Meldariani Roy

all about math

 

HAKIKAT EVALUASI PENDIDIKAN

 

I.              PENDAHULUAN

 

A.      LATAR BELAKANG

Dalam bidang pendidikan evaluasi merupakan kegitan wajib bagi setiap insan yang berkecimpung dalam bidang pendidikan. Sebagai seorang pendidik, proses evaluasi berguna dalam hal pengambilan keputusan kedepan demi kemajuan anak didik pada khusunya dan dunia pendidikan pada umumnya. Untuk itu makalah yang berjudul hakikat evaluasi pendidikan ini disusun dengan tujauan menambah pemahaman mengenai apa, bagaimana dan mengapa perlu evaluasi dalam bidang pendidikan. 

B.       RUMUSAN MASALAH

Rumusan masalah dalam makalah ini adalah :

1.      Apa pengertian evaluasi dan evaluasi pendidikan?

2.      Apa hubungan antara pengukuran, penilaian, dan evaluasi?

3.      Apa fungsi evaluasi pendidikan?

4.      Apa tujuan evaluasi pendidikan?

5.      Siapa saja subjek (pelaku) dan objek (sasaran) evaluasi?

6.      Apa prinsip evaluasi?

7.      Apa saja ciri-ciri evaluasi hasil belajar?

 

C.      TUJUAN

Tujuan dalam makalah ini adalah :

1.      Untuk memahami pengertian evaluasi dan evaluasi pendidikan;

2.      Untuk memahami hubungan antara pengukuran, penilaian, dan evaluasi;

3.      Untuk memahami fungsi evaluasi pendidikan;

4.      Untuk memahami tujuan evaluasi pendidikan;

5.      Untuk mengetahui subjek (pelaku) dan objek (sasaran) evaluasi;

6.      Untuk memahami prinsip evaluasi;

7.      Untuk memahami ciri-ciri evaluasi hasil belajar.

 

II.           PEMBAHASAN

 

A.       PENGERTIAN EVALUASI  DAN EVALUASI PENDIDIKAN

Kata evaluasi secara harfiah berasal dari bahasa Inggris: evaluation. Sedangkan dari sudut padang istilah, sebagaimana dikemukakan oleh Edwind Wandt dan Gerald W. Brown (1977) bahwa Evaluation refer to the act or process to determining the value of something (dalam Sudijono, 2011). Menurut pengertian tersebut, istilah evaluasi mengandung makna: suatu tindakan atau suatu proses untuk menentukan nilai sari sesuatu. Definisi lain menyebutkan evaluasi adalah pengambilan keputusan terhadap sesuatu dengan ukuran baik buruk dimana penilaian tersebut bersifat kualitatif (Arikunto, 2009).  Sehingga dapat disimpulkan bahwa evaluasi adalah proses penilaian terhadap sesuatu guna mengambil keputusan terhadap sesuatu itu dimana penilaian tersebut bersifat kualitatif.

Sedangkan jika berbicara mengenai evaluasi pendidikan, menurut Lembaga Administrasi Negara (dalam Sudijono, 2011) mengemukakan batasan mengenai evaluasi pendidikan adalah sebagai berikut:

1)               Proses/ kegiatan untuk menentukan kemajuan pendidikan, dibandingkan dengan tujuan yang telah ditentukan;

2)               Usaha untuk memperoleh informasi berupa umpan balik/ feed back bagi penyempurnaan pendidikan.

Definisi lain dikemukakan oleh Ralph Tyler (dalam Sudijono,2011) bahwa evaluasi pendidikan merupakan sebuah  proses pengumpulan data untuk menentukan sejauh mana, dalam hal berupa apa, dan bagian mana tujuan pendidikan sudah tercapai. Disisi lain Cronbanch dan Stufflebeam juga menambahkan bahwa proses evaluasi pendidikan bukan sekadar mengukur sejauh mana tujuan tercapai, tetapi digunakan untuk membuat keputusan (Sudijono, 2011). Sehingga dapat disimpulkan bahwa evaluasi pendidikan adalah suatu proses pengambilan keputusan dan kebijakan dalam bidang pendidikan berdasarkan ukuran tertentu.

 

B.       HUBUNGAN ANTARA PENGUKURAN, PENILAIAN, DAN EVALUASI

Istilah “pengukuran” berarti kegiatan yang dilakukan untuk mengukur sesuatu. Sehingga istilah mengukur dapat diartikan membandingkan sesuatu dengan ukuran tertentu  (Sudijono, 2011). Sehingga dapat kita simpulkan bahwa pengukuran lebih bersifat kuantitaif.

Istilah “penilaian” berarti menilai sesuatu. Sedangkan menilai memiliki arti mengambil keputusan terhadap sesuatu dengan mendasarkan diri atau berpegangan pada ukuran baik atau buruk, sehat atau sakit, pandai atau bodoh dan sebagainya (Sudijono, 2011). Sehingga dapat disimpulkan bahwa penilain bersifat kualitatif.

Sedangkan istilah “evaluasi” merupakan kegiatan mengukur dan menilai (Arikunto, 2009). Evaluasi dapat juga diartikan penafsiran atau interpretasi yang sering bersumber dari data kuantitatif (Sudijono, 2011). Tetapi Prof. Dr. Masroen, M.A (dalam Sudijono, 2011) mengemukakan bahwa tidak semua penafsiran itu bersumber dari keterangan-keterangan yang bersifat kuantitatif. Sebagai contoh misalnya keterangan-keterangan mengenai hal-hal yang disukai siswa, pengalaman-pengalaman masa lalu, dan lain-lain, yang kesemuanya itu bersifat kualitatif. Menurut Gronlund (dalam Djaali,2008) evaluasi adalah suatu proses yang sistematis untuk menentukan atau membuat keputusan sampai sejauh mana tujuan program telah tercapai.

Sehingga keterkaitan antara ketiga istilah diatas adalah dalam evaluasi mencakup kegiatan mengukur dan menilai, dua kegiatan tersebut dilalui sebelum mengambil keputusan terhadap sesuatu. Kita tidak dapat mengadakan penilaian sebelum mengadakan pengukuran.

 

C.      FUNGSI EVALUASI PENDIDIKAN

Prof. Drs. Anas Sudijono dalam bukunya yang berjudul “Pengantar Evaluasi Pendidikan” mengemukakan fungsi evaluasi pendidikan secara khusus yang dilihat dari tiga segi, yaitu segi psikologis, segi didaktik dan segi administratif.

Fungsi evaluasi dari segi psikologi dapat dilihat dari dua sisi, yang pertama dari sisi siswa dan yang kedua dari sisi pendidik. Jika dilihat dari sisi siswa evaluasi pendidikan memberikan pedoman kepada siswa untuk mengenal kapasitas dan status dirinya masing-masing ditengah-tengah kelompok kelasnya. Kemudian bagi pendidik, evaluasi pendidikan juga akan memberikan kepastian atau ketetapan hati kepada diri pendidik tersebut, sudah sejauh manakah kiranya usaha yang telah dilakuaknnya selama ini telah membawa hasil, sehingga pendidik secara psikologis memiliki pedoman atau pegangan batin guna menentukan langkah-langkah apa saja yang dipandang perlu untuk dilakukan selanjutnya.

Fungsi evaluasi jika dilihat dari segi didaktik bagi peserta didik (khususnya evaluasi hasil belajar) akan dapat memberikan dorongan / motivasi kepada mereka untuk dapat memperbaiki, meningkatkan dan mempertahankan prestasinya. Bagi pendidik, secara didaktik evaluasi itu memiliki lima fungsi, diantaranya:

1.      Memberikan landasan untuk menilai hasil usaha (prestasi yang telah dicapaioleh peserta didiknya.

2.      Memberikan informasi yang sangat berguna, guna mengetahui posisi masing-masing peserta didik ditengah-tengah kelompoknya.

3.      Memberikan bahan yang penting untuk memilih dankemudian menetapkan statuspeserta didik.

4.      Memberikan pedoman untuk mencaridan menemukan jalan kelaur bagi pesrta didik yang memang memerlukannya.

5.      Memberikan petunjuk tentang sudah sejauh manakah program pengajaran yang telah ditentukan telah dapat dicapai.

Kemudian dari segi administratif, evaluasi pendidikan memiliki tiga fungsi, yaitu:

1.      Memberikan laporan mengenai kemajuan dan perkembangan peserta didik setelah mereka mengikuti proses pembelajaran dalam jangka waktu tertentu.

2.      Memberikan bahan-bahan keterangan berupa data yang dalam hal ini berupa nilai-nilai hasil belajar peserta didik yang kemudian hal ini akan menjadi sangat penting dalam hal pengambilan keputusan pendidikan dan lembaga pendidikan.

3.      Memberikan gambaran mengenai hasil-hasil yang telah dicapai dalam proses pembelajaran yang tercermin dari hasil-hasil belajar para peserta didik setelah dilakukannya evaluasi hasil belajar.

 

D.      TUJUAN EVALUASI PENDIDIKAN

Sudijono dalam bukunya secara garis besar membagi tujuan evaluasi pendidikan menjadi dua, yaitu tujuan umum dan tujuan khusus. Tujuan evaluasi secara umum ada dua, yaitu (a) untuk menghimpun bahan-bahan keterangan yang akn dijadikan sebagai bukti mengenai taraf perkembangan atau taraf kemajuan yang dialami oleh peserta didik, setelah mengikuti proses pembelajaran dalam kurun waktu tertentu, (b) untuk mengetahui tingkat efektivitas darimetode-metode pengajaran yang telah dipergunakan dalam proses pembelajaran selama jangka waktu tertentu. Kemudian tujuan yang kedua adalah tujuan khusus dari evaluasi pendidikan adalah (a) untuk merangsang kegiatan peserta didik dalam menempuh program pendidikan, (b) mencari dan menemukan faktor-faktor penyebab keberhasilan dan ketidakberhasilan peserta didik dalam mengikuti program pendidikan, sehingga dapat dicari dan ditemukan jalan keluar atau cara-cara perbaikannya.

 

E.       SUBJEK (PELAKU) DAN OBJEK (SASARAN) EVALUASI

Jika berbicara mengenai subjek (pelaku) evaluasi, tentu saja adalah orang yang melakukan evaluasi. Arikunto menyebutkan bahwa siapa yang dapat dikatakan sebagai subjek evaluasi untuk setiap tes, ditentukan oleh suatu aturan pembagian tugas atau ketentuan yang berlaku. Misalnya, untuk melaksanakan evaluasi hasil belajar atau pencapaian maka sebagai subjek evaluasi adalah guru.

Objek (sasaran) evaluasi adalah segala sesuatu yang menjadi titik pusat pengamatan karena penilai menginginkan informasi tentang sesuatu tersebut (Arikunto, 2009). Salah satu cara untuk mengenal atau mengetahui objek dari evaluasi pendidikan adalah dengan menyorotinya dari tiga segi, yaitu segi input (dalam dunia pendidikan inputnya berupa “peserta didik”), segi transformasi (meliputi : (a) kurrikulum atau materi pembelajaran, (b) metode mengajar dan tehnik penilaian, (c) sarana atau media pendidikan, (d) sistem administrasi, (e) guru dan unsur personal lainnya yang terlibat dalam proses pendidikan), dan dari segi output yang menjadi sasaran evaluasi adalah tingkat pencapaian dan hasil prestasi yang telah diraih masing-masing peserta didik dalam jangka waktu yang telah ditentukan (Sudijono, 2011).

 

F.       PRINSIP EVALUASI

Prof. Dr. Suharsimi Arikunto dalam bukunya menyatakan bahwa terdapat prinsip umum dan penting dalam kegiatan evaluasi, yaitu adanya triangulasi – atau hubungan erat tiga komponen --, yaitu :

(a)         Tujuan pembelajaran;

(b)        Kegiatan pembelajaran (KBM);

(c)         Evaluasi.

Triangulasi tersebut dapat di gambarkan dalam bagan sebagai berikut:

 

                                                        Sumber : Arikunto, 2009

 

 

G.      CIRI-CIRI  EVALUASI HASIL BELAJAR

Menurut Sudijono, evaluasi hasil belajar memiliki lima ciri, diataranya :

1.      Bahwa evaluasi yang dilakukan dalam rangka mengukur keberhasilan peserta didik itu dilakukan secara tidak langsung.

2.      Pengukuran dalam rangka menilai keberhsilan beljar peserta didik pada umumnya menggunakan ukuran-ukuran yang bersifat kuantitatif atau lebih sering menggunakan simbol-simbol angka yang kemudian dianalisis melalui metode statistika yang pada akhirnya memberikan interpretasi secra kualitatif.

3.      Kegiatan evaluasi hasil belajar pada umumnya digunakan unit-unit atau satuan-satuan yang tetap (standar baku ukuran evaluasi).

4.      Prestasi yang dicapai oleh peserta didik dari waktu ke waktu adalah bersifat relatif dalam artian bahwa hasil-hasil evaluasi terhadap keberhasil belajar peserta didik itu umumnya tidak sellu menunjukkan kesamaan atau keajegan.

5.      Dalam kegiatan evaluasi belajar sulit dihindari terjadinya kekeliruan pengukuran (error).

 

III.        KESIMPULAN

Dari rumusan masalah diatas, dapat disimpulkan bahwa :

1.      Evaluasi adalah proses penilaian terhadap sesuatu guna mengambil keputusan terhadap sesuatu itu dimana penilaian tersebut bersifat kualitatif. Evaluasi pendidikan adalah suatu proses pengambilan keputusan dan kebijakan dalam bidang pendidikan berdasarkan ukuran tertentu.

2.      Keterkaitan antara ketiga istilah diatas adalah dalam evaluasi mencakup kegiatan mengukur dan menilai, dua kegiatan tersebut dilalui sebelum mengambil keputusan terhadap sesuatu. Kita tidak dapat mengadakan penilaian sebelum mengadakan pengukuran.

3.      Prof. Drs. Anas Sudijono dalam bukunya yang berjudul “Pengantar Evaluasi Pendidikan” mengemukakan fungsi evaluasi pendidikan secara khusus yang dilihat dari tiga segi, yaitu segi psikologis, segi didaktik dan segi administratif.

4.      Tujuan evaluasi secara umum ada dua, yaitu (a) untuk menghimpun bahan-bahan keterangan yang akn dijadikan sebagai bukti mengenai taraf perkembangan atau taraf kemajuan yang dialami oleh peserta didik, setelah mengikuti proses pembelajaran dalam kurun waktu tertentu, (b) untuk mengetahui tingkat efektivitas darimetode-metode pengajaran yang telah dipergunakan dalam proses pembelajaran selama jangka waktu tertentu. Kemudian tujuan yang kedua adalah tujuan khusus dari evaluasi pendidikan adalah (a) untuk merangsang kegiatan peserta didik dalam menempuh program pendidikan, (b) mencari dan menemukan faktor-faktor penyebab keberhasilan dan ketidakberhasilan peserta didik dalam mengikuti program pendidikan, sehingga dapat dicari dan ditemukan jalan keluar atau cara-cara perbaikannya.

5.      Subjek (pelaku) evaluasi ditentukan oleh suatu aturan pembagian tugas atau ketentuan yang berlaku. Objek (sasaran) evaluasi adalah segala sesuatu yang menjadi titik pusat pengamatan karena penilai menginginkan informasi tentang sesuatu tersebut.

6.      Prinsip umum evaluasi, yaitu adanya triangulasi – atau hubungan erat tiga komponen --, yaitu :

(a)           Tujuan pembelajaran;

(b)          Kegiatan pembelajaran (KBM);

(c)           Evaluasi.

7.      Menurut Sudijono, evaluasi hasil belajar memiliki lima ciri, diataranya :

a.       Bahwa evaluasi dilakukan secara tidak langsung.

b.      Pengukuran dalam pada umumnya menggunakan ukuran-ukuran yang bersifat kuantitatif atau lebih sering menggunakan simbol-simbol angka yang kemudian dianalisis melalui metode statistika yang pada akhirnya memberikan interpretasi secara kualitatif.

c.       Kegiatan evaluasi hasil belajar pada umumnya digunakan unit-unit atau satuan-satuan yang tetap (standar baku ukuran evaluasi).

d.      Prestasi yang dicapai oleh peserta didik dari waktu ke waktu adalah bersifat relatif.

e.       Dalam kegiatan evaluasi belajar sulit dihindari terjadinya kekeliruan pengukuran (error).

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

Arikunto, Suharsimi. 2009. “ Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan”. Jakarta : Bumi Aksara.

 

Djaali. Muljono, Pudji. 2008. ”Pengukuran dalam Bidang Pendidikan” .Jakarta : Penertbit PT Grasindo.

Sudijono, Anas. 2011. “Pengantar Evaluasi Pendidikan”. Jakarta: Rajawali Pers.

 

 

 



PDF | DOC | DOCX

Komentar:


belum ada komentar...

Kirim Komentar Anda:

Nama : Nama Anda (wajib diisi)
E-Mail : E-Mail (tidak dipublikasikan)
Situs : Website, Blog, Facebook, dll
Komentar :
(wajib diisi)
Verifikasi :
<-- isi kode di atas (wajib diisi)

grinLOLcheesesmilewinksmirkrolleyesconfused
surprisedbig surprisetongue laughtongue rolleyetongue winkraspberryblank starelong face
ohhgrrrgulpoh ohdownerred facesickshut eye
hmmmmadangryzipperkissshockcool smilecool smirk
cool grincool hmmcool madcool cheesevampiresnakeexcaimquestion