Cintaku Sungguh Aneh
Kutulis namamu dengan tinta cina di cawan anggur merah
kuukir doa-doa cinta Nabi Sulaiman
: Ah sungguh aneh!
tapi, aku tetap terpanah
kutuang air dari sumur tak bertuan di ujung desa
namamu dan doa-doa bercampur dalam cawan anggur merah
: Ah sungguh aneh!
tapi, aku tak peduli
buku ajaib yang kugenggam
menitahkan agar aku meminum air dari cawan
yang telah bertulis namamu dan doa-doa cinta
: Ah sungguh aneh!
cintakulah yang menuntunku meminum ramuan ajaib mujarobat
kubayangkan engkau esok hari
di pagi yang dingin
mengetuk pintu rumah panggungku
dan berkata, “Kanda … Kanda ….
lamarlah aku.
bawa aku dalam rengkuhan asmaramu!!”

