Stastistika Dasar - Penyajian data

Kategori: Lectures
Diposting oleh amautari pada Selasa, 05 Oktober 2010
[11572 Dibaca] [15 Komentar]Post to TwitterPost to Facebook

PENYAJIAN DATA

A.Pendahuluan

            Data populasi atau data sampel yang sudah terkumpul digunakan untuk keperluan informasi, baik berupa aturan atau analisis lajutan dalam penelitian. Data – data tersebut hendaknya diatur, disusun, disajikan dalam bentuk yang jelas dan komunikatif dalam bentuk penyajian data yang lebih menarik publik. Agar publik lebih mudah memahami dan mengartikan data yang sudah diolah tersebut.

          Secara umum ada beberapa cara penyajian data statistik yang sering digunakan. Menurut Sudjana di dalam bukunya yang berjudul Metoda Statistika secara garis besar penyajian data yang sering dipakai adalah tabel atau daftar dan garfik atau diagram. Menurut pendapat lain Riduwan dalam bukunya yang berjudul Dasar – Dasar Statistika cara penyajian data yang sering dipakai adalah, tabel, grafik, diagram, pengukuran terdentensi sentral dan ukuran penempatan serta pengukuran penyimpangan. Dengan mengambil kesimpulan dari pendapat kedua ahli tersebut maka kelompok kami akan mencoba untuk membahas penyajian data berupa tabel, grafik, dan diagram.

B.Pembahasan

            Dalam pembahasan disini kelompok kami mencoba untuk menjabarkan cara – cara penyajian data, baik berbentuk tabel, grafik maupun diagram.

1.Tabel

            Tabel dapat dibagi menjadi beberapa jenis yaitu: tabel biasa, tabel kontingensi, dan tabel distribusi frekeunsi. Secara garis besar kami akan menuliskan beberapa cara dan aturan dalam pembuatan tabel, yakni :

            Judul tabel, ditulis ditengah – tengah bagian teratas, dalam beberapa baris, semuanya dalam huruf besar. Secara singkat dan jelas dicantumkan meliputi : apa, macam, dan klasifikasi, dimana, bila dan satuan atau unit data yang digunakan. Tiap baris hendaknya menuliskan sebuah pernyataan lengkap, dan sebaiknya jangan dilakukan pemisahan bagian kata dan/atau kalimat.

            Judul kolom ditulis dengan singkat dan jelas, bisa dalam beberapa baris. Usahakan jangan melakukan pemutusan kata. Demikian halnya dengan judul baris. Sel tabel adalah tempat nilai – nilai dituliskan. Dikiri bawah tabel terdapat bagian untuk catatan – catatan yang perlu atau biasa diberikan. Biasanya dari mana data didapatkan (sumber data). Jika sumber data tidak ada, berarti penulis yang membuat data sendiri (data karangan / data fiktif).

            Selain hal – hal diatas ada juga beberapa hal yang perlu untuk diperhatikan yaitu :

1.1  nama – nama sebaiknya disusun berdasarkan abjad,

1.2  waktu disusun secara berurut atau kronologis,

1.3  Kategori dicatat menurut kebiasaan, misalnya : laki – laki dulu baru perempuan, besar dulu baru kecil, untung dulu baru rugi, dsb.

a.Tabel Biasa

            Tabel biasa sering digunakan untuk bermacam keperluan baik bidang ekonomi, sosial, budaya daan lain – lain untuk menginformasikan data dari hasil penelitian atau hasil penyelidikan. Tabel biasa ini biasanya masih dalam bentuk tabel yang sederhana, yang mudah untuk dipahami oleh pembaca atau publik. Contoh :

      Tabel I

                         LUAS DAERAH DI PULAU JAWA DALAM KM PERSEGI TAHUN 1962

Daerah

Luas

Jakarta

560

Jawa Barat

46317

Jawa Tengah

34206

DI Yogyakarta

3169

Jawa Timur *)

47922

Jawa dan Madura

132174

Sumber : Statistical Packetbook of Indonesia 1962

Catatan : *)Termasuk Madura

b.Tabel Kontingensi

            Tabel Kontigensi khusus data yang terletak antara baris dan kolom berjenis variabel kategori. Maksudnya untuk data yang terdiri atas dua faktor atau dua variabel faktor yang satu terdiri atas b kategori dan lainnya terdiri atas k kategori, maka dapat dibuat tabel kontingensi berukuran b*k dengan b menyatakan baris dan k menyatakan kolom. Contoh tabel kontingensi 4*4 yang terdiri atas empat baris dan empat kolom :

    Tabel 2

         HASIL UJIAN MATEMATIKA DAN STATISTIKA UNTUK 107 MAHASISWA

 

50-59

60-69

70-79

80-89

Jumlah

 
 

50-59

12

7

19

2

31

 

60-69

9

10

5

7

30

 

70-79

10

8

3

3

24

 

80-89

5

3

12

2

22

 

Jumlah

35

28

30

14

107

 

Sumber : Data Fiktif

c.Tabel Distribusi Frekuensi

            Jika ada data kuantitatif dibuat menjadi beberapa kelompok maka akan diperoleh daftar distribusi frekuensi. Distribusi frekuensi adalah penyusunan suatu data mulai dari terkecil sampai dengan terbesar yang membagi banyaknya data dalam beberapa kelas.

            Dalam distribusi frekeunsi, banyak obyek dikumpulkan dalam kelompok – kelompok berbentuk a – b, yang disebut kelas interval. Kedalam kelas interval dimasukkan semua data mulai dari a samapi dengan b. Urutan kelas interval disusun mulai data terkecil terus kebawah sampai nilai data terbesar. Berturut – turul mulai dari atas diberi nama kelas interval pertama, kelas interval kedua,... kelas interval terakhir. Ini semua ada dalam kolom kiri, kolom kanan berisikan bilangan –bilangan yang menyatakan berapa buah data terdapat dalam setiap kelas interval.

            Bilangan – bilangan sebelah kiri kelas interval disebut ujung bawah dan bilangan  bilangan di sebelah kanannya disebut ujung atas. Selisih positif antara tiap dua ujung bawah berurutan disebut panjang kelas interval. Selain itu, ada juga yang disebut dengan batas kelas interval, batas bawah kelas sama dengan ujung bawah dikurangi 0,5 dan batas atas kelas sama dengan ujung atas ditambah dengan 0,5. Untuk data dicatat satu desimal, maka batas bawah sama dengan ujung bawah dikurangi 0,05 dan batas atasnya adalah ujung atas ditambah 0,05, dan begitu seterusnya. Untuk perhitungan nanti, dari tiap kelas interval bisa diambil sebuah nilai sebagai wakil kelas. Yang lebih dikenal adalah tanda kelas interval yang didapat dengan menggunakan aturan : tanda kelas = ½ (ujung bawah + ujung atas).

            Kemusian dikenal juga istilah rentang kelas yakni, data terbesar dikurangi data terkecil. Untuk menentukan banyaknya kelas, dengan n banyaknya data, berukuran besar n ≥ 200, kita dapat menggunakan aturan Sturges yaitu :

Banyak kelas = 1 + 3,3 log n

dan hasil akhirnya dijadikan bilangan bulat. Untuk menentukan panjang kelas interval (p) dapat menggunakan aturan p = rentang : banyak kelas.

            Distribusi frekuensi terdiri dari dua yaitu distribusi frekensi kategori dan distribusi numerik. Distribusi frekuensi kategori ialah distribusi pengelompokkan datanya disusun berbentuk kata –kata atau didasarkan pada kategori. Distribusi numerik adalah distribusi frekuensi yang penyatuan kelas – kelasnya didasarkan pada angka – angka.

c.1 contoh tabel distribusi frekuensi Kategorik

    Tabel 3

     DISTRIBUSI FREKUENSI PESERTA DIKLAT PERJENJANGAN

Jenis Diklat

Frekuensi

Adum

1.500

Adumla

1.200

Spama

750

Spamen

300

Spati

150

Lemhannas

50

Jumlah

3850

           Sumber : Data Fiftif

c.2 Contoh Distribusi Frekuensi Numerik

Tabel 4

DISTRIBUSI FREKUENSI NILAI UJIAN STATISTIK

                               STIA LAN 2001

Nilai Interval

Frekuensi

60 - 65

4

66 - 71

5

72 - 77

10

78 -83

12

84 - 89

6

90 - 95

3

Jumlah

40

Ujian : STIA LAN 2001

 2.Grafik

            Grafik adalah lukisan pasang surutnya suatu keadaan dengan garis atau gambar (tentang turun naiknya suatu statistik). Beberapa bentuk grafik yang umunya kita kenal adalah histogram, poligon frekuensi, dan ogive.

a.Histogram

Histogram adalah grafik yang menggambarkan suatu distribusi frekuensi dengan berbentuk beberapa segiempat.  Yang dituliskan pada sumbu datar pada histogram adalah batas – batas

kelas interval. Bentuk histogram hampir menyerupai diagaram batang hanya disisi – sisi batang yang berhimpitan.Contoh gambar histogram :

 b.Poligon Frekuensi

            Poligon frekuensi ialah grafik garis yang menghubungi nilai tengah tiap sisi atas yang berdekatan dengan nilai tengah jarak frekuensi mutlak masing – masing. Jika tabel distribusi frekeunsi mempunyai kelas – kelas interval yang panjangnya berlainan, maka tinggi diagram tiap kelas harus disesuaikan .Oleh karena itu ambil panjang kelas yang sama yang terbanyak terjadi sebagai satuan pokok. Tinggi untuk kelas –kelas lainnya digambarkan sebagai kebalikan dari panjang kelas dikalikan dengan frekuensi yang diberikan. Sebagai contoh :

 

c.Ogive

Ogive ialah distribusi frekuensi kumulatif yang menggambarkan diagramnya dalam sumbu tegak  dan mendatar atau eksponensial. contoh ogive:

3.Diagram

            Diagram adalah gambaran untuk memperihatkan atau menerangkan sesuatu  data yang akan disajikan.

a.Diagram Batang

            Kegunaan diagram batang adalah untuk menyajikan data yang bersifat kategori atau data distribusi. Untuk menggambar diagram batang diperlukan sumbu datar dan sumbu tegak yang berpotongan tegak lurus. Sumbu datar dibagi menjadi beberapa skala bagian yang sama demikian juga sumbu tegaknya. Skala pada sumbu datar dan sumbu tegak tidak perlu sama. Sebagai contoh gambar diagram batang :.

b.Diagram Garis

            Diagram garis digunakan untuk menggambarkan keadaan yang serba terus menerus, misalnya pergerakan bursa saham. dll.

c.Diagram Lambang

            Diagram gambar atau juga disebut dengan diagram simbul ialah suatu diagram yang menggambarkan simbul – simbul dari data sebagai alat visual untuk orang awam. Misalnya, hutan digambarkan dengan pohon, listrik digambarkan dengan bola lampu. Contoh diagram lambang:

 

d.Diagram Lingkaran dan Diagram Pastel

            Diagram lingkaran diigunakan untuk penyajian data berbentuk kategori dinyatakan dalam persentase.Contohnya diagram lingkaran :

Contoh gambar diagram pastel :

 

e.Diagram Peta

            Diagram peta (diagram kartogram) yaitu diagram yang melukiskan fenomena atau keadaan dihubungkan dengan tempat kejadian itu berada. Teknik pembuatannya digunakan peta geografis sebagai dasar untuk menerangkan data dan fakta yang terjadi. Salah astu contoh ketika kita melihat buku peta bumi yang terdapat peta daerah/pulau dengan mencantumkan gambar-gambar kelapa, jagung, kuda, sapi ,dan lain-lain

Contoh gambar diagram peta:

f.Diagram Pencar

            Diagram pencar atau diagram titik atau diagram sebaran ialah diagram yang menunjukkan gugusan titik – titik setelah garis koordinat sebagai penghubung dihapus. Biasanya diagram ini digunakan untuk menggambarkan titik data korelasi atau regresi yang terdiri dari variabel bebas dan variabel terikat. Untuk kumpulan data yang terdiri atas dua variabel dengan nilai kuantitatif, diagramnya dapat dibuat dalam sistem sumbu koordinat dan gambarnya akan merupakan kumpulan titik-titik yang terpancar.Tahapan-tahapan ini menerangkan setelah peneliti menyelesaikan analisis datanya dengan cermat, kemudian langkah selanjutnya peneliti menginterprestasikan hasil analisisnya. Akhirnya peneliti menarik suatu kesimpulan yang berisikan intisari dari seluruh rangkaian kegiatan penelitian dan membuat rekomendasinya. Menginterprestasikan hasil analisis perlu diperhatikan hal-hal antara lain : interprestasi tidak melenceng dari hasil analisis, interprestasi harus masih dalam batas kerangka penelitian, dan secara etis penelitian rela mengemukakan kesulitan dan hambatan-hambatan sewaktu dalam penelitian. Contoh gambar diagram pencar :

g.Diagram Campuran

            diagram campuran ialah diagram yang disajikan dalam bentuk gabungan dari beberapa dimensi dalam satu penyajian data, contoh:

·         Diagram pastel dengan diagram lambang

·         Diagram pastel dengan diagram peta

·         Diagram pastel dengan diagram batang

·         Diagram batang dengan diagram garis

·         Diagram batang dengan diagram lambang

·         Diagram Peta dengan tabel

·         Diagram lambang dengan tabel

·         Diagram batang dengan diagram simbol dan lain sebagainya.

  

Written by : Rahma Siska Utari, Mathematic Education UNSRI '09

Wish It can be useful :)



PDF | DOC | DOCX


Komentar:

23 April 2012 pukul 00:56 WIB
jackie mengatakan...
pas bener ne,, makasehhh ea ...

09 Oktober 2011 pukul 19:37 WIB
Melly NA mengatakan...
mnta izin buat copy ea,,,, hatur nuhun, jdi bsa memudahkan tugas tugs q. tongue wink LOL

13 Juni 2011 pukul 11:22 WIB
Nurlaila mengatakan...
thanks y......., mdah2an tgz q d'trimah ma dsen tch, thankz so much.......

13 Juni 2011 pukul 11:22 WIB
Nurlaila mengatakan...
thanks y......., mdah2an tgz q d'trimah ma dsen tch, thankz so much.......

28 Februari 2011 pukul 00:52 WIB
candra mengatakan...
makasih y n numpang ngopi, grin ttep update terus bwt bantu nyesein tugas y. bnyk pahala'y lo.... LOL

11 Februari 2011 pukul 17:12 WIB
Saepudin mengatakan...
Minta izin ngopi ya. Makasih grin

08 Januari 2011 pukul 18:11 WIB
SITI RAHMAWATI mengatakan...
bagus deh,.blognya makasih ya dah mbantuin aku nyelesein tugasku thankss grin cheese surprised wink wink

15 Desember 2010 pukul 18:09 WIB
Ama Utari mengatakan...
@sandi : sama2, terima kasih sudah berkunjung... LOL LOL LOL


Kirim Komentar Anda:

Nama Anda (wajib diisi)
E-Mail (tidak dipublikasikan)
http:// Website, Blog, Facebook, dll

(wajib diisi)


<-- isi kode di atas (wajib diisi)

grinLOLcheesesmilewinksmirkrolleyesconfused
surprisedbig surprisetongue laughtongue rolleyetongue winkraspberryblank starelong face
ohhgrrrgulpoh ohdownerred facesickshut eye
hmmmmadangryzipperkissshockcool smilecool smirk
cool grincool hmmcool madcool cheesevampiresnakeexcaimquestion