Sarana Berpikir Ilmiah

Kategori: Pascasarjana
Diposting oleh aliyas pada Sabtu, 18 Desember 2010
[2107 Dibaca] [0 Komentar]Post to TwitterPost to Facebook

SARANA BERPIKIR ILMIAH ;
BAHASA,  MATEMATIKA,  DAN  STATISTIKA
 
 
A.     Pendahuluan
      Berpikir merupakan ciri utama bagi manusia yang membedakan antara manusia dengan mahluk lain. Dengan dasar berpikir ini, manusia dapat mengubah keadaan alam sejauh akan dapat memikirkannya (Tim Dosen Filsafat Ilmu UGM 2007 : 97). Dengan berpikir manusia dapat menaklukan semua yang ada disekitarnya dengan mengembangkan dan membentuk kebudayaan. Kemampuan berpikir yang baik didukung dengan kemampuan langkah-langkah ilmiah dalam memperoleh hasil yang optimal.
     Berpikir untuk mencari kebenaran hakiki, Secara garis besarnya dapat dibedakan menjadi 2 macam berpikir yaitu berpikir alamiah dan berpikir ilmiah. Berpikir alamiah adalah pola penalaran yang berdasarkan kebiasaan sehari-hari dari pengaruh alam sekelilingnya, misal tentang panasnya api yang dapat membakar. Berpikir ilmiah adalah pola penalaran berdasarkan sarana tertentu secara teratur dan cermat (Tim Dosen Filsafat Ilmu UGM 2007 : 97)
     Dalam melakukan berpikir tentunya kita harus menguasai terlebih dahulu sarana berpikir ilmiah yakni bahasa, matematika dan statistika, supaya dalam kegiatan ilmiah tersebut dapat berjalan dengan baik, teratur dan cermat. Mengunakan sarana berpikir ilmiah dapat menyimpulan suatu penelitian atau karya-karya ilmiah. Hasilnya akan lebih berkualitas dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
     Adapun permasalahan yang penulis angkat  adalah “ bagaimanakah fungsi dan peranan sarana berpikir ilmiah; bahasa, matematika dan statistika dalam kegiatan berpikir ilmiah ? ”
     Dalam pembuatan makalah ini tentunya penulis bertujuan “ agar supaya mahasiswa dapat mendalami fungsi dan peranan sarana berpikir ilmiah bahasa, matematika dan statistika dengan baik dalam berpikir ilmiah ”.
 
 
B.     Pembahasan
     Untuk dapat berpikir ilmiah, seseorang selayaknya menguasai kreteria maupun langkah-langkah dalam kegiatan ilmiah. Dengan menguasai hal tersebut tujuan yang akan dicapai akan terwujud. Disamping menguasai langkah-langkah tentunya dibantu dengan sarana berupa bahasa, matematika dan statistika.
     Berbicara masalah sarana ilmiah, ada dua hal yang harus diperhatikan yaitu pertama, saranah ilmiah itu merupakan ilmu dalam pengertian bahwa ia merupakan kumpulan pengetahuan yang didapatkan berdasarkan metode ilmiah, seperti berpikir induktif dan deduktif dalam mendapatkan pengetahuan. Kedua, tujuan mempelajari sarana ilmiah adalah agar dapat melakukan penelaahan ilmiah secara baik.
     Pengertian Sarana ilmiah merupakan alat bagi cabang-cabang pengetahuan untuk mengembangkan materi pengetahuan berdasarkan metode ilmiah (Bakhtiar 2004: 183). Sedangkan menurut (Jujun S. Suriasumantri) Sarana adalah merupakan alat yang membantu dalam mencapai tujuan tertentu, atau kata lain sarana ilmiah mempunyai fungsi-fungsi yang khas dalam kaitan kegiatan ilmiah secara menyeluruh.
     Sarana berpikir ilmiah mutlak dan  perlu kita pelajari dan kuasai, karena sarana berpikir ilmiah merupakan alat bagi cabang-cabang pengetahuan untuk mengembangkan materi pengetahuannya berdasarkan metode-metode ilmiah.
     Sarana berpikir ilmiah pada dasarnya ada 3 (tiga) yakni : Bahasa Ilmiah ; berfungsi sebagai alat komunikasi untuk menyampaikan jalan pikiran seluruh proses berpikir ilmiah. ; Logika dan Matematika ; mempunyai peranan penting dalam berpikir deduktif sehingga mudah diikuti dan dilacak kembali kebenarannya ; Statistika ; mempunyai peran penting dalam berpikir induktif untuk mencari konsep-konsep yang berlaku umum.
 
1.     Bahasa Ilmiah
            Berpikir sebagai proses berkerjanya akal dalam menelaah sesuatu merupakan ciri hakiki manusia. Dan hasil kerjanya dinyatakan dalam bentuk bahasa. Bahasa memegang peranan penting dan suatu hal yang lazim dalam kehidupan manusia. Bahasa adalah suatu simbol-simbol bunyi yang arbitrer yang dipergunakan oleh suatu kelompok sosial sebagai alat berkomunikasi (Bloch dan trager dalam buku bakhtiar 2004:176)
            Hal senada disampaikan oleh Joseph Broam bahwa bahasa adalah sistem yang berstruktur dari simbol-simbol bunyi arbitrer yang dipergunakan oleh para anggota suatu kelompok sosial sebagai alat bergaul satu sama lain. Sedangkan menurut (John W.Santrock ; 2008 : 68) bahasa adalah bentuk komunikasi, entah itu lisan, tertulis atau tanda, yang didasarkan pada sistem simbol. Dan menurut (Tim Dosen Filsafat Ilmu UGM ; 1996) bahasa adalah merupakan pernyataan pikiran atau perasaan sebagai alat komunikasi manusia. Maka bahasa adalah suatu alat komunikasi yang berupa simbol-simbol yang digunakan oleh manusia untuk berpikir atau melakukan penalaran induktif dan deduktif dalam kegiatan ilmiah.
            Bahasa sebagai alat komunikasi verbal yang digunakan dalam proses berpikir ilmiah dimana bahasa merupakan alat berpikir dan alat komunikasi untuk menyampaikan jalan pikiran tersebut kepada orang lain. Baik pemikiran yang berlandasan induktif maupun deduktif. Dengan kata lain kegiatan berpikir ilmiah sangat erat kaitannya dengan bahasa.
            Para ahli filsafat bahasa dan psikolinguitik melihat fungsi bahasa sebagai sarana untuk menyampaikan pikiran , perasaan, dan emosi. Sedangkan aliran sisiolinguistik berpendapat bahwa fungsi bahasa adalah sarana untuk perubahan masyarakat. Walaupun terdapat perbedaan tetapi pendapat ini saling melengkapi satu sama lainnya.
            Disamping bahasa berfungsi sebagai alat komunikasi, untuk menyampaikan jalan pikiran seluruh proses berpikir ilmiah. Bahasa juga mempunyai fungsi lain seperti yang disampaikan (Halliday dalam buku bakhtiar 2004 ;180) adalah sebagai berikut :
1.    Fungsi Instrumental
Pengunaan bahasa untuk mencapai suatu hal yang bersifat materi seperti makan, minum, tidur dan sebagainya
2.    Fungsi Regulatoris
Pengunaan bahasa untuk memerintah dan perbaikan tingkah laku
3.    Fungsi Interaksional
Pengunaan bahasa untuk saling mencurahkan perasaan pemikiran antara seseorang dengan orang lain.
4.    Fungsi Personal
Seorang mengunakan bahasa untuk mencurahkan perasaan dan pikiran.
5.    Fungsi Heuristik
Pengunaan bahasa untuk mencapai mengungkap tabir fenomena dan keingginan untuk mempelajarinya.
6.    Fungsi Imajinatif seseorang  dan gambaran-gambaran tentang discovery dan tidak sesuai dengan realita (dunia nyata)
Pengunaan bahasa untuk mengungkapan imajimasi
7.    Fungsi Representasional
Pengunaan bahasa untuk mengambarkan pemikiran dan wawasan serta menyampaiannya kepada orang lain.
            Sedangkan Buhler dalam Bakhtiar 2004 : 182) membedakan fungsi bahasa kedalam bahasa ekspresif, bahasa konatif, dan bahasa representasional. Bahasa ekspresif adalah bahasa yang terarah pada diri sendiri yakni si pembicara; bahasa konatif adalah bahasa yang terarah pada lawan bicara ; dan bahasa representasional adalah bahasa terarah pada kenyataan lainnya, yaitu apa saja selain si pembicara atau lawan bicara.
              Untuk menelaah bahasa ilmiah perlu dijelaskan tentang pengolongan bahasa.  Ada dua pengolongan bahasa yang umumnya dibedakan yaitu :
1.    Bahasa alamiah yaitu bahasa sehari-hari yang digunakan untuk menyatakan sesuatu, yang tumbuh atas pengaruh alam sekelilingnya.
Bahasa alamiah dibedakan menjadi dua bagian yaitu ;
1.1.    Bahasa Isyarat, bahasa ini dapat berlaku umum dan dapat berlaku khusus.
1.2.    Bahasa Biasa, bahasa yang digunakan dalam pergaulan sehari-hari
2.    Kedua bahasa buatan adalah bahasa yang disusun sedemikian rupa berdasarkan pertimbangan-pertimbangan akar pikiran untuk maksud tertentu. Bahasa buatan dibedakan menjadi 2 bagian yaitu ;
2.1.    Bahasa istilah, bahasa ini rumusanya diambil dari bahasa biasa yang diberi arti tertentu, misal demokrasi (demos dan kratien)
2.2.    Bahasa artifisial, murni bahasa buatan , atau sering juga disebut dengan bahasa simbolik, bahasa berupa simbol-simbol sebagaimana yang digunakan dalam logika dan matematika. Dalam bahasa ini tidak ada bentuk kiasan yang mengaburkan. Misalnya (a =b) ^ (b =d)       (a =c). Bahasa artifisial mempunyai dua macam ciri-ciri yaitu pertama tidak berfungsi sendiri, kosong dari arti, oleh karena itu dapat dimasuki arti apapun juga. Kedua arti yang dimaksudkan dalam bahasa artifisial ditentukan oleh penghubung. (tim dosen Filsafat Ilmu UGM : 1996 ;100)
            Perbedaan bahasa alamiah dan bahasa buatan adalah sebagai beikut : Bahasa alamiah, antara kata dan makna merupakan satu kesatuan utuh, atas dasar kebiasaan sehari-hari, karena bahasanya secara spontan, bersifat kebiasaan, intuitif (bisikan hati) dan pernyataan langsung. Sedangkan bahasa buatan, antara istilah dan konsep merupakan satu kesatuan bersifat relatif, atas dasar pemikiran akal karena bahasanya berdasarkan pemikiran, sekehendak hati, diskursif (logika, luas arti) dan pernyataan tidak langsung.
            Dari uraian diatas tentang bahasa, bahasa buatan inilah yang dimaksudkan bahasa ilmiah , dengan demikian bahasa ilmiah dapat dirumuskan ; bahasa buatan yang diciptakan para ahli dalam bidangnya dengan mengunakan istilah-istilah atau lambang-lambang untuk mewakili pengertian-pengertian tertentu. Dan bahasa ilmiah inilah pada dasarnya merupakan kalimat-kalimat deklaratif atau suatu pernyataan yang dapat dinilai benar atau salah, baik mengunakan bahasa biasa sebagai bahasa pengantar untuk mengkomunikasikan karya ilmiah.
 
2. Matematika          
            Untuk melakukan kegiatan ilmiah secara baik diperlukan sarana berpikir. Tersedianya sarana tersebut memungkinkan dilakukannya penelaahan ilmiah secara teratur dan cermat. Seluruh kehidupan manusia sudah mempergunakan matematika baik secara sederhana menghitung satu, dua, tiga...sampai yang rumit. Banyak ilmu-ilmu soaial sudah mempergunakan matematika sebagai sosiometri, psychometri dan lain-lainya. Hampir dikatakan bahwa fungsi matematika sama luasnya dengan fungsi bahasa yang berhubungan dengan pengetahuan dan ilmu pengetahuan.
2.1. Matematika sebagai Bahasa
            Matematika adalah bahasa yang melambangkan serangkaian makna dari serangkaian pernyataan yang ingin kita sampaikan. (Suriasumantri ; 1997 :165)  Lambang-lambang matematika bersifat artifisial yang baru mempunyai arti setelah sebuah makna diberikan kepadanya. Tanpa itu matematika hanya merupakan kumpulan rumusan-rumusan mati.
            Matematika mempunyai kelebihan lain dibandingkan dengan bahasa verbal . matematika mengembangkan bahasa numerik yang memungkinkan kita untuk melakukan pengukuran secara kuantitatif. Sedangkan bahasa verbal hanya mampu mengatakan pernyataan yang bersifat kulitatif (Bakhtiar 2004 : 190 ).
            Sifat kuantitatif dari matematika ini meningkatkan daya prediktif dan kontrol dari ilmu. Ilmu memberikan jawaban yang lebih eksak yang memungkinkan pemecahan masalah secara cepat dan cermat. Matematika ini dapat memungkinkan ilmu mengalami perkembangan dari tahap kulitatif ke kuantitatif.
            Sebagai sarana ilmiah maka matematika itu sendiri tidak mengandung kebenaran tentang suatu yang bersifat faktual mengenai dunia empiris. Matematika merupakan alat yang memungkinkan diketemukannya serta dikomunikasikannya kebenaran ilmiah lewat berbagai disiplin keilmuan.
            Matematika dengan mengunakan bahasa simbolik yang muda ditangkap struktur logikanya dan berfungsi sebagai alat berpikir yang terlepas dari isi. Disamping itu  matematika disebut juga metode berpikir logik, oleh karena itu mutlak perlu mengunakan logika dan matematika untuk mengembangkan ilmunya.
 
2.2.Matematika Sebagai Sarana Berpikir deduktif
Matematiaka merupakan pengetahuan dan sarana berpikir deduktif. Bahasa yang digunakan adalah bahasa artifisial yaitu bahasa buatan. Keistimewaan bahasa ini adalah terbebas dari aspek emotif dan afektif serta jelas kelihatan bentuk hubungannya. Matematika lebih mementingkan bentuk logisnya. Pernyataan-pernyataan mempunyai sifat yang jelas. Pola berpikir deduktif digunakan baik dibidang ilmiah maupun bidang lain yang merupakan proses pengambilan kesimpulan yang didasarkan pada permis-permis yang kebenarannya ditentukan. Misalnya jika diketahui A termasuk dalam lingkungan B, sedangkan B tidak ada hubungan dengan C, maka A tidak ada hubungan dengan C. Kebenaran kesimpulan tersebut ditentukan bagaimana hubungan antara kedua pernyataan sebelumnya. Pola penalaran ini tampaknya lebih jelas lagi dinyatakan dengan simbollik sebagai berikut : (A  B) ^ ( B Φ C)       (A Φ B). Dengan contoh ini matematika bukan saja menyampaikan informasi secara jelas namun juga singkat (Tim Dosen Filsafat UGM : 1996 : 107). 
Cara berpikir yang dilakukan di atas adalah deduksi. Setiap pemikiran deduksi kesimpulan yang ditarik merupakan konsekuensi logis dari fakta-fakta yang mendasarinya, yang jelas kesimpulan tersebut ditarik tidak dapat diragukan lagi kebenarannya. Matematika memiliki keistimewahan yang terbebas dari aspek emotif dan afektif, maksudnya bahwa suatu kesimpulan karya atau penelitian tersebut terlepas dari unsur-unsur emosi atau penilaian yang mengandung beberapa penaksiran dalam sebuah kalimat ilmiah. Misalnya sebagai contoh pemerintah akan mengimpor beras dari vietnam. Bahasa yang terlepas dalam suatu emotif dan afektif. Sedangkan yang mempunyai aspek emotif dan afektif contohnya adalah Produksi tambak ikan lele Sumsel mengairahkan.
2.3.Matematika untuk Ilmu Alam dan Ilmu Sosial.
            Matematika merupakan salah satu puncak kegemilangan intelektual. Disamping pengetahuan mengenai matematika itu sendiri, matematika juga memberikan bahasa, proses dan teori yang memberikan ilmu suatu bentuk kekuasaan. Fungsi matematika menjadi sangat penting dalam perkembangan macam-macam ilmu pengetahuan. Penghitungan matematis misalnya menjadi dasar desain ilmu teknik, metode matematis yang dapat memberikan inspirasi kepada pemikiran di bidang sosialdan ekonomibahkan pemikiran matematis dapat memberikan warna kepada arsitektur dan seni lukis. (Suriasumantri ; 1997 : 172). .
            Matematika dalam perkembangannya memberikan masukan-masukan pada bidang-bidang keilmuan yang lainnya. Konstribusi matematika dalam perkembangan ilmu alam , lebih ditandai dengan pengunaan lambang-lambang bilangan untuk menghitung dan mengukur, objek ilmu alam misal gejala-gejalah alam yang dapat diamatidan dilakukan penelaahan secara berulang-ulang. Berbeda dengan ilmu sosial yang memiliki objek penelaahan yang kompleks dan sulit melakukan pengamatan. Disamping objeknya yang tak terulang maka kontribusi matematika tidak mengutamakan pada lambang-lambang bilangan.
 
3. Statistika
3.1.        Pengertian Statistika
                        Statistika adalah kumpulan bahan keterangan (data) , baik yang berwujud angka (data kuantitatif) maupun yang tidak berwujud angka (data kulaitatif) yang mempunyai arti penting dan kegunaan yang besar bagi negara (Dajan ; 2000 : 2). Menurut (Bakhtiar 2004 : 199) Statistika adalah metode untuk membuat keputusan yang bijaksana dalam keadaan yang tidak menentu. Alat yang dipergunakan untuk memecahkan masalah yang timbul dalam penelaahan secara empiris hampir disemua bidang.
                        Sedangkan menurut (Sudjana 1996 : 3) Statistika adalah pengetahuan yang berhubungan dengan cara-cara pengumpulan data, pengelolaan atau penganalisiannya dan penarikan kesimpulan berdasarkan kumpulan data dan penganalisisan yang dilakukan.
            Jadi statistika merupakan sekumpulan metode dalam memperoleh pengetahuan  untuk mengelolah dan menganalisis data dalam mengambil suatu kesimpulan kegiatan ilmiah. Untuk dapat mengambil suatu keputusan dalam kegiatan ilmiah diperlukan data-data, metode penelitian serta penganalisaan harus akurat.
 
 
3.2. Hubungan Antara Sarana Ilmiah Bahasa, Matematika dan  Statistika
                   Sebagaimana yang kita bahas sebelumnya, agar dapat melakukan kegiatan berpikir ilmiah dengan baik, diperlukan sarana bahasa, matematika dan statistika. Bahasa merupakan alat komunikasi verbal yang dipakai dalam kegiatan berpikir ilmiah, dimana bahasa menjadi alat komunikasi untuk menyampaikan jalan pikiran tersebut kepada orang lain. Dan ditinjau dari pola berpikirnya, maka ilmu merupakan gabungan antara berpikir deduktif dan berpikir induktif. Matematika mempunyai peranan yang penting dalam berpikir deduktif, sedangkan statistika mempunyai peranan penting dalam berpikir induktif.
                   Penalaran induktif dimulai dengan mengemukakan pernyataan-pernyataan yang mempunyai ruang lingkup yang khas dan terbatas untuk menyusun argumentasi yang diakhiri pernyataan yang bersifat umum, umpamanya kita mempunyai fakta bahwa kerbau mempunyai mata, lembu mempunyai mata, harimau mempunyai mata, dan gajah mempunyai mata. Dari pernyataan tersebut dapat ditarik bahwa semua binatang mempunyai mata. Statistik mempunyai peranan yang penting dalam berpikir induktif.
                   Sebaliknya deduktif, cara berpikir dimana dari pernyataan yang bersifat umum ditarik kesimpulan yang bersifat khusus, mengunakan pola berpikir yang dinamakan silogismus. Contohnya semua mahluk mempunyai mata (permis mayor), si bolan adalah seorang makluk (permis minor), jadi si bolan mempunyai mata (kesimpulan). Matematika adalah pengetahuan yang disusun secara deduktif. Matematika juga merupakan bahasa yang melambangkan serangkaian makna dari pernyataan yang ingin disampaikan.
 
3.3. Peranan Statistika dalam tahap-tahap metode keilmuan.
      Dalam metode keilmuan statistika mempunyai peranan dalam        kegiatan   keilmuan :
3.3.1.   Alat untuk menghitung besarnya anggota sampel yang akan diambil dari populasi.
3.3.2.   Alat untuk menguji validitas dan reliabilitas instrumen. Maksudnya sebelum digunakan instrumen sebaiknya diuji validitas dan reliabilitas terlebih dahulu.
3.3.3.   Teknik untuk menyajikan data-data, sehingga data lebih komunikatif.
3.3.4.   Alat untuk analisis data seperti menguji hipotesis penelitian yang diajukan. Dalam hal ini statistik digunakan adalah kolerasi, t-tes regresi.
 
C.    Kesimpulan
            Dalam melakukan kegiatan ilmiah secara baik diperlukan sarana berpikir ilmiah, yang dapat memungkinkan seorang ilmuan dapat melakukan penelaahan secara teratur dan cermat. Sarana berpikir ilmiah merupakan alat yang membantu kegiatan ilmiah secara baik dalam berbagai langkah. Saran berpikir ilmiah mempunyai metode sendiri berbeda dengan metode ilmiah dalam mendapatkan pengetahuannya. Dalam mendapatkan pengetahuan ilmiah pada dasarnya ilmu mengunakan penalaran deduktif dan penalaran induktif.
            Dalam penalaran ilmiah bahasa merupakan sarana yang berlaku umum digunakan dalam seluruh proses berpikir ilmiah,karena bahasa merupakan alat berpikir dan alat komunikasi untuk menyampaikan jalan pikiran kepada orang lain. Matematika mempunyai peranan penting dalam berpikir deduktif, sedangkan statistika mempunyai peranan penting dalam berpikir induktif. Kemampuan berpikir ilmiah yang baik harus didukung oleh penguasaan sarana berpikir dengan baik pula.
 
 
 
 
 
 
 
DAFTAR PUSTAKA
 
Suriasumantri, Jujun S, 1997, Ilmu dalam Perspektif, Jakarta : Yayasan Obor      Indonesia
Sugoyono, 2007, Statistika untuk Penelitian, Bandung : CV Alfabeta
Tim Dosen Filsafat Ilmu UGM, 1996, Filsafat Ilmu,Yogyakarta : Liberty       Yogyakarta
Bakhtiar, Amsal, 2004, Filsafat Ilmu, Jakarta ; PT Rajagrafindo Persada
Sudjana, 1996. Metode Statistika, Bandung : Tarsito
Santrock, Jhon W, 2008, Psikologi Pendidikan, Jakarta : kencana
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Dalam pemaparan dan diskusi terdapat beberapa pertanyaan yang diberikan kepada penyaji antara lain :
 
Pertanyaan :
1.    Dari Neng Elly,
Pertanyaannya : Jelaskan bahasa yang mempunyai fungsi lain menurut Halliday ?
Jawaban :
1.    Fungsi Instrumental
Pengunaan bahasa untuk mencapai suatu hal yang bersifat materi seperti makan, minum, tidur dan sebagainya
2.    Fungsi Regulatoris
Pengunaan bahasa untuk memerintah dan perbaikan tingkah laku
3.    Fungsi Interaksional
Pengunaan bahasa untuk saling mencurahkan perasaan pemikiran antara seseorang dengan orang lain.
4.    Fungsi Personal
Seorang mengunakan bahasa untuk mencurahkan perasaan dan pikiran.
5.    Fungsi Heuristik
Pengunaan bahasa untuk mencapai mengungkap tabir fenomena dan keingginan untuk mempelajarinya.
6.    Fungsi Imajinatif seseorang dan gambaran-gambaran tentang discovery dan tidak sesuai dengan realita (dunia nyata)
Pengunaan bahasa untuk mengungkapan imajimasi
7.    Fungsi Representasional
Pengunaan bahasa untuk mengambarkan pemikiran dan wawasan serta menyampaiannya kepada orang lain.
 
 
 
2.    Dari Dan Ahmad Lubias :
Pertanyaanya adalah : Matematika memiliki keistimewahan yang terbebas dari unsur emotif dan afektif ?
Jawaban :
Bahwa suatu kesimpulan karya atau penelitian tersebut terbebas dari unsur-unsur emosi atau penilaian yang mengandung beberapa penaksiran dalam sebuah kalimat ilmiah. Contohnya bahasa yang terlepas dari unsur emotif dan afektif adalah pemerintah akan mengimpor beras dari vietnam. Dan yang memiliki unsur emotif dan afektif adalah produksi tambak lele sumsel mengairahkan.
 
3.    Dari Johan Eka Wijaya
Pertanyaanya adalah :
Jelaskan  mengunakan bahasa biasa sebagai bahasa pengantar untuk mengkomunikasikan karya ilmiah ?
Bahasa buatan atau Bahasa ilmiah yang dirumuskan para ahli dalam bidangnya dengan mengunakan istilah-istilah atau lambang-lambang tertentu untuk mewakili pengertian-pengertian tertentu dalam mengkomunikasikan sebuah karya ilmiah . Dengan bahasa ini cepat serta mudah dimengerti oleh seorang pembaca kalau sebuah istilah tersebut digunakan lagi oleh penulis sebab istilah tersebut (bahasa buatan) telah ada defenisinya yang ditetapkan para ahli. Demikian bahasa istilah tersebut dapat mengkomunikasikan sebuah karya ilmiah.



PDF | DOC | DOCX


Komentar:


belum ada komentar...


Kirim Komentar Anda:

Nama Anda (wajib diisi) E-Mail (tidak dipublikasikan) http:// Website, Blog, Facebook, dll (wajib diisi)


<-- isi kode di atas (wajib diisi)

grinLOLcheesesmilewinksmirkrolleyesconfused
surprisedbig surprisetongue laughtongue rolleyetongue winkraspberryblank starelong face
ohhgrrrgulpoh ohdownerred facesickshut eye
hmmmmadangryzipperkissshockcool smilecool smirk
cool grincool hmmcool madcool cheesevampiresnakeexcaimquestion