Pemilihan Bibit Jabon yang baik

Kategori: Kayu jabon
Diposting oleh jktraya pada Rabu, 11 Juli 2012

bibit jabon :Salah satu kunci keberhasilan proses penanaman kayu Jabon dimulai dari pengetahuan tentang pemilihan bibit jabon yang baik. Dengan bibit jabon yang baik, maka keuntungan yang diharapkan semakin besar kemungkinanannya untuk diraih. Meski demikian perlu juga disadari, bahwa bibit hanya merupakan salah satu faktor keberhasilan penanaman Jabon namun bukan satu-satunya faktor penentu.

 

 

 

Oleh karena itu, bibit yang baik belum tentu bisa menghasilkan panen kayu Jabon yang besar pula. Namun, dengan memilih bibit jabon yang benar diharapkan bisa meminimalisir resiko yang mungkin terjadi selama masa penanaman hingga penebangan.

Langkah awal yang bisa dilakukan dalam memilih bibit Jabon adalah dengan mengetahui aneka varietas yang ada dalam tanaman Jabon. Selama ini, bibit Jabon terbagi menjadi dua jenis, yaitu Jabon Merah dan Jabon putih. Perbedaan keduanya secara fisik bisa dilihat dari warna pucuk daunnya.

Untuk Jabon merah, pucuk daunnya berwarna merah. Sedangkan pada Jabon putih pucuk daunnya berwarna hijau. Perbedaan lain dari kedua jenis ini terdapat pada warna batang kayunya. Untuk jabon merah batang kayunya berwarna sedikit kecoklatan sehingga lebih banyak digunakan untuk bahan papan rumah. Sementara pada jabon putih, batang kayu lebih berwarna putih.

Dari kedua jenis tersebut, tidak ada perbedaan lain secara spesifik. Hanya, berdasar pengamatan  dari para petani Jabon, jenis Jabon Putih  dianggap lebih cepat tumbuh dan besar daripada Jabon merah . Namun secara fisik dan kimiawi, kedua jenis tersebut tidak terlalalu memiliki perbedaan yang sangat mencolok.

Dengan kondisi ini, Bagi calon petani Jabon kiranya tidak perlu terlalu mempersoalkan tentang jenis bibit Jabon yang ada. Baik jabon merah maupun putih, pada dasarnya memiliki kualitas sama saja. Yang paling penting adalah perawatan selama masa penanaman guna bisa menghasilkan kayu Jabon yang berkualitas.

Dalam memiliih bibit Jabon, ada beberapa hal yang wajib diperhatikan oleh para petani. Beberapa hal tersebut di antaranya adalah :

Kekompakan Media

Kekompakan media meliputi kondisi batang, dimana untuk bibit yang baik batang harus dalam kondisi utuh. Tidak ada bagian yang terlihat retak, karena bila retak akan mudah terkena penyakit.

Ketinggian

Tinggi bibit yang baik idealnya adalah 30-60 cm. Ini adalah tinggi bibit yang ideal. Jangan mudah tertipu bila ada pedagang bibit yang menawarkan bibit yang lebih tinggi dengan janji waktu panen lebih cepat. Sebab, bibit yang tingginya melebihi ketinggian ideal, biasanya memiliki akar yang sudah kuat dan menembus poli bag tempat sementara bibit. Dampak jika menggunakan bibit seperti ini adalah tanaman akan stres bisa dipindahkan. Mengingat, akar yang sudah menembus poly bag tersebut, akan masuk ke dalam tanah yang otomatis akan tercabut bila dipindahkan.

Diameter

Diameter bibit yang sehat biasanya berkisar antara 5-8 mm. Hal ini merupakan diameter normal untuk ukuran bibit. Bila ada bibit yang berukuran kurang dari 5 mm, maka bibit tersebut bisa digolongkan ke dalam bibit kelas dua.

Nilai Kekokohan bibit

Nilai kekokohan bibit jabon untuk bibit kelas unggulan dikategorikan pada angka 50-90.

Warna daun

Bibit yang baik dan sehat akan memiliki daun yang berwarna hijau dan terlihat cerah. Hanya pada Jabon merah, pada bagian ujung dauh akan terdapat warna merah yang membedakan dengan Jabon putih.

Demikian sedikit tips dari kami dalam memilih bibit jabon



Kayu Jabon sangat berkualitas

Kategori: Kayu jabon
Diposting oleh jktraya pada Rabu, 11 Juli 2012

 kayu jabon : Di sebagian kalangan masyarakat, masih banyak yang mempertanyakan mengenai bagaimana sebenarnya kualitas kayu Jabon ini. Hal ini wajar terjadi, mengingat selama ini persepsi masyarakat mengenai kayu industri hasil budidaya masih dikuasai oleh kayu sengon. Dan mengingat adanya beberapa kondisi negatif yang ditemui dalam proses penanaman kayu sengon ini, muncul keraguan akan kualitas kayu jabon.

 

tbg6  Kayu Jabon sangat berkualitas

log hasil tebangan jabon

 

Di kalangan pedagang kayu pun, ada yang masih takut bahwa tren penanaman kayu jabon ini hanya sekedar permainan pasar oleh cukong-cukong kayu saja. Kondisi ini dilandasi oleh fenomena yang pernah muncul ketika tren tanaman hias Anturium Jenmanii terjadi di tengah masyarakat.

Ketika itu, harga sebuah pohon Anturium Jenmanii bergejolak sangat fluktuatif. Beberapa tanaman bahkan sempat dijual dengan harga yang diluar akal sehat. Mengingat, tanaman Jenmanii bukanlah sebuah tanaman yang memiliki sifat fungsional selain hanya sebagai tanaman hias semata.

Namun perlu diingat kembali, bahwa Jabon bukanlah sebuah komoditi seperti tanaman Jenmanii. Ada nilai ekonomis yang bisa didapatkan dari pembudidayaan tanaman Jabon ini, yang bisa menghilangkan ketakutan akan stigma permainan cukong kayu tersebut.

 

truk3  Kayu Jabon sangat berkualitas

pengangkutan kayu jabon ke pabrik

 

Apalagi jika kita mengingat sejarah di masa lalu, di mana tanaman Jabon ini sempat menjadi salah satu jenis tanaman yang sangat dilindungi pada masa penjajahan Belanda. Hal in menjadi bukti, bahwa Jabon termasuk jenis tanaman yang diakui memiliki kualitas dan potensi yang bagus untuk mendukung sektor industri.

Pada saat ini, kayu Jabon merupakan salah satu bahan baku andalan dalam industri kayu lapis. hal ini mengingat karena kayu Jabon memiliki beberapa kelebihan. Seperti bentuk kayu jabon yang lurus, dengan warna kayu teras berwarna putih. Tekstur Jabon yang bervariasi mulai agak halus sampai agak kasar dengan arah serat lurus. Kayu jabon juga terhitung mudah dikeringkan. Dengan pengeringan alami, membutuhkan waktu 38 hari sementara dengan alat pengering dianjurkan menggunakan suhu 57-76,5 derajat.

Kelebihan lain dari jabon adalah, pada saat dikeringkan hanya menimbulkan sedikit cacat berupa pecah dan retak dengan ujung yang sedikit mencekung. Sehingga hal ini menyebabkan tidak terlalu banyak bagian kayu jabon yang terbuang untuk digunakan sebagai bahan pembuat kayu lapis.

 

  Kayu Jabon sangat berkualitas

kayu jabon siap untuk diolah

 

Selain itu, jabon juga mudah untuk direkatkan. Perekatan venir kayu jabon dengan menggunakan Lem UF (Ureaformaldehid), menghasilkan kayu lapis yang memenuhi persyaratan standar Indonesia, Jepang dan Jerman. Jabon juga dipilih sebagai bahan baku kayu lapis, karena mudah dikupas. Sudut kupas yang bisa dihasilkan adalah 92o untuk tebal veneer 1,5 mm.

Selain itu, pada saat penanaman kita sudah bisa pula melihat kelebihan tanaman Jabon dibandingkan jenis lain, seperti sengon. Kelebihan yang menunjukkan kualitas Jabon sebagai kayu andalan tersebut adalah ketinggian yang bisa dicapai selama masa penanaman. Pada usia 5 tahun, sebuah pohon Jabon bisa mencapai ketinggian 40-45 meter. Di mana dengan ketinggian tersebut, batang bebas cabangnya mencapai ketinggian 30 meter.

Jika dibandingkan dengan sengon sebagai sesama tanaman kayu budidaya, Jabon masih sedikit memiliki kelebihan. Hal ini bisa terlihat dari tingkat kelas keras di mana Jabon berada di level III-IV, sementara sengon berada di level IV. Demikian pula dalam berat jenis rata-rata kayu. Jabon memiliki berat jenis rata-rata kayu sebesar 0,42 sedangkan sengon hanya 0,33. Jika dibandingkan dengan tanaman Jati Putih yang menjadi favorit masyarakat, Jabon tidak memiliki selisih terlalu banyak karena berat jenis rata-rata kayu pada jati putih adalah 0,44.

Namun dari sekian banyak kelebihan yang dimiliki oleh Jabon, satu hal yang menjadi kelebihan mencolok dari tanaman ini adalah kemudahan dalam proses pembudidayaannya. Kondisi lahan yang dibutuhkan Jabon untuk tumbuh dan berkembang tidaklah terlalu rumit dan membutuhkan situasi yang khusus.

Inilah yang menjadikan semua orang bisa dimungkinkan untuk menanam Jabon pada lahan yang dimilikinya. Baik itu lahan yang subur, maupun lahan yang sudah tergolong kritis. Titik ketinggian lahan juga tidak mempengaruhi proses penanaman, mengingat Jabon bisa ditanam pada lahan yang berketinggian hingga 1200 meter di atas permukaan laut. Itulah mengapa, masyarakat di berbagai wilayah baik di dataran rendah maupun pegunungan, memiliki kesempatan yang sama untuk membudidayakan tanaman Jabon ini.



ternyata pemasaran Kayu Jabon sangat mudah

Kategori: Kayu jabon
Diposting oleh jktraya pada Rabu, 11 Juli 2012

 kayu jabon :Tim CV Saham Jabon Indonesia (SJI)  mendapatkan sebuah kesempatan berharga dengan berkunjung ke PT Sekawan Sumber Sejahtera. Perusahaan ini bergerak di bidang pengolahan kayu lapis dan berorientasi ekspor ke luar negeri perusahaan ini memiliki 4 cabang diantaranya PT Sekawan Sahabat Sejati,PT Wana awet mas,dan PT Falcata jaya makmur industri (fjmi). Kunjungan tersebut dilakukan pada hari Rabu, 6 Juni 2011.


 

 

kayu lapis jabon 300x225 ternyata pemasaran Kayu Jabon sangat mudah

proses produksi jabon menjadi plywood

 

 

Dalam kesempatan tersebut, tim dari CV SJI ditemui langsung oleh bapak Krisnadi Priyana, Direktur PT Sekawan. Antara CV SJI dan PT Sekawan sendiri, sebelumnya sudah terlibat kerjasama  dicantumkan dalam mou dan kesepakatan untuk menerima semua hasil panen kayu Jabon yang dikelola oleh CV SJI. Dengan demikian, semua hasil panen kayu Jabon yang berada di bawah pengelolaan CV SJI, sudah pasti akan mendapatkan pembeli dan tidak mungkin sia-sia.

Di perusahaan yang terletak di kawasan Kranggan, Kabupaten Temanggung tersebut, tim dari CVSJI mendapatkan banyak masukan terkait pengelolaan kayu Jabon pasca penebangan. Di antaranya tentang tekhnik pemotongan pohon yang selama ini banyak dipahami salah oleh petani dan penebang di lapangan. Menurut Krisnadi, kayu yang bisa nilai ekonominya lebih besar adalah jenis kayu yang dipotong dalam ukuran panjang 260 cm dan diameter diatas 25 cm, dan bukan kayu yang dipotong pendek-pendek 130cm. Sebab, kayu yang dipotong pendek-pendek, cenderung hanya bisa digunakan sebagai inti kayu lapis.

 

Selama ini, kayu jabon yang berukuran besar kerap dipotong mennjadi beberapa bagian dalam ukuran pendek oleh petani. Alasannya, demi memudahkan dalam proses pengangkutan hingga pabrik. Pandangan inilah yang harus dibenahi di kalangan petani dan penebang. Pabrik kayu akan lebih senang jika pohon yang dikirimkan berukuran besar.jumlah produksi ke 4 pabrik anak perusahaan PT SSS membutuhkan sekitar 200 ribu m3 log kayu jabon,sengon atau meranti per tahun

dalam diskusi ini kami mendapatkan pelajaran berharga,bahwa semua isu negatif tentang kayu jabon adalah tidak benar,diantaranya isu yang beredar,bahwa kayu jabon tidak bisa diolah menjadi kayu lapis karena sulit di lem,dalam kenyataanya dalam pemgolahan di PT SSS tidak ada kendala sedikitpun dalam pengolahan kayu jabon,melainkan kendala suplai kayu jabon yang sangat terbatas.

bahkan dari pengalaman kami yang banyak berhubungan dengan para pengusaha yang bergerak di sektor kayu,saat ini bahkan ada yang menggunakan kardus bekas sebagi inti kayu lapis berkualitas terjelek,sangat ironis kalau masih ada segelintir manusia yang ragu akan pemasaran kayu jabon.