Mainan Anak dan Kekerasan

Kategori: Welcome
Diposting oleh fitriansyah pada Minggu, 05 Februari 2012

Para orang tua yang terlalu sibuk dengan urusan kantor biasanya menggunakan mainan anak untuk "membius" buah hatinya. Maksudnya : mainan kadang bukan sebagai bentuk hadiah rasa sayang, tapi kadang karena kompensasi tidak bisa selalu menemani. Memang tidak semua. Namun dengan banyaknya orang tua yang memberikan mainan anak dengan sekedarnya tampak bahwa mereka tidak pernah berpikir dua kali dalam membeli jenis mainan. Yang penting si anak suka, nggak peduli apakah mainan itu memberikan efek negatif pada perkembangannya.

Contohnya pistol-pistolan, mainan ini paling digemari oleh anak cowok. Keren, macho, gaya seperti orang dewasa. Orang tuapun sering tidak terpikir bahwa pistol-pistolan bisa memberikan efek negatif dan tidak sekedar mainan! Bukan hanya mata teman yang tertembak dengan replika senjata, tapi bisa jadi mereka mulai mengadopsi nilai kekerasan yang tersimpan dalam mainan tersebut. 

Atau anak kecil yang main game tembak-tembakan di komputer. Pistol dikokang, mengeker, membidik. Darah muncrat, tubuh tumbang, si anak tertawa. Lucu dan seru, dan di saat bersamaan si anak nggak sadar sudah ditanamkan yang namanya : solusi kekerasan lewat sekedar mainan anak murah!