Hal yang perlu diketahui tentang "Burn-in" Earphone/Headphone Baru

Burn-in Earphone & Headphone



Hai agan-agan kaskuser, nubi mo share nih baru dapet pencerahan dari om gugel. Agan-agan pada tau Earphone/Headphone kan? yang untuk dengerin lagu dan musik dari HP/iPod/mp3 player lainnya. Nah dalam komunitas audio, ada istilah namanya "Burn-in" atau pembakaran Earphone supaya suaranya lebih enak.

Loh, earphone kok dibakar?? Bingung kan? Simak penjelasan ane dibawah ini gan!
Pertama2, ane jelasin dulu tentang definisi Earphone & komponen2nya.


:::Definisi:::
Istilah earphone, headphone, dan headset

Spoiler for Penjelasan:

Earphone adalah alat yang dapat mengubah energi listrik menjadi gelombang suara. Dipakai dengan cara memasangnya disumpalkan ke dalam telinga.

Kerap kali orang bingung membedakan earphones dengan headphone atau headset. Menurut beberapa ensoklopedi, headphones mempunyai arti demikian dua earphone yang memiliki bando yang dikenakan di kepala, sementara headset memiliki tiga makna yaitu:
  • mikrofon
  • pasangan dari headphone
  • alat tambahan untuk menggunakan earphone dan pemancar di kepala.
dikutip dari wiki


Komponen Earphone

Spoiler for Penjelasan with Pic (BW killer):

Tampak Asli

Diagram 1

Diagram 2


Catatan:
Nah di gambar pertama itu, ada bagian putih bulet kecil di tengah2, yang dikelilingi sama besi kuning, itu namanya Diaphragm. Semacam "pita suara" yang menghasilkan suara di Earphone. Inilah bagian penting yang akan menjadi kunci pembahasan kita soal Burn-in nanti.

Lebih jelasnya tentang Diaphragm (diafragma) bisa dilihat di Diagram 2.


Nah kalo udah paham tentang komponen-komponen earphone, kita lanjut ke pertanyaan-pertanyaan seputar Burn-in!



:::Proses Burn-in:::

Quote:
Apa itu "Burn in" ??
Dalam konteks earphone, "burn in" adalah istilah yang digunakan untuk penyesuaian terhadap diaphragm dari earphone, agar sesuai dengan rancangan aslinya. Secara fisik, proses burn-in ini akan mengendurkan diaphragm sampai akhirnya mencapai keadaan akhir yang diharapkan.

Mirip seperti saat kita "meng-gber" motor/mobil yang baru kita beli supaya mesinnya jadi enak & halus. Atau saat kita melekuk-lekukkan sepatu/sendal yang baru kita beli supaya elastis dan nyaman dipakai.

Mengapa orang-orang memilih utk mem"Burn-in" earphone-nya setelah baru beli?
Earphone & headphone yang masih baru dari kemasan, biasanya suaranya tidak seenak/senyaman earphone yang sudah sering dipakai sesuai rancangan designer di pabriknya. Seringkali, orang-orang ingin agar earphone nya bersuara seperti yang diharapkan secepat mungkin. Mereka tidak mau menunggu selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan setelah pemakaian reguler, sehingga memilih untuk mem-burn-in earphone nya agar bersuara lebih enak dalam satu minggu pertama setelah pembelian.

Bagaimana cara membakar Earphone baru?
Secara sederhana, proses burn-in dilakukan dengan menyalakan musik melalui earphone terus menerus. Sebagian orang lebih suka menggunakan "Pure tone", "Sine Wave Sweeps", "Pink Noise", atau "AM/FM Static". Sebagian lain merekomendasikan untuk menggunakan music yang suara bass nya berat. Yang pasti, semua metode-metode di atas tidak bergantung terhadap model maupun manufaktur pabriknya.
(nb: untuk definisi suara2 di atas, bisa Agan cari sendiri gan, di google )

Metode mana yang paling efesien?
Tidak ada bukti ilmiah yang dapat menunjukkan metode yang satu lebih baik dari metode yang lainnya. Silahkan pilih metode manapun yang Agan sukai & mudah untuk Agan.

Trus selama proses pembakaran (burn-in), Earphonenya Ane apain gan?
Agan boloeh meletakkannya di meja, di dalam laci, dibawah bantal, atau sambil mendengarkannya. Semua terserah Agan.

Apakah Earphone harus dibakar dulu sebelum boleh didengarkan?
Tidak. Agan boleh langsung menggunakan earphone Agan, persis setelah pembelian. Di burn-in dulu atau tidak adalah pilihan Agan. Selama penggunaan, mungkin Agan akan merasakan perubahan sedikit demi sedikit pada earphone Agan. Sebagian orang memilih untuk melakukan burn-in dan mendengar earphone nya secara periodik untuk lebih merasakan perubahannya, sedang sebagian yang lain memilih untuk tidak mendengarkan sama sekali sampai proses pembakaran selesai.

Memang seberapa besar sih pengaruh Burn-in terhadap Earphone?
Sebagian orang bilang, efeknya sangat besar dan drastis! Sebgaian lagi bilang, efeknya sedikit, atau bahkan tidak ada efeknya sama sekali. Biasanya besarnya pengaruh burn-in ini sangat bergantung terhadap model Earphone itu sendiri. Kalau earphone nya bagus, hasilnya bisa amat sangat nyaman buat di telinga Agan.

Berapa lama proses Burn-in harus dilakukan?
Banyak orang merekomendasikan selama kurang lebih 100 jam untuk kebanyakan earphone. Sebagian merekomendasikan hingga 200 jam atau bahkan lebih. Setiap earphone membutuhkan waktu yang berbeda satu sama lain untuk mencapai tahap "selesai", tidak ada ketentuan yang pasti soal jumlah waktu yang tepat untuk burn-in. Cara yang terbaik adalah dengan menggunakan kenyamanan telinga Agan untuk menentukan kapan proses burn-in telah selsai.

Jadi kapan sebenarnya proses Burn-in itu selesai? Mungkin nggak terjadi "over" burn-in?
Ide utama melakukan burn-in adalah untuk mencapai sebuah kondisi dimana perubahan suara pada earphone tidak terjadi lagi. Dan Agan akan mendapatkan hasil suara yang pas, yang tepat sesuai kemampuan earphone tersebut. Pada keadaan itu, penggunaan earphone secara reguler tidak akan menyebabkan perubahan suara yang signifikan selama bertahun-tahun nantinya. Sampai mungkin earphone Agan telah mencapai batas usianya.

Namun, sebagian orang berpendapat bahwa proses burn-in tidak akan selesai. Argumen mereka bahwa penggunaar reguler dalam jangka waktu yang lama tetap akan membuat diafragma earphone terus mengendur dan mempengaruhi suaranya. Yang pasti, masih cukup aman untuk mengatakan bahwa saat diafragma earphone mencapai kondisi yang sesuai rancangan aslinya setelah di burn-in, penggunaan reguler tidak akan menghasilkan perubahan suara yang signifikan untuk didengar pada earphone.

Apakah bisa terjadi kesalahan dalam mem-Burn in?
Earphone Agan akan beresiko untuk rusak setiap saat jika Agan menyetel volume yang sangat keras saat mem-Burn in. Sebagian orang merekomendasikan untuk menyetel volume sesuai tingkat yang nyaman untuk di dengar secara normal. Sebagian yang lain menyarankan agar disetel sedikit diatas normal. Jika Agan mendengar distorsi suara, atau suara "kresek2" saat volume keras, berarti telah terjadi kerusakan pada earphone Agan. Namun perlu diingat juga bahwa menggunakan volume yang terlalu kecil/pelan saat burn-in juga tidak akan efektif. Jadi pastikan Agan menyetel volume yang normal & nyaman untuk didengar, atau sedikit saja diatasnya.

Jadi sebenarnya Burn-in itu beneran nggak sih?
Sebenernya sih ide tentang proses Burn-in ini selalu menjadi hal yang kontroversial. Sebagian orang berpendapat bahwa banyak bukti-bukti yang dapat menunjukkan keberhasilan dari Burn-in, dan sebagian lain berpendapat bahwa banyak juga bukti-bukti yang menunjukkan Burn-in tidak berpengaruh apa-apa.

Sebagian orang mengatakan bahwa fenomena ini cuma persepsi psikologis saja, sedang yang lain mengatakan bahwa memang terjadi perubahan fisik pada earphone. Namun yang pasti sebagian besar orang tetap percaya bahwa keduanya benar. Jadi memang ada kombinasi antara keadaan fisik pada earphone & psikologis pada diri pendengarnya yang membuat mereka merasakan perubahan suara pada earphone. Agan boleh percaya maupun skeptis terhadap hal ini, silahkan tentukan sendiri untuk diri Agan.

Ada hal lain yang perlu Ane ketahui gan?
Subjek tentang Burn-in ini sebenarnya tidak terlalu kompleks & membingungkan gan, dan juga bukan merupakan hal yang benar2 harus diperhatikan ataupun merupakan ilmu pasti. Pendapat, metode, dan hasilnya sangat bervariasi untuk setiap orang, setiap model earphone, dan setiap sistem. Jadi Agan tetap harus cobain & eksperimen sendiri!

:::Sekian:::
Dah, jadi gitu gan sharing yang bisa ane tulis di sini (ngetiknya sampe 2 jam loh ). Sumber-sumber utamanya Ane dapet dari forum Head-Fi dan Wikipedia.

 

 

 


THANKS TO AGAN :

vashu



PDF | DOC | DOCX

Komentar

 

06 Maret 2012 pukul 08:59 WIB
yathi mengatakan...
makasi infonya,tpi aq blum ngerti,hehehe

06 Maret 2012 pukul 08:58 WIB
yathi mengatakan...
makasi infonya,tpi aq blum ngerti,hehehe

01 Februari 2011 pukul 18:00 WIB
RAJA DUNIA KASKUS mengatakan...
ITU DI BAGIAN AKHIR, BURN-IN BENERAN APA NGGAK. KLO MENURUT ANE EMG BURN-IN ITU JUGA PERLULAH, IBARAT MOTOR BARU YG PERLU DIRAYON SEBELUM DIGUNAKAN. KLO EARPHONE/HEADP, YG SUDAH ANDA BURN TDK MENGHASILKAN APA2 BERARTI ITU ADALAH SALAH ANDA & BARANGNYA, KARNA ANDA TDK MEMBELI BRG YG BENAR ASAL2 BELI YG PENTING asbun ! HEHEHE

11 Mei 2010 pukul 15:40 WIB
headphone game mengatakan...
artikel yang bagus. emang utntuk mendapatkan suara maksimal dari earphone jarang di dapat saat baru beli. tapi akan berasa jika sudah dipakai beberapa jam / beberapa hari.

31 Maret 2010 pukul 08:53 WIB
Hendra mengatakan...
bagus gan infonya.. thank you..

04 Maret 2010 pukul 20:47 WIB
ary mengatakan...
mantap gan info nya keren patut d coba

Kirim Komentar Anda:

Nama : Nama Anda (wajib diisi)
E-Mail : E-Mail (tidak dipublikasikan)
Situs : Website, Blog, Facebook, dll
Komentar :
(wajib diisi)
Verifikasi :
<-- isi kode di atas (wajib diisi)

grinLOLcheesesmilewinksmirkrolleyesconfused
surprisedbig surprisetongue laughtongue rolleyetongue winkraspberryblank starelong face
ohhgrrrgulpoh ohdownerred facesickshut eye
hmmmmadangryzipperkissshockcool smilecool smirk
cool grincool hmmcool madcool cheesevampiresnakeexcaimquestion