Objek Oriented Programming (OOP) dalam Pemrograman Visual dengan Borland C++ Builder

Kategori: Materi Kuliah
Diposting oleh iqbal pada Rabu, 24 Maret 2010
[2928 Dibaca] [1 Komentar]Post to TwitterPost to Facebook

            Dalam melakukan pengembangan sebuah sistem, dalam hal ini kita menggunakan Borland C++ Builder, terdapat banyak cara untuk menciptakan atau mengembangkan software yang dibuat. Salah satunya dengan menggunakan Objek Oriented Programming (OOP).  

Di dalam dunia komputer ketika muncul piranti lunak berbasis pemrograman sebagai evolusi terbaru dari bahasa pemrograman terstruktur yaitu bahasa pemrograman yang berorientasi pada objek (Object Oriented Programming). Munculnya pemrograman yang berorientasi objek ini memudahkan “orang awam” untuk memulai menjadi seorang programmer yang handal sesuai bahasa pemrograman yang diminati. Salah satu bahasa pemrograman yang berorientasi objek adalah bahasa pemrograman Borland C++ Builder. Borland C++Builder sangat berperan dalam mengembangkan aplikasi-aplikasi berbasis visual secara mudah dan cepat dengan bahasa pemrograman C++.

Objek Oriented Programming lebih menekankan pada kualitas dan produktivitas pengembangan software. Seorang pemrogram atau programmer dalam membangun sebuah sistem atau software, disarankan menguasai OOP agar lebih mudah dalam melakukan pengembangan.

Salah satu contoh perbedaan yang sangat sederhana antara pemrograman prosedural dengan pemrograman berorientasi objek adalah pada pendefinisian variabel, konstanta atau fungsi. Didalam pemrograman prosedural seluruh variabel, konstanta, ataupun fungsi yang dibutuhkan didalam program wajib didefinisikan sementa didalam program berorientasi objek semua kebutuhan variabel, konstanta dan fungsi tersebut cukup dibuatkan didalam sebuah objek. Sebuah objek inilah yang dapat menampung data-data baik data dari variabel, konstanta ataupun berupa fungsi. Didalam C++Builder data-data didalam objek tersebut dikenal dengan nama property, perilaku atau fungsi yang dimilikinya dikenal dengan nama method dan peristiwa-peristiwa yang terjadi pada objek tersebut dikenal dengan nama event. Pada C++Builder, pemograman yang menerapkan konsep ini disebut model pemograman property-method-event (PME).

 
Pengertian OOP

Pemrograman berorientasi objek merupakan sebuah pemrograman yang mengedepankan struktur dari sebuah program yang akan dibuat . Pemrograman ini mempertinggi kualitas dan produktifitas pengembangan software. Program pengembangannya dilakukan dengan pendekatan building block. Setiap block, disebut object, bersifat independen dan mampu berjalan sendiri atau saling kunci dengan object lain dengan mudah dan otomatis. Object-object berinteraksi dengan saling memberikan informasi satu terhadap yang lainnya. Masing-masing object harus berisikan informasi mengenai dirinya sendiri (encapsulation) dan object yang dapat dikaitkan (inheritance).

Konsep Dasar OOP

Pemrograman berorientasi objek menekankan pada konsep berikut :

1  Kelas.

Yaitu kumpulan atas definisi data dan fungsi-fungsi dalam suatu unit untuk suatu tujuan tertentu. Sebagai contoh ‘class of dog’ adalah suatu unit yang terdiri atas definisi-definisi data dan fungsi-fungsi yang menunjuk pada berbagai macam perilaku/turunan dari anjing. Sebuah class adalah dasar dari modularitas dan struktur dalam pemrograman berorientasi object. Sebuah class secara tipikal sebaiknya dapat dikenali oleh seorang non-programmer sekalipun terkait dengan domain permasalahan yang ada, dan kode yang terdapat dalam sebuah class sebaiknya (relatif) bersifat mandiri dan independen (sebagaimana kode tersebut digunakan jika tidak menggunakan OOP). Dengan modularitas, struktur dari sebuah program akan terkait dengan aspek-aspek dalam masalah yang akan diselesaikan melalui program tersebut. Cara seperti ini akan menyederhanakan pemetaan dari masalah ke sebuah program ataupun sebaliknya.

Kelas merupakan contoh abstrak dari sebuah objek yang telah terbentuk dari proses penyerderhanaan. Adapun contoh nyata atau perwujudan dari sebuah objek dinamakan instance. Misalnya terdapat kelas manusia, contoh instance (wujud nyata) dari kelas tersebut adalah Ali, Udin, Dewi dan yang lainnya. Begitu pula nanti, jika anda mulai membuat program didalam C++Builder, yang dinamakan kelas adalah TForm, TEdit, Tbutton, Tlabel, Tlist, Ttimer dan sebagainya, sedangkan contoh instance-nya adalah Form1, Edit1, Edit2, Button1, Label1, Timer1 dan objek-objek lainya yang merupakan perwujudan dari sebuah kelas tertentu.

2  Objek.

Digunakan untuk membungkus data dan fungsi bersama menjadi suatu unit dalam sebuah program komputer; objek merupakan dasar dari modularitas dan struktur dalam sebuah program komputer berorientasi objek.

3  Abstraksi.

Yaitu Kemampuan sebuah program untuk melewati aspek informasi yang diproses olehnya, yaitu kemampuan untuk memfokus pada inti. Setiap objek dalam sistem melayani sebagai model dari “pelaku” abstrak yang dapat melakukan kerja, laporan dan perubahan keadaannya, dan berkomunikasi dengan objek lainnya dalam sistem, tanpa mengungkapkan bagaimana kelebihan ini diterapkan. Proses, fungsi atau metode dapat juga dibuat abstrak, dan beberapa teknik digunakan untuk mengembangkan sebuah pengabstrakan.

4  Enkapsulasi.

Memastikan pengguna sebuah objek tidak dapat mengganti keadaan dalam dari sebuah objek dengan cara yang tidak layak; hanya metode dalam objek tersebut yang diberi ijin untuk mengakses keadaannya. Setiap objek mengakses interface yang menyebutkan bagaimana objek lainnya dapat berinteraksi dengannya. Objek lainnya tidak akan mengetahui dan tergantung kepada representasi dalam objek tersebut.

5  Polimorfisme.

Polimorfisme melalui pengiriman pesan. Tidak bergantung kepada pemanggilan subrutin, bahasa orientasi objek dapat mengirim pesan; metode tertentu yang berhubungan dengan sebuah pengiriman pesan tergantung kepada objek tertentu di mana pesa tersebut dikirim. Contohnya, bila sebuah burung menerima pesan “gerak cepat”, dia akan menggerakan sayapnya dan terbang. Bila seekor singa menerima pesan yang sama, dia akan menggerakkan kakinya dan berlari. Keduanya menjawab sebuah pesan yang sama, namun yang sesuai dengan kemampuan hewan tersebut. Ini disebut polimorfisme karena sebuah variabel tungal dalam program dapat memegang berbagai jenis objek yang berbeda selagi program berjalan, dan teks program yang sama dapat memanggil beberapa metode yang berbeda di saat yang berbeda dalam pemanggilan yang sama. Hal ini berlawanan dengan bahasa fungsional yang mencapai polimorfisme melalui penggunaan fungsi kelas-pertama.

6  Inheritas.

Mengatur polimorfisme dan enkapsulasi dengan mengijinkan objek didefinisikan dan diciptakan dengan jenis khusus dari objek yang sudah ada - objek-objek ini dapat membagi (dan memperluas) perilaku mereka tanpa haru mengimplementasi ulang perilaku tersebut (bahasa berbasis-objek tidak selalu memiliki inheritas.)


Implementasi Konsep OOP

Didalam Bahasa Pemrograman Borland C++ Builder

Constructor dan Destructor

Constructor adalah suatu fungsi tanpa return type yang dipanggil secara otomatis setiap kali sebuah objek/kelas dibuat. Hal ini biasa dilakukan untuk proses inisialisasi. Nama fungsi constructor harus sama dengan nama kelas, dan sama seperti fungsi-fungsi lain, pada fungsi constructor juga dapat dilakukan overload.

Contoh program sederhana construktor dan destruktor adalah :

Program Constructor

Class sample {

Int x;

Public;

Sample() {x=0;} //construstor untuk inisialisasi n ilai x dg o

Sample(int xx) {x=xx;) //contstuctor dengan parameter

};

Program Destructor

Class sample {

Int x;

Public;

Sample() {x=0;} //construstor untuk inisialisasi n ilai x dg o

~Sample {cout

#include

#include

#pragma argsused

class SEGI_EMPAT {

private: // keyword ini opsional

int panjang;

int lebar;

SEGI_EMPAT ( );

void set_sisi(int p,int l);

};

//constructor objek SEGI_EMPAT

SEGI_EMPAT: :SEGI_EMPAT( ) {

panjang = 0; // melakukan inisialisasi

lebar = 0;

}

// Pendefinisian fungsi set_sisi yang tidak mengembalikan nilai

void SEGI_EMPAT: :set_sisi(int p, int l) {

// melakukan pengesetan

if (p !=panjang) panjang = p;

if (l !=lebar) lebar = l;

}

// Pendefinisian fungsi get_luas yang mengembalikan tipe int

Int SEGI_EMPAT: :get_luas() {

return panjang * lebar;

}

int main(void)

{

SEGI_EMPAT A; // ERROR, karena mengakses bagian private

int x;

A.set_sisi(10,5); // ERROR, karena mengakses bagian private

X=A.get_luas(); // ERROR, karena mengakses bagian

private

cout

#include

#include

//—————————————————————————–

#pragma argsused

class SEGI_EMPAT {

int panjang; // data ini bersifat private meskipun tidak di tulis keyword private

int lebar;

public :

SEGI_EMPAT ( );

void set_sisi(int p,int l);

int get_luas();

};

//constructor objek SEGI_EMPAT

SEGI_EMPAT: :SEGI_EMPAT( ) {

panjang = 0; // melakukan inisialisasi

lebar = 0;

}

// Pendefinisian fungsi set_sisi yang tidak mengembalikan nilai

void SEGI_EMPAT: :set_sisi(int p, int l) {

// melakukan pengesetan

if (p !=panjang) panjang = p;

if (l !=lebar) lebar = l;

}

// Pendefinisian fungsi get_luas yang mengembalikan tipe int

int SEGI_EMPAT: :get_luas() {

return panjang * lebar;

}

int main(void)

{

SEGI_EMPAT A;

Int x;

A.set_sisi(10, 5);

X=A.get_luas();

cout

#include

#include

Class persegi_panjang {

Private :

Int panjang;

Int lebar;

Public :

persegi_panjang (int p, int l [

panjang=p;

lebar=l;

}

Int get_luas() {return panjang * lebar;}

};

Int main(void)

{ //melakukan instanisasi kelas persegi_panjang

// dengan nama instance A

Persegi_panjang A(10,3);

//menggunakan fungsi didalam kelas persegi_panjang

Cout

Kesimpulan

Object Oriented Programming (OOP) merupakan pemrograman yang memiliki struktur program yang terintegrasi satu sama lainnnya sehingga program atau software yang dibangun lebih berkualitas dan produktif dalam pembuatan maupun pengembangannya. Sebagai seorang programmer yang menguasai bahasa pemrograman disarankan mengetahui konsep dasar serta mengimplementasikannya ke dalam sebuah program yang akan dibangun agar program tersebut lebih berkualitas dan produktif.

Sumber :

Fahrurozi, M. Konsep dan Aplikasi Pemrograman menggunakan Borland C++ Builder 6. Palembang. 2005.

 

http://google.co.id/

 

http://blognaaziernie.blogspot.com/

 

http://sheva.blog.friendster.com/

 

http://asuheri.wordpress.com/

 

http://www.total.or.id/

 

http://demasonly.blogspot.com/

 Lampiran :

Download .doc

 



PDF | DOC | DOCX


Komentar:

30 Agustus 2011 pukul 23:32 WIB
Aziz Vincent mengatakan...
Program mu tdk jalan msih banyak yg elor ... cool smirk


Kirim Komentar Anda:

Nama Anda (wajib diisi) E-Mail (tidak dipublikasikan) http:// Website, Blog, Facebook, dll (wajib diisi)


<-- isi kode di atas (wajib diisi)

grinLOLcheesesmilewinksmirkrolleyesconfused
surprisedbig surprisetongue laughtongue rolleyetongue winkraspberryblank starelong face
ohhgrrrgulpoh ohdownerred facesickshut eye
hmmmmadangryzipperkissshockcool smilecool smirk
cool grincool hmmcool madcool cheesevampiresnakeexcaimquestion