Landasan Psikologi Pendidikan

Kategori: Landasan Pendidikan
Diposting oleh enika pada Rabu, 28 Desember 2011
[467 Dibaca] [0 Komentar]Post to TwitterPost to Facebook

 LANDASAN PSIKOLOGIS PENDIDIKAN

Oleh :

Nyimas Inda Kusumawati

NIM : 20102512035

A.    Pengertian

Psikologi atau jiwa adalah ilmu yang mempelajari jiwa manusia. Jiwa itu sendiri adalah roh dalam keadaan mengendalikan jasmani, yang dapat dipengaruhi oleh alam sekitar. Landasan psikologi pendidikan adalah peranan psikologis (jiwa) seseorang dalam memperoleh pendidikan.

 

B.     Landasan Psikologis Pendidikan

Dapat dikatakan jiwa atau psikis merupakan inti dan kendali kehidupan manusia. Jiwa manusia berkembang sejajar dengan pertumbuhan jasmani. Dalam perkembangan jiwa dan jasmani inilah, anak sebaiknya belajar atau memperoleh pengajaran, karena pada masa ini mereka peka untuk belajar dan punya banyak waktu untuk belajar.

Layanan pendidikan terhadap anak harus dibuat bertingkat-tingkat agar pelajaran dapat  dipahami anak. Oleh karena itu agar sukses dalam mendidik, kita perlu memahami perkembangan anak, sebab hal ini membantu kita dalam memahami tingkah laku anak.

1.      Psikologi Perkembangan

Ada 3 pendekatan tentang perkembangan, yaitu ;

a.    Pendekatan pentahapan, yaitu perkembangan tiap individu melalui tahapan tertentu, dimana tiap tahap memiliki ciri khusus yang berbeda dengan tahap lainnya.

b.    Pendekatan diferensial, yaitu pendekatan yang melihat persamaan dan perbedaan antar individu. Dengan pendekatan ini biasanya dibentuk suatu kelompok-kelompok tertentu, yang berdasarkan jenis kelamin, bakat, ras, agama, status sosial ekonomi dan sebagainya.

c.    Pendekaatan ipsatif, yaitu pendekatan yang mengacu pada karakteristik individu atau melihat perkembangan seseorang secara individual.

Dari ketiga pendekatan di atas, yang biasa dilakukan adalah pendekatan pentahapan.

2.      Psikologi Belajar

Belajar adalah perubahan perilaku yang relatif permanen sebagai hsil pengalaman dan bisa melaksanakannya pada pengetahuan lain serta mampu mengkomunikasikannya kepada orang lain.

a.    Teori belajar Klasik

1)   Disiplin mental Theistik

Menurut teori ini individu atau anak memiliki sejumlah daya mental seperti pikiran, ingatan, perhatian, kemampuan dan sebagaianya.

2)   Disiplin Mental Humanistik

Teori ini sama dengan disiplin mental Theistik, yaitu apabila daya itu dilatih, maka akan semakin kuat, sampai akhirnya ia mampu menyelsaikan masalah yang dihadapi.

3)   Naturalis dan aktualisasi diri

Teori ini sma dengan dua di atas, yaitu memandang anak memiliki potensi, hanya saja dalam teori ini potensi anak tidak dikembangkan oleh pendidik melainkan oleh anak itu sendiri.

4)   Apersepsi

Teori ini memandang jiwa sebagai suatu yang terstruktur, dan struktur ini bisa berubah dan berkembang jika seseorang belajar.

b.   Teori belajar Modern

1)        R-S Bond atau Asosiasi

2)        Pengkonsisian (kodisioning) Instrumental

3)        Pengkondisian Operan

4)        Penguatan

5)        Kognisi

6)        Belajar bermakna

7)        Insight atau Gestalt

8)        Lapangan

9)        Tanda (sgn)

10)    Fenomenologi

 

3.      Psikologi Sosial

Adalah psikologi yang mempelajari psikologi seseorang di masyarakat, yang mengkombinasikan ciri-ciri psikologi dengan ilmu sosial untuk mempelajari pengaruh masyarakat terhadap individu dan antarindividu (Hollander, 1981).

Kecendrungan manusia untuk bersahabat dan berkasih sayang dimulai sejak ia dilahirkan hingga menjadi dewasa, mereka merespon orang-orang yang dekat dengannya dengan kasih sayang.

Perkembangan kasih sayang ini disebabkan oleh dua hal yaitu ;

1.      Karena pembawaan atau genetika. Pembawaan kasih sayang ini sebagai  perangkat yang penting untuk mempertahankan hidup sang bayi.

2.      Karena belajar. Mereka belajar semua aturan perilaku. Anak-anak cinta pada orang tua, sebab orang tua memberi makan dan memberi kehangatan.

 

4.      Kesiapan Belajar dan Aspek-aspek Individu

Kesiapan belajar secara umum adalah kemampuan seseorang untuk mendapatkan keuntungan dari pengalaman yang ia temukan. Kesiapan ini menyangkut kesiapan kognisi dan afeksi. Kesiapan kognisi yaitu bertalian dengan pengetahuan, pikiran, dan kualitas berpikir seseorang dalam menghadapi situasi belajar yang baru. Sedangkan kesiapan afeksi, menurut sejumlah penelitian, mengatakan motivasi atau kesiapan afeksi belajar di kelas tergantung kepada kekuatan motif atau kebutuhan berprestasi, orientasi motivasi itu sendiri dan faktor-faktor situasional yang mungkin dapat membangun motivasi.

5.      Dampak Komsep Pendidikan

Tinjauan tentang psikologi perkembangan, psikologi belajar, psikologi sosial dan kesiapan belajar serta aspek-aspek individu, memberikan dampak kepada konsep pendidikan.

Dampaknya kepada konsep pendidikan adalah sebagai berikut ;

1.      Psikologi perkembangan yang bersifat umum, yang dampaknya berorientasi pada afeksi dan kognisi. Kedua aspek tersebut memberi arahan pendidik untuk menyiapkan dan mengorganisasi materi pendidikan serta bagimana membina anak-anak agar mereka mau belajar secara sukarela.

2.      Psikologi belajar, secara klasik,  berdampak dalam manfaatnya untuk menghafal perkalian, melatih sosial; secara behavioris, bermanfaat dan cocok untuk membentuk perilaku nyata, giat bekerja, gemar bernyanyi dan sebagainya; secara kognisi, cocok untuk mempelajari materi-materi pelajaran yang lebih rumit yang membutuhkan pemahaman dan sebagainya.

3.      Psikologi sosial, berdampak untuk menciptakan persepsi terhadap lingkungan secara wajar, dan sikap serta perasaan yang positif; m\pembentukan sikap yang positif; mengembangkan motivasi; hubungan yang dekat dalam proses konseling, bimbingan dsan belajar dalam kelompok; membendung perilaku agresif anti sosial; serta mengembangkan kemampuan memimpin di kalangan anak-anak.

 

C.    KESIMPULAN

Dalam makalah ini, dapat disimpulkan bahwa jiwa manusia berkembang sejalan dengan pertumbuhan jasmani, tahap-tahap dalam pertumbuhan jasmani mengakibatkan dibutuhkannya pendidikan terhadap psikologis yang juga dilakukan secara bertahap. Kematangan psikologi anak pada tiap anak mempengaruhi kesiapan belajar anak.

Landasan psikologi memandang jiwa peserta didik secara keseluruhan, sehingga pendidik dan dunia pendidikan yang telah memahami landasan psikologi  pendidikan mampu memberikan dampak dan kontribusi yang positif terhadap pendidikan anak dan konsep pendidikan itu sendiri.

 

REFERENSI

Pidarta, Made.2007. Landasan Kependidikan: Stimulus Pendidikan bercorak Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta.

http://risyana.wordpress.com/2009/04/13/landasan-psikologis-dalam-pendidikan/

 

 



PDF | DOC | DOCX


Komentar:


belum ada komentar...


Kirim Komentar Anda:

Nama Anda (wajib diisi) E-Mail (tidak dipublikasikan) http:// Website, Blog, Facebook, dll (wajib diisi)


<-- isi kode di atas (wajib diisi)

grinLOLcheesesmilewinksmirkrolleyesconfused
surprisedbig surprisetongue laughtongue rolleyetongue winkraspberryblank starelong face
ohhgrrrgulpoh ohdownerred facesickshut eye
hmmmmadangryzipperkissshockcool smilecool smirk
cool grincool hmmcool madcool cheesevampiresnakeexcaimquestion

Sampai jumpa lagi !!