Pentingnya kalsium plus vit D buat manula 2

Kategori: sehat
Diposting oleh kennysung pada Senin, 18 Juni 2012
[74 Dibaca] [0 Komentar]Post to TwitterPost to Facebook

Dalam riset, Rejnmark dan timnya menggabungkan delapan hasil uji klinis yang melibatkan 70.000 lebih orang lansia, terutama perempuan. Dalam setiap uji klinis tersebut, para partisipan secara acak diminta mengonsumsi vitamin D atau plasebo, sedangkan di sejumlah penelitian, ada yang mengombinasikan vitamin D plus kalsium.
   
Dosis yang diberikan bervariasi, tetapi sebagian besar percobaan menggunakan dosis harian vitamin D sekira 10-20 mikrogram. Di Amerika Serikat, para ahli medis menganjurkan sebagian besar orang dewasa mengonsumsi 15 mikrogram (600 IU) vitamin D setiap hari, sementara orang berusia 70 tahun ke atas dianjurkan mengasup 20 mikrogram vitamin D (800 IU).
   
Sementara itu, dalam uji klinis menggunakan kalsium, peserta diberi kalsium dengan dosis 1.000 miligram setiap harinya. Pada umumnya, peserta riset ini adalah perempuan usia 50 tahun lebih, serta mereka yang berumur lebih dari 70 tahun dan diberikan dosis kalsium 1.200 miligram setiap hari.
   
Vitamin D dan kalsium memang dikenal sebagai zat pembentuk tulang. Perempuan usia lanjut biasanya mengonsumsi suplemen ini untuk menangkal penyakit pengeroposan tulang atau osteoporosis. Sementara itu, sejumlah uji coba pun menunjukkan, kombinasi kedua zat itu dapat mencegah keretakan dan patah tulang pada orang lansia.

Akan tetapi, fakta tersebut, menurut peneliti, tidak menjelaskan rendahnya risiko kematian di antara orang berusia lanjut dalam riset ini. Pasalnya, setelah memperhitungkan faktor keretakan tulang pinggul dan tulang belakang, para peneliti tidak menemukan adanya penurunan risiko kematian.

Kemungkinan lain adalah dua suplemen ini dapat membuat orang lansia terhindar dari risiko kanker. Rejnmark mengatakan bahwa ada sejumlah bukti yang menunjukkan kalsium dan vitamin D dapat menurunkan risiko kanker usus besar, meski bukti tersebut belum sepenuhnya diakui secara ilmiah.

Untuk saat ini, kata Rejnmark, hasil temuannya hanya mendukung pentingnya mengonsumsi vitamin D dan kalsium dalam jumlah yang direkomendasikan.



PDF | DOC | DOCX


Komentar:


belum ada komentar...


Kirim Komentar Anda:

Nama Anda (wajib diisi) E-Mail (tidak dipublikasikan) http:// Website, Blog, Facebook, dll (wajib diisi)


<-- isi kode di atas (wajib diisi)

grinLOLcheesesmilewinksmirkrolleyesconfused
surprisedbig surprisetongue laughtongue rolleyetongue winkraspberryblank starelong face
ohhgrrrgulpoh ohdownerred facesickshut eye
hmmmmadangryzipperkissshockcool smilecool smirk
cool grincool hmmcool madcool cheesevampiresnakeexcaimquestion

Pos diisi oleh blog unsri