Pengertian Gnutella
Gnutella adalah sebuah protokol pada berbagi data ( berkas ) atau file sharing , yang populer pada tahun tahun sebelum 2007, yang digunakan sebanyak 40% sharing file . Nama tersebut adalah gabungan perkataan GNU dan Nutella. Kononnya, penulis Frankel dan Pepper memakan banyak nutella ketika membangun projek asal, dan mereka berencana untuk menggunakan GNU GPL pada program yang dipersiapkan. Gnutella tidak mempunyai hubungan sembarang dengan projek GNU.
Gnutella adalah sebuah protokol untuk didistribusikan pencarian .Meskipun mendukung protokol Gnutella tradisional klien / server terpusat paradigma pencarian, pembedaan Gnutella adalah peer-to-peer, model desentralisasi. Dalam model ini, setiap klien adalah server, dan sebaliknya. Ini disebut Servents Gnutella biasanya melakukan tugas-tugas yang terkait dengan kedua klien dan server. Mereka memberikan antarmuka sisi klien melalui di mana pengguna dapat mengeluarkan query dan melihat hasil pencarian, sementara pada waktu yang sama mereka juga menerima permintaan dari servents lain, memeriksa lokal mereka, data set, kumpulan data, dan merespons dengan hasil yang berlaku. Karena sifat yang terdistribusi, jaringan servents yang melaksanakan protokol Gnutella sangat toleran terhadap kesalahan, sebagai operasi jaringan tidak akan terganggu jika subset dari servents goes offline.
Macam-macam Protokol Umum
1. SMTP (Simple Mail Transfer Protocol) merupakan salah satu protokol yang umum digunakan untuk pengiriman surat elektronik di Internet. Protokol ini dipergunakan untuk mengirimkan data dari komputer pengirim surat elektronik ke server surat elektronik penerima.
2. FTP (File Transfer Protokol) ialah protokol standar untuk pentransferan data baik download maupun upload. maka dari itu dibedakan menjadi klien ftp dan server ftp.
3. Protokol TELNET dipakai untuk menyamai seperti terminal yang terkoneksi untuk host secara remote (berjauhan). Prinsip kerjanya menggunakan TCP sebagai protokol transport untuk mengirimkan informasi dari keyboard pada user menuju remote-host serta menampilkan informasi dari remote-host ke workstation pada user.
Untuk menjalankan proses TELNET maka digunakan komponen TELNET untuk client yang dijalankan pada workstation (user) dan server TELNET yang dijalankan pada host.
4. DNS sebuah sistem yang menyimpan informasi tentang nama host maupun nama domain dalam bentuk basis data tersebar (distributed database) di dalam jaringan komputer, misalkan: Internet. DNS menyediakan alamat IP untuk setiap nama host dan mendata setiap server transmisi surat (mail exchange server) yang menerima surat elektronik (email) untuk setiap domain.
5. SNMP (Simple Network Management Protocol) merupakan protokol standard industri yang digunakan untuk memonitor dan mengelola berbagai perangkat di jaringan Internet meliputi hub, router, switch, workstation dan sistem manajemen jaringan secara jarak jauh (remote).
6. NFS umumnya menggunakan protokol Remote Procedure Call (RPC) yang berjalan di atas UDP dan membuka port UDP dengan port number 2049 untuk komunikasi antara client dan server di dalam jaringan. Client NFS selanjutnya akan mengimpor sistem berkas remote dari server NFS, sementara server NFS mengekspor sistem berkas lokal kepada client.
Mesin-mesin yang menjalankan perangkat lunak NFS client dapat saling berhubungan dengan perangkat lunak NFS server untuk melakukan perintah operasi tertentu dengan menggunakan request RPC. Adapun operasi-operasi yang didukung oleh NFS adalah sebagai berikut:
> Mencari berkas di dalam direktori.
> Membaca kumpulan direktori.
> Memanipulasi link dan direktori.
> Mengakses atribut berkas.
> Membaca dan menulis berkas.
Perlu diketahui bahwa server NFS bersifat stateless , yang artinya setiap request harus mengandung argumen yang penuh dan jelas sebab server NFS tidak menyimpan sejarah informasi request . Data yang dimodifikasi harus di commit ke server sebelum hasilnya di kembalikan ke client . NFS protokol tidak menyediakan mekanisme concurrency-control.
7. RPC (Remote Procedure Call) adalah sebuah metode yang memungkinkan kita untuk mengakses sebuah prosedur yang berada di komputer lain. Untuk dapat melakukan ini sebuah server harus menyediakan layanan remote procedure. Pendekatan yang dilakuan adalah sebuah server membuka socket, lalu menunggu client yang meminta prosedur yang disediakan oleh server. Bila client tidak tahu harus menghubungi port yang mana, client bisa me- request kepada sebuah matchmaker pada sebuah RPC port yang tetap. Matchmaker akan memberikan port apa yang digunakan oleh prosedur yang diminta client.
8. TFTP (Trivial File Transfer Protocol) adalah sebuah protokol perpindahan berkas yang sangat sederhana yang didefinisikan pada tahun 1980. TFTP memiliki fungsionalitas dasar dari protokol File Transfer Protocol (FTP). Karena protokol ini sangatlah sederhana, maka implementasi protokol ini dalam komputer yang memiliki memori yang kecil sangatlah mudah. Hal ini memang pertimbangan yang sangat penting pada saat itu. Akhirnya, TFTP pun digunakan untuk melakukan booting komputer seperti halnya router jaringan komputer yang tidak memiliki perangkat penyimpanan data. Protokol ini kini masih digunakan untuk mentransfer berkas-berkas kecil antar host di dalam sebuah jaringan, seperti halnya ketika terminal jarak jauh X Window System atau thin client lainnya melakukan proses booting dari sebuah host jaringan atau server.
9. TCP (Transmission Control Protocol) adalah suatu protokol yang berada di lapisan transpor (pada lapisan OSI) yang berorientasi sambungan (connection-oriented) dan dapat diandalkan (reliable)
10. UDP (User Datagram Protocol) adalah salah satu protokol lapisan transpor TCP/IP yang mendukung komunikasi yang tidak andal (unreliable), tanpa koneksi (connectionless) antara host-host dalam jaringan yang menggunakan TCP/IP. Biasanya untuk hardware dan memory yang lemah dikarenakan protokol ini merupakan protokol yang ringan.
11. ICMP (Internet Control Message Protocol) adalah salah satu protokol inti dari keluarga protokol internet. ICMP utamanya digunakan oleh sistem operasi komputer jaringan untuk mengirim pesan kesalahan yang menyatakan, sebagai contoh, bahwa komputer tujuan tidak bisa dijangkau.
12. IGMP (Internet Group Management Protocol) yaitu protokol yang mendeteksikan pada router tentang adanya group jaringan multicast dan juga mengetahui beberapa host tertentu yang tergabung dalam multicast tertentu.
13. ARP (Address Resolution Protocol) : yaitu protokol yang berfungsi untuk mendata siapa atau tujuan kemana data akan dikirimkan. yaitu dengan meresolusi alamat IP ke MAC address dari hardware tujuan data tersebut.
14. RARP (Reverse Address Resolution Protocol) : yaitu protokol yang mendata juga tujuan data akan dikirimkan atau siapa yang berada pada jaringan itu. yaitu dengan meresolusi MAC address tujuan tersebut kedalam bentuk IP dari hardware tujuan itu.
Protokol yang Bekerja di Application Layer
1. Protocol Telnet
Telnet adalah aplikasi remote login Internet. Telnet digunakan untuk login ke komputer
lain di Internet dan mengakses berbagai macam pelayanan umum, termasuk katalog perpustakaan dan berbagai macam database. Telnet memungkinkan pengguna untuk duduk didepan komputer yang terkoneksi ke internet dan mengakses komputer lain yang juga terkoneksi ke internet. Dengan kata lain koneksi dapat terjadi ke mesin lain di satu ruangan, satu kampus, bahkan setiap komputer di seluruh dunia. Setelah terkoneksi, input yang diberikan pada keyboard akan mengontrol langsung ke remote computer tadi. Akan dapat diakses pelayanan apapun yang disediakan oleh remote machine dan hasilnya ditampilkan pada terminal lokal. Dapat dijalankan session interaktif normal (login, eksekusi command), atau dapat diakses berbagai service seperti: melihat catalog dari sebuah perpustakaan, akses ke teks dari USA today, dan masih banyak lagi service yang disediakan oleh masing-masing host pada di network.
Telnet menggunakan 2 program, yang satu adalah client (telnet) dan server (telnetd). Yang terjadi adalah ada dua program yang berjalan, yaitu software client yang dijalankan pada komputer yang meminta pelayanan tersebut dan software server yang dijalankan oleh computer yang menghasilkan pelayanan tadi.
Tugas dari client adalah:
• Membuat koneksi network TCP (Transfer Control Protocol) dengan server.
• Menerima inputan dari user
• Menformat kembali inputan dari user kemudian mengubah dalam bentuk format standard dan dikirim ke server.
• Menerima output dari server dalam format standard.
• Mengubah format output tadi untuk ditampilkan pada layar.
Sedangkan tugas dari server adalah:
• Menginformasikan software jaringan bahwa komputer itu siap menerima koneksi.
• Menunggu permintaan dalam bentuk format standard.
• Melaksanakan permintaan tersebut.
• Mengirim kembali hasil ke client dalam bentuk format standard.
• Menunggu permintaan selanjutnya.
2. FTP (File Transfer Protokol)
FTP adalah suatu protokol yang berfungsi untuk tukar-menukar file dalam suatu network yang mensupport TCP/IP protokol. Dua hal penting yang ada dalam FTP adalah FTP server dan FTP Client. FTP server menjalankan software yang digunakan untuk tukar menukar file, yang selalu siap memberian layanan FTP apabila mendapat request dari FTP client. FTP client adalah komputer yang merequest koneksi ke FTP server untuk tujuan tukar menukar file (mengupload atau mendownload file).
Tujuan FTP server adalah sebagai berikut:
1. Untuk men-sharing data.
2. Untuk menyediakan indirect atau implicit remote computer.
3. Untuk menyediakan teempat penyimpanan bagi user.
4. Untuk menyediakan transfer data yang reliable dan efisien.
FTP sebenarnya cara yang tidak aman untuk mentransfer file karena file tersebut ditransfer tanpa melalui enkripsi terlebih dahulu tetapi melalui clear text. Mode text yang dipakai untuk transfer data adalah format ASCII atau format Binary. Secara default, ftp menggunakan mode ASCII untuk transfer data. Karena pengirimannya tanpa enkripsi, maka username, password, data yang ditransfer, maupun perintah yang dikirim dapat di sniffing oleh orang dengan menggunakan protocol analyzer (Sniffer). Solusi yang digunakan adalah dengan menggunakan SFTP (SSH FTP) yaitu FTP yang berbasis pada SSH atau menggunakan FTPS (FTP over SSL) sehingga data yang dikirim terlebih dahulu dienkripsi (dikodekan).
FTP biasanya menggunakan dua buah port yaitu port 20 dan 21 dan berjalan exclusively melalui TCP. FTP server Listen pada port 21 untuk incoming connection dari FTP client. Biasanya port 21 untuk command port dan port 20 untuk data port. Pada FTP server, terdapat 2 mode koneksi yaitu aktif mode dan pasif mode.
untuk penggunaan ftp itu kita bisa download sendiri softwarenya atau langsung saja melalui comment. biasanya aplikasi yang saya pake untuk upload dan download adalah WsFtp_LE, kenapa saya menggunakan aplikasi itu karena aplikasi itu cukup simpel dan ringan buat di gunakan. jadi walaupun kita punya komputer yang minimum tapi kita akan ringan untuk menjalankannya.SNMP (Simple Network Management Protocol) merupakan protokol standard industri yang digunakan untuk memonitor dan mengelola berbagai perangkat di jaringan Internet meliputi hub, router, switch, workstation dan sistem manajemen jaringan secara jarak jauh (remote).
3. DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol)
Adalah protokol yang berbasis arsitektur client/server yang dipakai untuk memudahkan pengalokasian alamat IP dalam suatu jaringan. Intinya dengan adanya DHCP maka akan mampu mengurangi pekerjaan dalam mengadministrasi suatu jaringan komputer berbasis IP yang besar.
4. Domain Name System (DNS)
Adalah distribute database system yang digunakan untuk pencarian nama komputer (name resolution) di jaringan yang mengunakan TCP/IP. DNS biasa digunakan pada aplikasi yang terhubung ke Internet seperti web browser atau e-mail, dimana DNS membantu memetakan host name sebuah komputer ke IP address. Selain digunakan di Internet, DNS juga dapat di implementasikan ke private network atau intranet dimana DNS memiliki keunggulan seperti:
1. Mudah, DNS sangat mudah karena user tidak lagi direpotkan untuk mengingat IP address sebuah komputer cukup host name (nama Komputer).
2. Konsisten, IP address sebuah komputer bisa berubah tapi host name tidak berubah.
3. Simple, user hanya menggunakan satu nama domain untuk mencari baik di Internet maupun di Intranet.
5. HTTP (Hypertext Transfer Protocol http)
Adalah protokol yang dipergunakan untuk mentransfer dokumen dalam World Wide Webweb browser, biasanya memulai permintaan dengan membuat hubungan TCP/IP ke port tertentu di tuan rumah yang jauh (biasanya port 80). Sebuah server HTTP yang mendengarkan di port tersebut menunggu client mengirim kode permintaan (request), seperti "GET / HTTP/1.1" (yang akan meminta halaman yang sudah ditentukan), diikuti dengan pesan MIME yang memiliki beberapa informasi kode kepala yang menjelaskan aspek dari permintaan tersebut, diikut dengan badan dari data tertentu. Beberapa kepala (header) juga bebas ditulis atau tidak, sementara lainnya (seperti tuan rumah) diperlukan oleh protokol HTTP/1.1. Begitu menerima kode permintaan (dan pesan, bila ada), server200 OK", dan sebuah pesan yang diminta, atau sebuah pesan error atau pesan lainnya. (WWW). Protokol ini adalah protokol ringan, tidak berstatus dan generik yang dapat dipergunakan berbagai macam tipe dokumen. HTTP adalah sebuah protokol meminta/menjawab antara client dan server. Sebuh client HTTP seperti mengirim kembali kode jawaban, seperti.
6. Simple Mail Transfer Protocol (SMTP)
Adalah suatu protokol yang digunakan untuk mengirimkan pesan e-mail antar server, yang bisa dianalogikan sebagai kantor pos. Ketika kita mengirim sebuah e-mail, komputer kita akan mengarahkan e-mail tersebut ke sebuah SMTP server, untuk diteruskan ke mail-server tujuan.
Mail-server tujuan ini bisa dianalogikan sebagai kotak pos di pagar depan rumah kita, atau kotak PO BOX di kantor pos. Email-email yang terkirim akan berada di tempat tersebut hingga si pemiliknya mengambilnya. Urusan pengambilan e-mail tersebut tergantung kapan di penerima memeriksa account e-mailnya.
7. Simple Network Management Protocol (SNMP)
Adalah protokol yang dapat digunakan untuk melakukan manajemen jaringan. SNMP memungkinkan kita untuk mengelola node jaringan seperti server, workstation, router, bridge, dan hub dari host sentral. SNMP dapat dipakai untuk mengonfigurasi device yang jauh, memantau unjuk kerja jaringan, mendeteksi kesalahan jaringan atau akses yang tidak cocok, dan mengaudit pemakaian jaringan.
8. Network File System (NFS)
Adalah sebuah kumpulan protokol yang digunakan untuk mengakses beberapa sistem berkas melalui jaringan. Network File System (NFS) merupakan sebuah protokol yang dikembangkan oleh Sun Microsystem pada tahun 1984 dan NFS didefinisikan dalam RFC 1094, 1813 dan 3530 sebagai “DFS” yang mengijinkan sebuah komputer untuk mengakses file melalui network seperti akses file di disk local. NFS merupakan protokol yang sangat mendukung dalam pengaplikasian suatu file system yang terdistribusi.
9. SMTP (Simple Mail Transfer Protocol)
SMTP merupakan salah satu protokol yang umum digunakan untuk pengiriman surat elektronik di Internet. Protokol ini dipergunakan untuk mengirimkan data dari komputer pengirim surat elektronik ke server surat elektronik penerima.
10. SNMP (Simple Network Management Protocol)
SNMP merupakan protokol standard industri yang digunakan untuk memonitor dan mengelola berbagai perangkat di jaringan Internet meliputi hub, router, switch, workstation dan sistem manajemen jaringan secara jarak jauh (remote).
Header
1. Pengertian Header
Perkataan "header" memiliki beberapa arti, tergantung bidang komputasi adalah istilah yang digunakan dalam commonality in One adalah definisi yang merujuk kepada kepala informasi di awal file atau dokumen. Header berisi informasi yang menentukan nada untuk sisa dokumen. Pengertian lainnya "Header" adalah istilah dengan banyak definisi dalam bidang pemrograman komputer, jaringan, email, pengolah kata dan pemrograman HTML.
2. Jenis Informasi pada Header
Dalam pemrograman komputer, header adalah paket informasi yang sebelum data objek. Bila kepala yang dirujuk dalam jaringan ini adalah data yang berisi informasi tentang file tertentu atau transmisi data. Dalam email, header adalah bagian pertama dari email yang meliputi asal alamat email, alamat email tujuan, subjek, dan prioritas penyampaian informasi jalur khusus. Header dalam pengolah kata adalah salah satu atau beberapa baris teks yang muncul di bagian atas dokumen. Judul dapat ditentukan oleh dokumen pencipta, atau dalam beberapa program pengolah kata, kepala dimasukkan secara otomatis seperti halaman nomor atau tanggal. J header di pemrograman HTML merujuk pada bagian atas dokumen HTML. Ini bagian dari halaman web dalam kode menjelaskan apa yang akan ditemukan di bagian dokumen. Sebagian besar informasi kode pemrograman dan tidak terlihat kecuali melihat kode sumber HTML. Satu-satunya elemen header yang terlihat di halaman web adalah judul.
3. Fungsi Header
Fungsi semua jenis header bervariasi tergantung pada bidang komputasi yang sedang disebut in Dalam pemrograman komputer, header file yang juga disebut sebagai sebuah file. File ini biasanya adalah kode sumber yang menggunakan compiler ketika memproses berkas sumber sekunder. Dalam jaringan, header berkomunikasi ke router untuk menentukan rute terbaik untuk data yang melakukan perjalanan. Header dalam email berkomunikasi dengan email server dan menentukan jalur email yang akan melakukan perjalanan. Dalam kata, judul memberikan pembaca dokumen tanda tempat untuk mengetahui apa dokumen dia melihat dan halaman. Judul dalam HTML adalah kode sumber yang penulis menggunakan untuk menyatakan informasi tentang dokumen seperti deskripsi, judul dan kata kunci.
4. Manfaat
Header memberikan informasi awal atau data yang berguna untuk kategorisasi atau transmisi tujuan.
Untuk menangkap paket jaringan menggunakan Wireshark, terlebih dahulu harus diperhatikan dengan cermat posisi peletakkan wireshark dalam jaringan, seperti contoh pada artikel sebelumnya. Peletakkan wireshark yang tidak tepat akan menyebabkan tidak adanya paket yang ditangkap.
Untuk mulai melakukan penangkapan paket, tinggal click pada button seperti di bawah ini,

Setelah itu akan muncul dialog box seperti di bawah ini. Pastikan interface mana yang akan kita pakai untuk menangkap paket. Seperti pada sebuah notebook yang saya pakai, selalu ada minimal 2 interface, yaitu LAN dan Wireless LAN.

Untuk memulai penangkapan paket, tinggal kita click pada tombol Start di interface yang kita pilih.
Setelah itu maka akan ditampilkan layar scrolling yang berisikan paket-paket yang kita tangkap. Untuk selesai menangkap paket, maka tinggal klik pada tombol yang ditunjukkan oleh panah berikut.

Ada banyak options yang menarik untuk dipelajari pada Capture Options seperti terlihat pada dialog box berikut ini :

Pada jaringan yang sibuk, terkadang kita hanya ingin menangkap sebagian dari paket saja ( tidak full packet ), misalnya hanya 64 bytes pertama saja. Biasanya hal tersebut dilakukan agar file capture tidak menjadi besar, namun sudah cukup informatif karena TCP/IP header sudah terlihat di 64 bytes paket.

Untuk melakukan hal tersebut, pakailah option “Limit each packet to” dan isi dengan 64 bytes.
Pada saat kita akan melakukan capture packet penuh, maka size hard disk yang dibutuhkan tentunya akan sangat besar. Secara teori, apabila kita pada kecepatan 100Mbps ( atau 12.5MByte/s ), maka untuk utilisasi jaringan 50% saja, maka tiap detik akan merekam 6.25MByte. Maka untuk 1 menit butuh lebih dari 300 Mbytes.
Melakukan analisa paket dengan file size yang sangat besar akan sangat sulit karena butuh processor dan memory yang cepat. Oleh karena nya, Wireshark menyediakan sarana-sarana untuk meng-split file hasil capture secara otomatis, pada bagian Capture File(s) berikut. Klik dahulu “Use multiple files” untuk mengaktifkan opsi-opsi berikutnya :

Apabila kita ingin memisah setiap hasil tangkapan berdasarkan ukuran, maka kita klik “Next file every” dan diisi ukuran file, misalnya 20Megabytes. Apabila ingin memisah berdasar waktu, kita klik “Next file every” dan isikan berapa menit. Apabila kedua opsi ini dipilih bersamaan, maka capture file akan terpisah dengan kondisi yang terpenuhi dahulu ( bisa berdasarkan file size, atau berdasarkan waktu ).
“Ring buffer” menyediakan opsi yang menarik. Ring buffer menggunakan system First In First Out. Apabila kita isi dengan 5 files, maka akan tercipta ‘hanya’ 5 capture file saja. Jika capture file ke-6 terbentuk, maka capture file yang paling kuno ( nomor 1 ) akan dihapus. Dengan demikian, kita bisa memperhitungkan berapa maksimum size hard disk yang akan kita pakai dalam mengcapture.
Sebagai contoh, apabila kita menyisakan 1 Gigabyte hard disk, kita bisa mengsplit dengan 20 file dengan ukuran maksimum 50 Mega Byte menggunakan “Next file every 50MByte” dan “Ring buffer 20 files”.
Stop Capture, juga bisa dipilih untuk memberhentikan capture, dengan kondisi-kondisi seperti terlihat pada option yang ada.
Setelah kita selesai menangkap paket, semua urutan paket dapat dibuka langsung dengan File>File Set>List Files :

Option berikut berhubungan dengan kecepatan graphical user interface dari Wireshark sendiri. Dari kalimatnya sudah bisa ditebak arti dari option tersebut.

Apabila kita melakukan penangkapan paket dalam jumlah besar dan waktu lama, lebih baik kita mematikan option Update list of packets dan Automatic scrolling, karena sudah pasti kita tidak akan mengamati paket secara langsung di depan computer.
Pada saat menangkap paket, apabila kita tidak menginginkan komputer kita sebagai wireshark ikut ‘tertangkap’ paket nya, cara yang paling mudah adalah dengan mengisi capture filter. Tentang filter akan dibahas lebih lanjut di artikel lain, atau tentunya di dalam wireshark documentation, namun paling sederhana adalah sebuah filter yang berisi :

Contoh di atas, 00:1c:bf:6c:28:9a merupakan MAC address dari notebook penulis.
Setelah mengerti sekilas proses penangkapan paket, langkah selanjutnya adalah membaca paket-paketnya. Dan ini yang membutuhkan kesabaran serta pengetahuan-pengetahuan yang lebih luas.
Dengan membaca artikel singkat ini, diharapkan kita dapat semakin mengenal wireshark dan lebih penting lagi… kita mulai mengenal paket-paket yang lewat dalam jaringan.
Elemen Komunikasi
Ada 3 macam :
· Pesan sumber atau pengirim
Elemen Komunikasi
Ada 3 macam :
· Pesan sumber atau pengirim
· saluran
terdiri dari media yang menyediakan jalur di mana pesan dapat melakukan perjalanan dari sumber ke tujuan
Komponen Jaringan
· Jaringan menggunakan perangkat, media dan layanan
· Hardware atau unsur-unsur fisik
· Software yang berjalan pada perangkat jaringan
layanan seperti aplikasi dan proses yang menyediakan fungsional untuk mengarahkan dan memindahkan pesan melalui jaringan
Perangkat perantara (Intermediary Devices)
· Menyediakan konektivitas dan menjamin arus data di seluruh jaringan
· Menghubungkan host individu untuk jaringan dan dapat menghubungkan jaringan beberapa individu untuk membentuk suatu internetwork
· alamat host tujuan untuk menentukan jalan mengambil pesan melalui jaringan
Intermediary Device Processes
Meregenerasi dan mengirimkan sinyal data
Memelihara informasi tentang jalur atau rute yang ada melalui jaringan dan internetwork
Mengizinkan atau menolak aliran data berdasarkan pengaturan keamanan
LAN dan WAN
LAN (Local Area Network)
Sebuah LAN biasanya mencakup wilayah geografis yang kecil, menyediakan layanan dan aplikasi untuk orang-orang dalam struktur organisasi umum, seperti bangunan biasanya diberikan oleh satu organisasi.
WAN (Wide Area Network)
Penyedia layanan telekomunikasi (TSP) jaringan yang digunakan untuk interkoneksi organisasi LAN yang terletak secara geografis. WAN menggunakan perangkat jaringan khusus yang dirancang untuk membuat interkoneksi antara LAN.
Peran Protokol
· Format atau struktur pesan, banyak data untuk dimasukkan ke setiap segmen
· Proses di mana perangkat perantara berbagi informasi tentang jalur ke tujuan
· Metode untuk menangani kesalahan dan pesan sistem antara perangkat perantara
Proses Pengiriman
· Lapisan Aplikasi memulai proses dengan mengirimkan data ke lapisan Transport
· Data Aplikasi ini dibagi menjadi segmen-segmen TCP dan segmen masing-masing diberi label, yang disebut header
· Segmen TCP yang dikirim ke lapisan internet dan dikemas dalam sebuah paket IP, yang menambahkan header IP
Membandingkan OSI dan TCP / IP
· Fungsi dari lapisan Aplikasi, Presentasi dan Sesi dari model OSI digabungkan menjadi satu lapisan aplikasi dalam model TCP / IP
· Data Link dan lapisan fisik dari model OSI menggabungkan untuk membuat lapisan Jaringan Akses model TCP / IP
· Persamaan utama antara dua model terjadi pada lapisan 3 dan 4 dari model OSI
Copyright © 2009 by Universitas Sriwijaya | RSS Feed
Powered by: SriwijayaCMS
- The Power of CodeIgniter
- The First CodeIgniter CMS of Indonesian Institutions