Cintaku Sungguh Aneh

Kutulis namamu dengan tinta cina di cawan anggur merah
kuukir doa-doa cinta Nabi Sulaiman
: Ah sungguh aneh!
tapi, aku tetap terpanah
kutuang air dari sumur tak bertuan di ujung desa
namamu dan doa-doa bercampur dalam cawan anggur merah
: Ah sungguh aneh!
tapi, aku tak peduli
buku ajaib yang kugenggam
menitahkan agar aku meminum air dari cawan
yang telah bertulis namamu dan doa-doa cinta
: Ah sungguh aneh!
cintakulah yang menuntunku meminum ramuan ajaib mujarobat
kubayangkan engkau esok hari
di pagi yang dingin
mengetuk pintu rumah panggungku
dan berkata, “Kanda … Kanda ….
lamarlah aku.
bawa aku dalam rengkuhan asmaramu!!”

CILUKBA

Cilukba…..
bukan sulap bukan sihir
negeri ini negeri yang makmur
sawah membentang tak alang kepalang
sungai mengalir membelah nusantara
laut membiru menghubungkan Asia-Australia
sungguh negeri impian kaum borjuis
 
Cilukba….
bukan sulap bukan sihir
negeri ini berhasil membangun:
angka kemiskinan semakin menurun (KATANYA)
negeri ini negeri yang sukses:
jurang si kaya dan si miskin semakin menyempit (KATANYA)
tak ada lagi kesengsaraan
tak ada lagi kelaparan
tak ada lagi yang putus sekolah
tak ada lagi kecemburuan sosial
tak ada lagi ……..
(KATANYA…..)
 
Cilukba….
kalau pun ada yang mengritik
itu hanya gerakan politik
kalau pun ada yang membantah kesuksesan
itu hanya rasa tak suka
(KATANYA…..)
 
Cilukba….
negeri ini sudah lama begini
kritik bukan budaya
membantah bukan solusi
: Ini baru benar

KETIKA PRESIDEN MINTA NAIK GAJI

                                
    Untuk Presiden SBY Tersayang
 
 
Presiden juga manusia
ia perlu penghargaan yang pantas atas kinerjanya
ia perlu dihargai atas kerjanya
 
Presiden juga manusia
ia juga perlu gaji yang layak sebagai kepala negara
ia juga perlu gaji yang banyak sebagai kepala pemerintahan
 
Presiden juga manusia
ada rasa malu jika gajinya lebih kecil dari pada gaji Gubernur Bank Indonesia
ada rasa rendah diri jika gajinya di bawah Presiden Direktur BUMN
 
Presiden juga manusia
ada rasa sungkan untuk berterus terang minta naik gaji
jadi ia hanya bisa curhat di depan keluarga tentaranya
 
Di manakah nurani kita sebagai rakyat jelata?
Tidak malukah kita melihat gaji kecil presiden kita?
Tidak malukah kita melihat presiden harus curhat di tengah-tengah keluarganya?
 
Ketika presiden curhat tentang gaji kecilnya
sudahlah tepat reaksi sang menteri keuangan yang segera menaikkan gaji presiden
sudah sangat tepat, malah!
 
Ketika presiden curhat tentang gaji secuilnya
mari kita berbagi kasih
mari kita menyumbang sedikit rezeki kita kepada sang presiden
 
Ketika presiden curhat tentang gajinya yang sudah tujuh tahun tidak naik
mari kita berbagi rezeki
bukankah di dalam rezeki kita ada hak milik orang lain?
: Walaupun ia seorang presiden sekali pun!