Aku dan Kehidupanku

"Allah itu dipatuhi dengan Ilmu" (Muhammad SAW)

 

VLAN dan DOMAIN

 

Broadcast Domain adalah komunikasi yang terjalin akan terjadi jika pengirim tidak mengetahui alamat network mana yang akan dituju, komunikasinya akan menyebar atau menyiarkan ke sejumlah LAN yang tersedia. Dan semua host akan menerima semua data ini. Aliran datanya tidak bisa dicegah walaupun dalam network tersebut terdapat hub, bridge, atau switch. Fungsi swicth disini malah untuk meneruskan aliran atau broadcast ke seluruh port yang ada. Aliran data dalam broadcast domain hanya dapat dicegah oleh router yang merupakan sebuah device yang terdapat pada layer ketiga.
 

 

Collision Domain menurut bahasa Indonesia berarti tabrakan atau benturan, merupakan domain tabrakan pada suatu LAN. Terjadi karena sistem CSMA/CD yang menggunakan sebuah media digunakan beramai-ramai, sehingga memungkinkan pengiriman data secara bersamaan pada suatu media, akibatnya terjadi tabrakan atau collision. Biasanya terjadi pada repeater dan hub, tidak pernah terjadi pada switch karena switch hanya membuat aliran sendiri-sendiri dari setiap transmisi data. Untuk menghindari terjadinya collision, dapat digunakan bridge dan switch untuk membagi atau memecah collision tersebut.

 

VLAN

VLAN merupakan suatu model jaringan yang tidak terbatas pada lokasi fisik seperti LAN , hal ini mengakibatkan suatu network dapat dikonfigurasi secara virtual tanpa harus menuruti lokasi fisik peralatan. Penggunaan VLAN akan membuat pengaturan jaringan menjadi sangat fleksibel dimana dapat dibuat segmen yang bergantung pada organisasi atau departemen, tanpa bergantung pada lokasi workstation.

 

 

Prinsip Kerja VLAN

Semua informasi yang mengandung penandaan/pengalamatan suatu vlan (tagging) di simpan dalam suatu database (tabel), jika penandaannya berdasarkan port yang digunakan maka database harus mengindikasikan port-port yang digunakan oleh VLAN. Untuk mengaturnya maka biasanya digunakan switch/bridge yang manageable atau yang bisa di atur. Switch/bridge
inilah yang bertanggung jawab menyimpan semua informasi dan konfigurasi suatu VLAN dan dipastikan semua switch/bridge memiliki informasi yang sama.

Switch akan menentukan kemana data-data akan diteruskan dan sebagainya. atau dapat pula digunakan suatu software pengalamatan (bridging software) yang berfungsi mencatat/menandai suatu VLAN beserta workstation yang didalamnya.untuk menghubungkan antar VLAN dibutuhkan router.

 

TIPE TIPE VLAN

1. Berdasarkan Port

Keanggotaan pada suatu VLAN dapat di dasarkan pada port yang di gunakan oleh VLAN tersebut. Kelemahannya adalah user tidak bisa untuk berpindah pindah, apabila harus berpindah maka Network administrator harus mengkonfigurasikan ulang.

2. Berdasarkan MAC Address

Keanggotaan suatu VLAN didasarkan pada MAC address dari setiap workstation/komputer yang dimiliki oleh user. Switch mendeteksi/mencatat semua MAC address yang dimiliki oleh setiap Virtual LAN. MAC address merupakan suatu
bagian yang dimiliki oleh NIC (Network Interface Card) di setiap workstation.

Kelebihannya apabila user berpindah pindah maka dia akan tetap terkonfigurasi sebagai anggota dari VLAN tersebut.Sedangkan kekurangannya bahwa setiap mesin harus di konfigurasikan secara manual , dan untuk jaringan yang memiliki ratusan workstation maka tipe ini kurang efissien untuk dilakukan.

3. Berdasarkan tipe protokol yang digunakan
Keanggotaan VLAN juga bisa berdasarkan protocol yang digunakan.

4. Berdasarkan Alamat Subnet IP
Subnet IP address pada suatu jaringan juga dapat digunakan untuk mengklasifikasi suatu VLAN.

Konfigurasi ini tidak berhubungan dengan routing pada jaringan dan juga tidakmempermasalahkan fungsi router.IP address digunakan untuk memetakan keanggotaan VLAN.

Keuntungannya seorang user tidak perlu mengkonfigurasikan ulang alamatnya di jaringan apabila berpindah tempat, hanya saja karena bekerja di layer yang lebih tinggi maka akan sedikit lebih lambat untuk meneruskan paket di banding
menggunakan MAC addresses.

5. Berdasarkan aplikasi atau kombinasi lain
Sangat dimungkinkan untuk menentukan suatu VLAN berdasarkan aplikasi yang dijalankan, atau kombinasi dari semua tipe di atas untuk diterapkan pada suatu jaringan. Misalkan: aplikasi FTP (file transfer protocol) hanya bias digunakan
oleh VLAN 1 dan Telnet hanya bisa digunakan pada VLAN 2.

 

Proses Enkapsulasi pada DOT1Q

IEEE 802.1Q atau VLAN tagging mengizinkan beberapa jaringan bridge untuk transparan membagi link jaringan fisik yang sama tanpa ada kebocoran informasi antar jaringan, yang biasanya digunakan untuk merujuk pada protokol enkapsulasi yang digunakan untuk menerapkan mekanisme ini melalui jaringan ethernet.

 

Bentuk Frame DOT1Q

Sumber :

http://docs.google.com/viewer?a=v&q=cache:hyndeW3msocJ:download.adek2kn.com/cisco/MOdul%252010%2520Peralatan%2520Jaringan%2520Collision%2520dan%2520Broadcast%2520Domain.ppt+collision+domain&hl=id&gl=id&pid=bl&srcid=ADGEESjQirOGfo4vX95jKF2igXgpzKPb4LcZ2pB6ZiOTi_LtUahWBqnlQx4q3GNR8wGJ6LBHA_6F6xk84NQlfu4X6srsIkV77QB0VUnT57I3RueLVUWyjUdykAeB4ABxUSgagiM0Edzu&sig=AHIEtbQj2FQxsAuzarLSoRKKyAGUNc5r6w&pli=1

http://dedenthea.wordpress.com/2007/02/07/apa-itu-vlan-virtual-local-area-network/

http://docs.google.com/viewer?a=v&q=cache:zQQ7PYyvtekJ:blog.unsri.ac.id/melati/jarkom-ii/tugas-1/pdf/7678/+PROSES+ENKAPSULASI+DOT1Q+dan+bentuk+framenya&hl=id&gl=id&pid=bl&srcid=ADGEEShgpezBBXS7wwtWUNzgnow20TyH1ImhCIUYcgZVV0ZVBrSGYisjU0zDTGX5YqA2LpEFmZz2uSHfbm_lHreO-pdSUgmbacvNk3WM2V56FF91DuaJootLJevHNwEkdQ_vxiCM0uVN&sig=AHIEtbQF0EG-DwfXH-wGyiJwkzCi5wY_Pw

BGP

 

Border Gateway Protocol disingkat BGP adalah inti dari protokol routing internet. Protocol ini yang menjadi backbone dari jaringan internet dunia. BGP adalah protokol routing inti dari internet yg digunakan untuk melakukan pertukaran informasi routing antar jaringan.

 

Border Gateway Protocol disingkat BGP adalah inti dari protokol routing internet. Protocol ini yang menjadi backbone dari jaringan internet dunia. BGP adalah protokol routing inti dari internet yg digunakan untuk melakukan pertukaran informasi routing antar jaringan. BGP dijelaskan dalam RFC 4271. RFC 4276 menjelaskan implementasi report pada BGP-4, RFC 4277 menjelaskan hasil ujicoba penggunaan BGP-4. Ia bekerja dengan cara memetakan sebuah tabel IP network yang menunjuk ke jaringan yg dapat dicapai antar Autonomous System (AS). Hal ini digambarkan sebagai sebuah protokol path vector. BGP tidak menggunakan metrik IGP (Interior Gateway Protocol) tradisional, tapi membuat routing decision berdasarkan path, network policies, dan atau ruleset. BGP versi 4 masih digunakan hingga saat ini . BGP mendukung Class Inter-Domain Routing dan menggunakan route aggregation untuk mengurangi ukuran tabel routing. sejak tahun 1994, BGP-4 telah digunakan di internet. semua versi dibawahnya sudah tidak digunakan. BGP diciptakan untuk menggantikan protokol routing EGP yang mengijinkan routing secara tersebar sehingga tidak harus mengacu pada satu jaringan backbone saja.

 

Prinsip Kerja BGP sebagai Routing Protocol

 

Routing protokol BGP baru dapat dikatakan bekerja pada sebuah router  jika sudah terbentuk sesi komunikasi dengan router tetangganya yang juga menjalankan BGP.  Sesi komunikasi ini adalah berupa komunikasi dengan protokol TCP dengan nomor port 179. Setelah terjalin  komunikasi ini, maka kedua buah router BGP dapat saling bertukar informasi rute.

 

Untuk berhasil menjalin komunikasi dengan router tetangganya sampai dapat saling bertukar  informasi routing, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

1.    Kedua buah router telah dikonfigurasi dengan benar dan siap menjalankan routing protokol BGP.
2.    Koneksi antarkedua buah router telah terbentuk dengan baik tanpa adanya gangguan pada media     koneksinya.
3.    Pastikan paket-paket pesan BGP yang bertugas membentuk sesi BGP dengan router tetangganya        dapat  sampai dengan baik ke tujuannya.
4.    Pastikan kedua buah router BGP tidak melakukan pemblokiran port komunikasi TCP 179.
5.    Pastikan kedua buah router tidak kehabisan resource saat sesi BGP sudah terbentuk dan  berjalan.

Setelah semuanya berjalan dengan baik, maka sebuah sesi BGP dapat bekerja dengan baik pada router Anda. Untuk membentuk dan mempertahankan sebuah sesi BGP dengan router tetangganya, BGP mempunyaimekanismenya sendiri yang unik. Pembentukan sesi BGP ini mengandalkan paket-paket pesan yang terdiri dari empat macam.


Paket – packet pada protocol BGP

1.  Open Message
Sesuai dengan namanya, paket pesan jenis ini merupakan paket pembuka sebuah sesi BGP. Paket inilah yang pertama dikirimkan ke router tetangga untuk membangun sebuah sesi komunikasi.  Paket ini berisikan informasi mengenai BGP version number, AS number, hold time, dan router ID.

2.  Keepalive Message
Paket Keepalive message bertugas untuk menjaga hubungan yang telah terbentuk antarkedua router BGP. Paket jenis ini dikirimkan secara periodik oleh kedua buah router yang bertetangga. Paket ini berukuran 19 byte dan tidak berisikan data sama sekali.

3.  Notification Message
Paket pesan ini adalah paket yang bertugas menginformasikan error yang terjadi terhadap sebuah sesi BGP. Paket ini berisikan field-field yang berisi jenis error apa yang telah terjadi, sehingga sangat memudahkan penggunanya untuk melakukan troubleshooting.

4.  Update Message
Paket update merupakan paket pesan utama yang akan membawa informasi rute-rute yang ada. Paket ini berisikan semua informasi rute BGP yang ada dalam jaringan tersebut. Ada tiga komponen utama dalam paket pesan ini, yaitu Network-Layer Reachability Information (NLRI), path attribut, dan  withdrawn routes.

 

Bentuk Frame BGP

 

Prinsip kerja Frame-relay pada Transmisi packet data

 

1.    Aliran data pada dasarnya pengarahannya berbasis pada header yang memuat DLCI sebagai jalur pada tujuan suatu Frame. Jika suatu jaringan mempunyai masalah yang menangi frame tersebut baik yang disebabkan masalah jaringan maupun kemacetan terjadi maka frame tersebut akan dibuang.

2.    Frame-Relay membutuhkan laju kesalahan yang rendah (low error rate) untuk mencapai hasil kerja baik. Suatu jaringan tidak dapat melakukan koreksi masalah terhadap jaringan, maka frame-relay butuh protocol diatas nya melakukan koreksi kesalahan tersebut untuk menjaga suatu frame yang akan ditansmisikan.

3.    Koreksi kesalahan yang dilakukan protocol-protocol lapisan lebii tinggi tidak akan efektif ditinjau dari segi penundaan pemrosesan packet data yang memakan delay waktu. Maka dari itu suatu jaringan harus meminimumkan pembungan suatu frame.

 

 

Konfigurasi BGP :

 

ROUTER A

Router(config)#router bgp 64512

Router(config-router)#neighbor 192.168.0.1 remote-as 64513

Router(config-router)#neighbor 192.168.0.6 remote-as 64514

Router(config-router)#network 192.168.0.0 mask 255.255.255.252

Router(config-router)#network 192.168.0.4 mask 255.255.255.252

Router(config-router)#network 10.0.0.2 mask 255.255.255.255

Router(config-router)#redistribute connected

 

ROUTER B

 Router(config)#router bgp 64513

Router(config-router)#neighbor 192.168.0.2 remote-as 64512

Router(config-router)#network 192.168.0.0 mask 255.255.255.252

Router(config-router)#network 10.0.0.1 mask 255.255.255.255

Router(config-router)#redistribute connected

 

ROUTER C

Router(config)#router bgp 64514

Router(config-router)#neighbor 192.168.0.5 remote-as 64512

Router(config-router)#network 192.168.0.4 mask 255.255.255.252

Router(config-router)#network 10.0.0.3 mask 255.255.255.255

Router(config-router)#redistribute connected

Menghitung Bandwidth pada Router EIGRP

 

EIGRP adalah routing protokol milik CISCO yang dikembangkan untuk menjadi alternatif OSPF routing protokol IETF link dengan interface yang terbatas seperti protokol RIP dan IGRP. EIGRP dulunya dalam metrik, bukan berupa nilai kumulatif dari suatu nilai tunggal seperti jalur hop atau bandwidth, tapi nilai interface. Koleksi nilai untuk membuat metrik nilai ini disebut Komposit.

Bandwidth Delay, diukur dalam 10 sekon keandalan load MTU (Maximum Transmission Unit). Harus ditekankan bahwa bandwidth minimum memiliki path lengkap, yang berarti nilai bandwidth tidak ditunjukkan dengan cara apapun kecuali jumlah hop router atau interface berapa banyak bandwidth minimum yang ada di sepanjang jalan menuju tujuan (destination). Keterlambatan bandwidth tidak seperti nilai kumulatif yang increment sebagai rute disebarkan disepanjang jalur tersebut.

EIGRP menggunakan 50% dari bandwidth interface yang dikonfigurasi. Mengubah nilai bandwidth yang berbeda sehingga EIGRP yang ter-update tidak mengkonsumsi banyak ruang interface.

Metrik disebut sebagai k (nilai), dan inilah nilai-nilai dalam proses routing EIGRP yang perlu diubah untuk mematikan atau menyebabkan satu nilai metrik yang lebih disukai lebih dari satu nilai.

Keterlambatan (delay) dihitung dengan nilai kumulatif path lengkap. Penundaan ini diukur dalam puluhan mikrodetik. Pengaturan penundaan interface pertama akan menampilkan penundaan sebagai 10ms yang mewakili 0,01 ms, atau pengaturan penundaan sampai 10 akan menampilkan penundaan sebagai 0,1 ms.


Rumus untuk menghitung metrik adalah:
 metrik = [k1 * bandwidth + (k2 bandwidth *) / (256 - load) + k3 *] delay

 

Jika K5 tidak sama dengan nol, Anda akan perlu melakukan operasi tambahan:
 metrik = metrik * [K5 / (reliability + K4)]

Nilai pengaturan k dicatat di dalam setiap EIGRP halo paket, jika nilai K tidak cocok akan menyebabkan hubungan EIGRP tetangga gagal

 

Metrik EIGRP diwakili dengan 32-bit bidang max EIGRP metrik adalah desimal 4294967040
 Metrik dikonfigurasi sebagai berikut:
 R2 (config) # router eigrp 1
 R2 (config-router) # metrik?

 

Aktifkan ditentukan dalam Holddown Timers EIGRP ditentukan dalam Holddown Timers
 Iklan-hop maksimum rute EIGRP lebih besar dari hops sebagai unreachable
 Ubah EIGRP koefisien bobot metrik
  R2 (config-router) # bobot metrik?
  0-4293967295 Jenis Layanan (Hanya KL 0 didukung)

 

KL digunakan oleh cisco untuk menandai pesan EIGRP sehingga mereka dapat ditangani oleh QoS
  R2 (config-router) # bobot metrik 0?
  0-4293967295 K1
 K1 = Bandwidth, nilai ini merupakan Bandwidth K yang secara default di set ke 1
  R2 (config-router) bobot metrik # 0 1?
  0-4293967295 K2

 

Load K2 =, nilai ini merupakan beban K, yang secara default diatur ke 0
  R2 (config-router) # bobot metrik 0 1 0?
  0-4293967295 K3

 

Load K3 =, nilai ini merupakan Delay K, yang secara default di set ke 1
  R2 (config-router) # bobot metrik 0 1 0 1?
  0-4293967295 K4

Load K4 =, nilai ini merupakan Keandalan K, yang secara default diatur ke 0
  R2 (config-router) # bobot metrik 0 1 0 1 0?
  0-4293967295 K5
 K5 = beban, nilai ini merupakan MTU K, yang secara default diatur ke 0
  R2 (config-router) # bobot metrik 0 1 0 1 0 0

Untuk mempertimbangkan bandwidth EIGRP dua kali lebih penting seperti keterlambatan misalnya, buatlah nilai k bandwidth DUA KALI lebih besar dari nilai k delay (penundaan)