managemen stress....
<!-- /* Font Definitions */ @font-face {font-family:"Cambria Math"; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:1; mso-generic-font-family:roman; mso-font-format:other; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} @font-face {font-family:Calibri; panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; margin-top:0in; margin-right:0in; margin-bottom:10.0pt; margin-left:0in; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoPapDefault {mso-style-type:export-only; margin-bottom:10.0pt; line-height:115%;} @page Section1 {size:8.5in 11.0in; margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; mso-header-margin:.5in; mso-footer-margin:.5in; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} -->
Stres adalah suatu keadaan yang saya rasa pernah dirasakan oleh seluruh umat manusia di dunia ini. Gejala stres itu mencakup mental, sosial dan fisik. Hal-hal itu meliputi kelelahan, kehilangan atau meningkatnya napsu makan, sakit kepala, sering menangis, sulit tidur dan tidur berlebihan. Perasaan was-was, frustasi, atau kelesuan juga dapat muncul bersamaan dengan stress.
Seperti halnya yang satu ini, stres jenis ini lebih banyak dirasakan para mahasiswa yang sedang duduk di bangku kuliah, terutama bagi mahasiswa-mahasiswa tingkat akhir yang belum juga bisa menyelesaikan masa kuliahnya, padahal udah dead line. Banyak hal yang melatar belakangi seorang mahasiswa belum bisa menyelesaykan kuliahnya, baik faktor interen maupun faktor ekstren. Faktor interen lebih ke pribadinya sendiri kali y, seperti; kurangnya kegigihan, kemauan dan usaha dari seseorang tersebut. Faktor eksteren mungki lebih dikarenakan kurangnya dukungan dari lingkungan sekitarnya seperti dukungan orang tua, teman2 , dosen-dosen yang bersangkutan dan keadaan sosial disekitar tempat tinggalnya.
Tidak sedikit kita dengar bahwa sebagian besar pelaku bunuh diri disebabkan karena faktor stres berkepanjanga, sehingga menyebabkan orang tersebut mengambil jalan pintas. Kalau dipikir-pikir bunuh diri bukanlah jalan keluar dari suatu masalah, tapi lebih tepat akan menambah masalah. So buat teman-teman yang lagi stres jangan pernah mencoba untuk melakukanya, karena tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaykan. Yang terpenting ketika kita menghadapi yang namanya stres, kita harus berusaha untuk memanajemen stres tersebut agar tidak menjadi cambuk bagi kita.
Berikut ada tips-tips memanagemen stress (dari artikel yang pernah saya baca, dan setelah saya coba sip bgt deh) : Manajemen stres adalah kemampuan untuk mengendalikan diri ketika situasi, orang-orang, dan kejadian-kejadian yang ada memeberi tuntutan yang berlebihan. Apa yang dapat anda lakukan untuk mengatur stres anda? Strategi-strategi apa yang ada?
Perhatikan lingkunga sekitar anda :Lihatlah mungkin ada sesuatu yang benar-benar dapat anda ubah atau kendalikan dalam situasi tersebut.
Jauhkan diri anda dari situasi-situasi yang menekan : Beri diri anda kesempatan untuk beristirahat biarpun hanya untuk beberapa saat setiap hari.
Jangan mempermasalahkan hal-hal yang sepele : Cobalah untuk memprioritaskan beberpa hal yang benar-benar penting dan biarkan yang lainnya mengikuti.
Secara selektif ubahlah cara anda bereaksi : Tapi jangan terlalu banyak sekaligus. Fokuskan pada satu masalah dan kendalikan reaksi anda terhadap hal ini.
Hindari reaksi yang berlebihan ; Mengapa harus membenci jika sedikit tidak suka sudah cukup? Mengapa harus merasa bingung jika cukup dengan hanya merasa gugup? Mengapa harus mengamuk jika marah saja sudah cukup? Mengapa harus depresi ketika cukup dengan merasa sedih?
Tidur secukupnya : Kurang istirahat hanya akan memperburuk stress.
Hindari pengobatan diri sendiri atau menghindar : Alkohol dan obat-obatan dapat menyembunyikan stres. Namun tidak dapat membantu memecahkan masalah.
Belajarlah cara terbaik untuk merelaksasikan diri anda : Meditasi dan latihan pernafasan telah terbukti efektif dalam mengendalikan stress. Berlatihlah untuk menjernihkan pikiran anda dari pikiran-pikiran yang menggangu.
Tentukan tujuan yang realistis bagi diri anda sendiri : Dengan mengurangi jumlah kejadian-kejadian yang terjadi dalam hidup anda, anda akan dapat mengurangi beban yang berlebihan.
Jangan membebani diri anda secara berlebihan : dengan mengeluh mengenai seluruh beban kerja anda. Tangani setiap tugas sebagaimana mestinya, atau tangani secara selektif dengan memperhatikan beberapa prioritas.
Ubahlah cara pandang anda : Belajarlah untuk mengenali stress. Tingkatkan reaksi tubuh anda dan buatlah pengaturan diri terhadap stress.
Lakukan sesuatu untuk orang lain : Untuk melepaskan pikiran dari masalah anda sendiri.
Hindari stress : Dengan kegiatan-kegiatan fisik, misalnya jogging, tennis ataupun berkebun.
Tingkatkan ketahanan diri anda : Yang harus digarisbawahi dari manajemen stress adalah ?Saya membuat diri saya sendiri sedih?.
Gimana bagus gak? Selamat mencoba y………
Komentar:
belum ada komentar...
Kirim Komentar Anda: