header-photo

Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Assisted Individualization (TAI)

Kategori: Miscellaneous
Diposting oleh fajar pada Sabtu, 29 Mei 2010
[3693 Dibaca] [6 Komentar]Post to TwitterPost to Facebook

1.      Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Assisted Individualization (TAI)

Pembelajaran kooperatif tipe TAI merupakan kombinasi antara belajar secara kooperatif dengan belajar secara individual. Siswa tetap dikelompokkan, tetapi setiap siswa belajar sesuai dengan kecepatan dan kemampuan masing-masing, setiap anggota kelompok saling membantu dan mengecek. (Rahmawati, 2006).

Pada dasarnya para siswa memasuki kelas dengan berbekal pengetahuan yang berbeda-beda, sehingga ketika guru menyampaikan suatu materi pelajaran dalam kelas yang beragam pengetahuannya, kemungkinan beberapa siswa tidak mempunyai keterampilan-keterampilan prasyarat untuk mempelajari materi tersebut. Sedangkan siswa lain mungkin telah mengetahui materi tersebut, sehingga dapat mempelajari dengan cepat dan waktu yang tersisa  terbuang percuma.

Salah satu alternatif pemecahan masalah di atas adalah pembelajaran kooperatif tipe TAI, karena pembelajaran ini merancang sebuah bentuk pembelajaran kelompok dengan cara menyuruh para siswa bekerja dalam kelompok-kelompok pembelajaran kooperatif dan bertanggung jawab dalam memecahkan masalah serta saling memotivasi untuk berprestasi.

TAI merupakan pembelajaran yang terdiri dari beberapa komponen, yaitu:

1.      Team atau kelompok. Kelompok yang dibentuk beranggotakan 5 orang siswa. Kelompok tersebut merupakan kelompok heterogen, yang mewakili hasil-hasil akademis dalam kelas, jenis kelamin dan ras. Fungsi kelompok adalah untuk memastikan bahwa semua anggota kelompok ikut belajar dan lebih khusus adalah mempersiapkan anggotanya untuk mengerjakan tes dengan baik.

2.      Placement Test atau Tes Penempatan. Para siswa diberi pretest pada permulaan    program. Hal ini dimaksudkan untuk menempatkan siswa pada kelompok belajar yang didasarkan pada hasil  tes mereka.

3.      Curiculum Material atau Perangkat Pembelajaran. Dalam pembelajaran, strategi pemecahan masalah ditekankan pada seluruh materi. Masing-masing unit terbagi dalam:

a.       Satu lembar petunjuk, berisi tinjauan konsep-konsep yang diperkenalkan oleh guru dalam pengajaran kelompok, dibahas dengan singkat.

b.      Beberapa lembar praktek keterampilan masing-masing praktek keterampilan        memperkenalkan sebuah sub keterampilan yang membawa kepada ketuntasan        keseluruhan keterampilan.

c.       Tes formatif, dalam penelitian ini yang dimaksud adalah kuis.

4.      Team Study atau Belajar Kelompok. Setelah guru menjelaskan materi pokok pada tiap pertemuan, siswa ditempatkan pada kelompoknya masing-masing. Tujuan dari kelompok ini adalah agar semua siswa aktif untuk belajar dan lebih khusus siswa menyelesaikan tugas secara mandiri. Setiap siswa dalam setiap kelompok bekerja dengan langkah-langkah sebagai berikut.

a.       Siswa membentuk pasangan untuk saling memeriksa.

b.      Siswa mempelajari materi pokok dan bertanya kepada rekan kelompok atau guru jika ada yang tidak dimengerti,

c.       Setelah itu, siswa mengerjakan tugas pada modul yang dibagikan.

5.      Team Scores and Team Recognition atau Skor Kelompok dan Pengakuan Kelompok. Pada akhir tiap siklus, guru menghitung skor kelompok. Skor ini diperoleh dari rata-rata nilai kuis dan nilai tes tiap siklus yang diperoleh tiap anggota kelompok. Kemudian guru mengumumkan predikat untuk tiap kelompok berdasarkan skor yang diperoleh. Kriteria yang dianut untuk prestasi kelompok yaitu kriteria tinggi untuk kelompok super, kriteria menengah untuk kelompok hebat dan kriteria minimum untuk kelompok baik.  

6.      Teaching Group atau Pengajaran Kelompok. Pada tiap pertemuan, guru memberikan bimbingan selama 10 sampai 15 menit dalam suatu kelompok yang anggotanya diambil dari tiap-tiap kelompok yang terbentuk yang memiliki tingkat penguasaan yang sama dilihat dari modul yang diselesaikan. Tujuan dari pengajaran kelompok ini adalah agar siswa dapat mengintegrasikan pengatahuan-pengetahuan baru yang diberikan oleh guru dengan pengetahuan-pengetahuan yang telah dimiliki siswa sehingga mereka dapat memahami konsep yang diajarkan dengan baik. Pada saat guru memberikan pengajaran kelompok ini, siswa yang lain tetap melanjutkan untuk mengerjakan modul pada kelompoknya masing-masing.

7.      Fact Test atau Tes Fakta. Dua kali seminggu, para siswa mengambil tes-tes tiga menit.

8.      Whole Class atau Unit-unit Kelas Keseluruhan. Setelah pertemuan ke tiga tiap siklus, guru menghentikan pengajaran individual dan pengajaran kelompok, kemudian menggunakan waktu satu kali pertemuan untuk memberikan materi kepada siswa secara keseluruhan yang berhubungan dengan strategi pemecahan soal, sehingga mereka lebih siap untuk menghadapi tes. 

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pembelajaran kooperatif tipe TAI yaitu:

a.       Guru harus meminimalkan keterlibatan dalam manajemen tiap kelompok.

b.      Guru harus mengalokasikan sedikitnya setengah dari jumlah jam pelajaran tiap pertemuan untuk memberikan pengajaran kelompok.

c.       Teknik yang digunakan dalam pengajaran di kelas harus yang sederhana sehingga siswa yang berada pada tingkat tertentu dapat memahami dan melaksanakan dengan baik.

d.      Guru memotivasi setiap siswa untuk bekerja dalam kelompoknya masing-masing dengan cepat dan seefesien mungkin  tanpa harus meniru pekerjaan temannya.



PDF | DOC | DOCX


Komentar:

07 Desember 2011 pukul 21:12 WIB
widia mengatakan...
model ini dapat diterapkan di semua mapel atau tidak? IPA misalnya. Mohon penjelasannya.. Makasi.

13 Mei 2011 pukul 07:55 WIB
erni mengatakan...
mohon penjelasan mengenai tes penempatan

21 Juni 2010 pukul 06:24 WIB
fajar mengatakan...
pasti ada.... namun tidak diketahui siapa perintis dari metode ini... cari saja di google.... team assisted individualization

10 Juni 2010 pukul 14:38 WIB
okpiriany br lubis mengatakan...
Apakah materi ini ada dalam bahasa inggris?Siapa nama penulis dan apa judulnya?tx.....tolong balas ya......

01 Juni 2010 pukul 18:50 WIB
corry mengatakan...
materi lengkap mengenai tipe ini bisa didapat dimana yaa??? thx,, ini metode baru bukan??

01 Juni 2010 pukul 18:48 WIB
corry mengatakan...
materi lengkap mengenai tipe ini bisa didapat dimana yaa??? thx,, ini metode baru bukan??


Kirim Komentar Anda:

Nama Anda (wajib diisi) E-Mail (tidak dipublikasikan) http:// Website, Blog, Facebook, dll (wajib diisi)


<-- isi kode di atas (wajib diisi)

grinLOLcheesesmilewinksmirkrolleyesconfused
surprisedbig surprisetongue laughtongue rolleyetongue winkraspberryblank starelong face
ohhgrrrgulpoh ohdownerred facesickshut eye
hmmmmadangryzipperkissshockcool smilecool smirk
cool grincool hmmcool madcool cheesevampiresnakeexcaimquestion