Perencanaan Pendidikan

PERENCANAAN STRATEGIS PENDIDIKAN

 

A. PENDAHULUAN

            Perencanaan strategis pendidikan adalah suatu rencana jangka panjang yang bersifat menyeluruh, memberikan rumusan ke mana pendidikan akan diarahkan, dan bagaimana sumberdaya dialokasikan untuk mencapai tujuan selama jangka waktu tertentu dalam berbagai kemungkinan keadaan lingkungan. Perencanaan Strategic (Strategic Plans)  juga merupakan suatu proses pemilihan tujuan-tujuan organisasi, penentuan strategi, kebijaksanaan, program-program strategi yang diperlukan untuk tujuan-tujuan tersebut.

B. RUMUSAN MASALAH

            Dalam makalah ini akan membahas:

1.      Pengertian perencanaan strategis

2.      Ciri-ciri perencanaan strategis

3.      Proses perencanaan strategis

 

C. PEMBAHASAN

 

C.1.Pengertian Perencanaan dan Perencanaan Strategis

Perencanaan

Menurut Ulbert Silalahi (dalam Supardi,2010: 2) bahwa perencanaan merupakan kegiatan menetapkan tujuan serta merumuskan dan mengatur pendayagunaan manusia, informasi, finansial, metode dan waktu untuk memaksimalkan efesiensi dan efektifitas pencapaian tujuan.

Perencanaan Strategis

Perencanaan strategis pendidikan adalah suatu rencana jangka panjang yang bersifat menyeluruh, memberikan rumusan ke mana pendidikan akan diarahkan, dan bagaimana sumberdaya dialokasikan untuk mencapai tujuan selama jangka waktu tertentu dalam berbagai kemungkinan keadaan lingkungan

Pengetahuan tentang strategi berasal dari kalangan militer, yang kemudian dikembangkan ke dunia akademis dalam bidang manajemen pendidikan dalam bentuk manajemen stratejik (strategic management). Dari bentuk inilah ke-mudian berkembang menjadi perencanaan stratejik (strategic planning) yang terkait dengan perencanaan pendidikan (corporate planning).

Ilmu strategi yang dulunya milik para general (jendral) kini menjadi andalan para general ma-

nagers. Manajemen stratejik berkaitan dengan peru-musan arah pengembangan organisasi ke masa depan, untuk mencapai sasaran-sasaran jangka panjang dan jangka pendek. Menurut Boseman dan Phatak (1989), proses manajemen atau pe-rencanaan  stratejik mencakup tujuh bagian yang saling berkaitan, sebagai berikut: 

 1.  Penilaian terhadap organisasi, dalam hal kekuatan, kelemahan, peluang dan tantan-

gan (strengths, weakness, opportunities,and threats atau disingkat sebagai SWOT). 

2.  Perumusan misi organisasi. 

3.  Perumusan falsafah dan kebijakan organ-isasi.

4.  Penetapan sasaran-sasaran stratejik. 

5.  Penetapan strategi organisasi. 

6.  Implementasi strateji organisasi. 

7.  Pengendalian (control) strateji organisasi.  

 

C.2. Tipe-Tipe Perencanaan

            Menurut pidarta(2005:64) bahwa perencanaan strategis di bagi tiga tipe, yakni:

a. Tipe perencanaan dari segi waktu

a) jangka panjang (min 10 tahun)

b) jangka menengah (1 – 5 tahun)

c) jangka pendek (maksimal 1 tahun)

b. Tipe perencanaan dari segi ruang lingkup

a) Perencanaan makro (mencakup pendididkan seluruh bangsa)

b) perencanaan meso (mencakup wilyah tertentu)

c) perencanaan mikro(mencakup lembaga pendidikan)

c. Tipe peencanaan dari segi sifat

a) Perencanaan strategi

    Perencanaan strategi berkaitan dengan kebijakan yang diambil, pendekatan yang dipakai,     

    kebutuhan, misi dan tujuan yang ingin dicapai

b) Perencanaan operasional

    Perencanaan operasional berkaitan dengan usaha yang dipakai untuk merealisasikan   

    perencanaan strategi atau tujuan perencanaan tersebut

C.3. Pentingnya perencanaan Startegis

Ada 2 ( dua ) alasan yang menunjukkan pentingnya Perencanaan Strategis :

1. Perencanaan strategic  memberikan kerangka dasar dalam mana semua bentuk-bentuk             

    perencanaan lainnya yang harus di ambil.

2. Pemahaman terhadap perencanaan strategic akan mempermudah pemahaman bentuk-bentuk  

    perencaaan lainnya.

Dengan adanya perencanaan strategis ini maka konsepsi pendidikan menjadi jelas sehingga akan memudahkan dalam memformulasikan sasaran serta rencana-rencana lain dan dapat mengarahkan sumber-sumber organisasi secara efektif. Sehingga dapat dikatakan bahwa perencanaan strategi dapat menentukan keberhasilan organisasi atau pendidikan, hal ini disebabkan karena:

1. Perencanaan strategi merupakan tipe perencanaan yang terpenting

2. Melakukan perencanaan strategi berarti menetapkan misi organisasi secara jelas

3.Perencanaan strategi memungkinkan manajer mempersiapkan diri terhadap kemungkinan terjadinya perubahan pada lingkungan organisasinya Perencanaan strategis tidak mengenal standar baku, dan prosesnya mempunyai variasi yang tidak terbatas. Tiap penerapan perlu merancang variasinya sendiri sesuai kebutuhan,situasi dan kondisi setempat. Meskipun demikian, secara umum proses perencanaan strategis memuat unsur-unsur: 

(1)  perumusan visi dan misi,

(2)  pengkajian lingkungan eksternal, 

(3)  pengkajian lingkungan internal, 

(4)  perumusan isu-isu strategis, 

(5) penyusunan strategi pengembangan (yang dapat ditambah dengan tujuan dan sasaran). Proses perencanaan strategis tidak bersifat sekuensial penuh, tapi dapat dimulai dari salah satu dari langkah ke (1), (2), atau (3). Ketiga langkah tersebut saling mengisi. Setelah ketiga langkah pertama  ini selesai, barulah dilakukan langkah ke (4), yang disusul dengan langkah ke  (5). Setelah rencana  strategis (renstra) selesai disusun, maka diimplementasikan dengan terlebih dahulu menyusun rencana-rencana kerja (aksi/tindakan)

C.4. Konsep Strategi

Strategi dirumuskan dalam dua perspektif  berbeda :

Perspektif pertama strategi adalah program yang luas untuk mendefinisikan dan mencapai tujuan organisasi dan melaksanakan misinya. Pengertian ini lebih mengarahkan pada peranan aktif organisasi untuk melaksanakan program sebagai strategi organisasi menghadapi perubahan lingkungan. Strategi ini dikenal sebagai perencanaan strategi. 

Perspektif kedua strategi adalah pola  tanggapan organisasi yang dilakukan terhadap lingkungan sepanjang waktu.  Pengertian ini lebih mengarahkan organisasi untuk bersikap pasif, yang artinya para manajer akan menganggapi dan menyesuaikan diri dengan lingkungan hanya jika mereka merasa perlu untuk melakukannya. Strategi ini dikenal sebagai strategi adaptif. Pembahasan pada materi ini akan lebih di tekankan pada peranan aktif manajer yang dikenal sebagai perencanaan strategis yang fokusnya luas dan berjangka panjang. Disamping ke dua perspektif tersebut dikenal strategi entrepreneur yaitu strategi yang dirancang pemimpin usaha berdasarkan inisiatif untuk pertumbuhan yang konstan dengan mencari peluang baru secara aktif. Pengertian ini juga mengarahkan peranan aktif seseorang dalam hal ini adalah seorang entrepreneur atau wirausahawan.

C.5. Ciri-ciri strategi meliputi :

1.  Wawasan waktu, strategi menggambarkan  kegiatan dengan cakrawala jangka

     panjang atau pandangan yang jauh ke depan, yaitu waktu untuk melaksanakan

     dan melihat hasilnya.

2.  Dampak, pengaruh strategi akan sangat berarti pada hasil akhirnya.

3.  Pemusatan upaya, dengan memfokuskan  pada kegiatan yang terpilih

     mengharuskan pemusatan pemanfaatan sumber daya yang ada.

4.  Pola keputusan, strategi mensyaratkan sederetan keputusan tertentu perlu diambil

     sepanjang waktu mengikuti suatu pola yang konsisten.

5.  Peresapan, strategi mencakup kegiatan yang luas mulai alokasi sumber daya

     sampai kegiatan operasional pendidikan.

 

C.6. Proses Perencanaan Strategis

Proses perencanaan strategis atau manajemen strategis merupakan proses pengarahan usaha perencanaan strategis dan menjamin strategi tersebut dilaksanakan dengan baik sehingga menjamin kesuksesan organisasi dalam jangka panjang. Manajemen strategi meliputi formulasi dan implementasi strategi sebagai berikut :

1.  Formulasi Misi dan Tujuan

     Pertanyaan mendasar dalam formulasi misi dan tujuan adalah “Apa usaha kita?” dan “Apa  

     usaha kita yang seharusnya?”. 

2.  Analisis Tujuan dan Strategi Saat ini

     Dalam perjalanan waktu, manajer suatu organisasi barangkali akan kehilangan “minat” terhadap misi yang pertama  kali mereka perjuangkan. Manajer harus diingatkan kembali pada misi awalnya. 

3.  Analisis Lingkungan

     Bertujuan melihat perubahan-perubahan dalam lingkungan, demografis,politik, sosial, ekonomi, yang akan mempengaruhi organisasi. Perubahan dalam lingkungan eksternal organisasi dapat menghasilkan kesempatan maupun ancaman, tergantung bagaimana reaksi organisasi. Untuk memperoleh informasi perubahan lingkungan, perlu dikembangkan system informasi strategis, pengembangan bisnis data, keluhan atau komentar dari pihak luar (stakeholder).

4.  Analisis Sumberdaya

Dilakukan bersamaan dengan analisis lingkungan, melalui analisis kekuatan dan kelemahan organisasi.

5.  Identifikasi Kesempatan Strategis

Kesempatan strategis merupakan gap  antara situasi apabila organisasi menggunakan tujuan dan strategi yang dirumuskan dalam proses penentuan tujuan dengan situasi apabila organisasi menggunakan strategi sekarang ini (tanpa perubahan). Kesempatan strategis muncul apabila organisasi menetapkan tujuan baru yang lebih sulit, atau apabila ada persaingan yang ketat dan mengakibatkan organisasi tidak berhasil mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. 

6.  Pengambilan Keputusan Strategis

Organisasi dapat mengembangkan sejumlah alternatif strategis untuk memanfaatkan kesempatan strategis. 

7.  Pelaksanaan Strategi

Perencanaan strategi harus dijalankan untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

 

8.  Evaluasi dan Pengendalian Strategis

Manajer harus selalu mengevaluasi  pelaksanaan rencana strategis. Pengendalian  strategis merupakan pengendalian terhadap pelaksanaan rencana strategis. 

 

 

Model diagram alur proses perencanaan strategis

1.  Misi . Sebuah misi pendidikan adalah alasan keberadaan. Misi sering diungkapkan dalam pernyataan misi, yang menyampaikan rasa tujuan proyek kepada karyawan dan citra pendidikan kepada pelanggan. Dalam perumusan proses strategi, pernyataan misi merupakan suasana hati pendidikan kemana harus pergi

2. Tujuan adalah tujuan konkret organisasi berusaha untuk mencapainya, misalnya, sebuah target pertumbuhan jumlah siswa. Tujuan harus menantang tapi dapat dicapai

3.  Analisis Situasi  Perubahan dalam lingkungan eksternal sering muncul peluang-peluang baru dan cara-cara  baru untuk mencapai tujuan. Scan lingkungan dilakukan untuk mengidentifikasi peluang-peluang yang tersedia. Perusahan juga harus mengetahui kemampuan dan keterbatasn untuk memilih peluang yang mengejar dengan probabilitas keberhasilan yang lebih tinggi.

Lingkungan eksternal memiliki dua  aspek: lingkungan makro yang mempengaruhi semua pendidikan dan lingkungan mikro yang mempengaruhi pendidikan dalam industri tertentu. Makro meliputi analisis lingkungan politik, ekonomi, sosial, dan faktor-faktor teknologi yang kadang-kadang disebut sebagai ANALISIS PEST. Sebuah aspek penting dari analisis lingkungan mikro adalah industri dimana pendidikan beroperasi atau sedang mempertimbangkan operasi. Analisis internal mempertimbangkan situasi di dalam pendidikan itu sendiri, seperti : budaya pendidikan, citra pendidikan, struktur organisasi, staf kunci, akses ke sumber daya alam, posisi pada kurva pengalaman, efisiensi, kapasitas operasional, merek, pasar , sumber  keuangan, eksklusif kontrak, paten dan rahasia lembaga tersebut

4.  Penyusunan Strategi.   Begitu gambaran yang jelas tentang pendidikan dan lingkungannya yang ada ditangan, alternatif strategis tertentu dapat dikembangkan. Sementara pendidikan yang berbeda memiliki alternatif yang berbeda tergantung pada situasi mereka, ada juga strategi generik yang dapat diterapkan diberbagai pendidikan.  Michael Porter mengidentifikasi kepemimpinan biaya, diferensiasi, dan  fokus sebagai tiga strategi generik yang dapat dipertimbangkan sebagai alternatif strategis.

5.  Pelaksanaan. Kemungkinan strategi akan  dinyatakan dalam tingkat tinggi istilah konseptual dan prioritas.  Implementasi yang efektif, perlu diterjemahkan ke dalam kebijakan yang  lebih rinci dapat dipahami di tingkat fungsional organisasi. Ekspresi strategi dalam hal kebijakan fungsional juga berfungsi untuk menyoroti isu-isu praktis yang mungkin tidak terlihat pada tingkat yang lebih tinggi. Strategi ini harus diterjemahkan ke dalam kebijakan-kabijakan khusus untuk bidang fungsional seperti : pemasaran,  penelitian dan pengembangan, pengadaan, produksi, SDM, sistem informasi Selain mengembangkan kebijakan fungsional, tahap pelaksanaan melibatkan identifikasi sumber daya yang diperlukan dan meletakkan ke tempatnya yang diperlukan perubahan organisasi.

6.  Control. Setelah diimplementasikan, hasil dari strategi perlu diukur dan dievaluasi, dengan perubahan yang dibuat seperti yang diperlukan untuk tetap pada jalur rencana. Sistem kontrol harus dikembangkan dan dilaksanakan untuk memfasilitasi pemantauan ini. Standar kinerja yang ditetapkan, performa yang sebenarnya diukur, dan tindakan yang tepat diambil untuk memastikan keberhasilan.

7.  Dinamis dan proses berkelanjutan. Suatu perubahan dalam satu komponen dapat memerlukan perubahan dalam seluruh strategi. Dengan demikian, proses proses harus diulang dalam rangka strategi untuk mengadaptasi perubahan lingkungan. Sepanjang proses pendidikan mungkin memerlukan siklus kembali ke tahap sebelumnya dan membuat penyesuaian.

8.  Kerugian proses ini . Dalam masa-masa perubahan, beberapa strategi yang lebih sukses muncul secara informal  dari tingkat yang lebih rendah dari organisasi, dimana manajer yang lebih  dekat dengan pelanggan dari hari kehari.

Perencanaan stratejik berbeda dengan peren-canaan tradisional (perencanaan jangka pan-jang) dalam beberapa hal sebagai terlihat pada Tabel 1

 

 

 

 

Bryson (1988) mengusulkan suatu proses per-pencanaan stratejik untuk organisasi nirlaba dan

pemerintahan,  yang  mencakup   delapan   langkah sebagai berikut (lihat pula Gambar 1).  

 

1.  Memulai dan bersepakat dalam hal proses perencanaan stratejik; 

2.  Mengenali mandat yang diberikan ke organisasi; 

3.  Menetapkan misi dan nilai -nilai yang dipegang oleh organisasi;  

4.  Menilai kondisi lingkungan eksternal, dalam hal: peluang dan tantangan; 

5.  Menilai kondisi lingkungan internal, dalam hal: kekuatan dan kelemahan; 

6.  Menemu-kenali isu -isu stratejik yang dihadapi oleh organisasi;  

7.  Merumuskan strateji-strateji untuk mengelola isu -isu;  

8.  Merumuskan dan memantapkan visi organisasi ke masa depan. 

 

 

D. KESIMPULAN

            Perencanaan strategis sebuah lembaga pendidikan sangatlah penting Ada 2 ( dua ) alasan yang menunjukkan pentingnya Perencanaan Strategis :

1. Perencanaan strategic  memberikan kerangka dasar dalam mana semua bentuk-bentuk             

    perencanaan lainnya yang harus di ambil.

2. Pemahaman terhadap perencanaan strategic akan mempermudah pemahaman bentuk-bentuk  

    perencaaan lainnya.

Dengan adanya perencanaan strategis ini maka konsepsi pendidikan menjadi jelas sehingga akan memudahkan dalam memformulasikan sasaran serta rencana-rencana lain dan dapat mengarahkan sumber-sumber organisasi secara efektif.

            Perencanaan strategis di bagi dalam 3 tipe, yakni perencanaan strategis dari segi waktu, perencanaan strategis dari segi ruang lingkup dan perencanaa strategis dari segi sifat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Pidarta, P. (2005). Perencanaan Pendidikan Partisipatori. Jakarta: Rineka cipta.

Drs.Supardi, M. (2010). Perencanaan Pendidikan suatu pendekatan praktik. Jakarta: Diadit Media.

Prof. Dr. Ir. Achmad Djunaedi, MUP, makalah PROGRAM MAGISTER PERENCANAAN KOTA DAN DAERAH,UNIVERSITAS GADJAH MADA ,2002

http://intranet.ugm.ac.id/~a-djunaedi /  (diakses tanggal 5 April 2012)

Materi Kuliah manajemen Universitas Gunadarma (diakses 5 Apri 2012)

Komentar

 


belum ada komentar...

Kirim Komentar Anda:

Nama : Nama Anda (wajib diisi)
E-Mail : E-Mail (tidak dipublikasikan)
Situs : Website, Blog, Facebook, dll
Komentar :
(wajib diisi)
Verifikasi :
<-- isi kode di atas (wajib diisi)

grinLOLcheesesmilewinksmirkrolleyesconfused
surprisedbig surprisetongue laughtongue rolleyetongue winkraspberryblank starelong face
ohhgrrrgulpoh ohdownerred facesickshut eye
hmmmmadangryzipperkissshockcool smilecool smirk
cool grincool hmmcool madcool cheesevampiresnakeexcaimquestion