1999.   Beberapa   Agenda   Reformasi  Pendidikan  Nasional:  Dalam

            Perspektif Abad 21, Magelang : Indonesia Tera.  

http://translate .google.co.id/translate?hl=id&langpair=en|id&u=http://www.wes.org/ewe

            nr/01nov/Practical.htm.

http://www.pks-arabsaudi.org/pip/?pilih=lihat&id-192&PHPSESSID=149152d157a4613

              95f59445f278d093b.

http://translate.google.co.id/translate?hl=id&langpair-en|id&u=http://en.wikipedia.org/

              Wikipedia.org/wiki/Education_in_Saudi_Arabia.

http://translate.google.co.id/translate?hl=id&langpair=en|id&u=http://lexicorient.com/e.o/

               Saudi_Arabia. Education.htm.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                  

 

 

        

 



PDF | DOC | DOCX


Komentar:

13 November 2011 pukul 09:40 WIB
Fakhruddin mengatakan...
Sangat bermanfaat... terima kasih

01 Juni 2011 pukul 11:07 WIB
udin mengatakan...
trimaksih smga brmanfaat untuk yg membaca....

29 Desember 2010 pukul 14:29 WIB
eva mengatakan...
makasih


Kirim Komentar Anda:

Nama Anda (wajib diisi) E-Mail (tidak dipublikasikan) http:// Website, Blog, Facebook, dll (wajib diisi)


<-- isi kode di atas (wajib diisi)

grinLOLcheesesmilewinksmirkrolleyesconfused
surprisedbig surprisetongue laughtongue rolleyetongue winkraspberryblank starelong face
ohhgrrrgulpoh ohdownerred facesickshut eye
hmmmmadangryzipperkissshockcool smilecool smirk
cool grincool hmmcool madcool cheesevampiresnakeexcaimquestion