Pemeliharaan Hardware LAN dengan metode Preventive Maintenance

Kategori: Welcome
Diposting oleh AdheRefftill pada Kamis, 12 Mei 2011
[813 Dibaca] [1 Komentar]Post to TwitterPost to Facebook


 

 

 Pemeliharaan Jaringan dengan metode Preventive Maintenance

 

 

 

1Pengertian preventive maintenance (PM)

 

 

Preventative maintenance adalah kegiatan yang terjadwal secara teratur untuk melakukan repair pada komponen dan equipment. Terdiri dari inspeksi yang terjadual, cleaning, lubrication, penggantian spare part, dan perbaikan komponen. Preventative maintenance merupakan tindakan perawatan berbasis waktu sesuai jadual yang ada.  Pada umumnya acuan yang digunakan adalah manual yang dikeluarkan oleh pihak pabrikan dan sejalan berjalannya waktu kemudian digabungkan dengan maintenance history yang ada untuk melakukan improvement kegiatan PM.

 

Tujuan dari kegiatan Preventive maintenance ini sebenarnya adalah untuk mencapai maintanance mix dengan low cost producer. Jadi dalam perkembangannya, PM ini tidak lagi konservatif hanya pekerjaan rutin (scheduled) tetapi PM adalah benar-benar aktifitas maintenance untuk mencegah (prevent) terjadi nya kerusakan mesin. Komponennya adalah aktifitas rutin (scheduled and planned) dan juga termasuk didalamnya PdM


 

2. Faktor-faktor yang harus di Perhatikan Perawatanya

 

 

 

1.      Kabel

 

 

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalm menginstalasi kabel UTP, daftar ini tidak disusun dalam urutan tertentu dan tidak disusun berdasarkan urutan pentingnya, sebelum memulai instalasi kabel UTP, identifikasi dulu standard kabel yang diperlukan pilih salah satu type, T-568A atau T-568B, kedua kabel ini mempunyai karakteristik yang hamper sama namun berbeda susunan pin dan penggunaanya.

 

Berikut hal yang harus diperhatikan dalam perawatan kabel jaringan.

 

1.      Jangan campur type kabel T-568A dan T-568B dalam proyek atau jaringan yang sama.

 

2.      Jangan menekuk, menghimpit atau menggulung kabel UTP dengan paksa.

 

3.      Ikuti aturan spesifikasi radius minimal (Perhitungan)  penggulungan kabel dari produsen.

 

4.      Selalu rawat kabel dan konektor dengan baik.

 

5.      Selalu gunakan perangkat yang tepat dan berkualitas saat melakukan krimping kabel-kabel UTP.

 

6.      Selalu jaga pasangan kawat tetap terpelintir dengan baik sedekat mungkin dengan ujung blok, jack, atau konektor.

 

7.      Jangan gunakan kabel, blok, atau konektor yang lebih rendah dari kualitas yang di syaratkan oleh sistem.

 

8.      Jangan menempatkan kabel UTP dekat kabel power, lampu neon, atau sumber gangguan listrik.

 

9.      Selalu gunakan Topologi Star dengan mendesain masing-masing titik akhir terhubung kembali ke titik pusat, blok, switch, router atau lainya.

 

10.  jangan pernah membuat “daisy-chain” atau Teknik menghubungkan peralatan tambahan secara seri ke sebuah komputer. dengan menghubungkan kabel UTP lebih dari satu titik akhir dalam satu kabel.

 

11.  jangan menarik kabel UTP dengan menggunakan kekerasan, lepas dengan tepat konektor/jack sebelum melepas kabel dari switch, blok atau slot konektor.

 

 

 

1.1. Jenis Kabel Type T568A dan T568B

 

 

Sebagai aturan umum, T568A dan T568B tidak boleh dikombinasikan atau dipertukarkan. Menjaga dalam pikiran bahwa T568B adalah format yang lebih disukai untuk jaringan baru di ulang (secara teknis) dan bebas untuk memilih skema kabel untuk kasus-kasus di mana jaringan baru sedang dibangun dari bawah ke atas. Tetapi ketika infrastruktur jaringan yang ada sedang diperluas, sangat penting untuk mengetahui (baik melalui catatan atau pengujian kabel) yang kabel skematis pada awalnya digunakan, dan melanjutkan di dalam standar tersebut.

 

 

Persamaan dan Perbedaan antara Kabel T568A dan Kabel T568B

 

 

 

Persamaannya :

 

 

Kabel T568A dan T568B adalah bahwa mereka berdua sama-sama menyediakan skema kabel untuk mengakhiri tembaga twisted-pair kabel jaringan (kabel CAT) untuk jack RJ45 8-posisi dan konektor. mengacu pada fakta bahwa transmisi data RJ45 membutuhkan 8 konduktor, yang disediakan oleh 4 pasang kawat memutar ditemukan dalam jaringan kabel tembaga berbasis kita hanya disebutkan. Pasangan dalam jenis kabel didasarkan pada empat warna (biru, oranye, hijau dan coklat), dengan masing-masing pasangan terdiri dari kawat padat berwarna twisted bersama dengan yang lain. Tetapi garis-garis dengan putih ketika dipilin, hasil 4 pasang di 8 kabel individu: satu untuk masing-masing pin dari jack atau colokannya.

 

 

Perbedaannya :

 

Perbedaan antara Kabel T568A dan Kabel T568B adalah bahwa posisi pin untuk pasangan hijau dan oranye telah diaktifkan. Tetapi selain dari pembalikan warna, ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kompatibilitas pilihan Anda skema kabel RJ45. Meskipun kompatibel dengan kedua pasangan satu-dan dua pasangan USOC skema kabel, T568A sebagian besar telah digantikan oleh T568B. Kabel yang paling banyak dipilih adalah kabel yang cocok dengan skema AT & TA, tetapi pada saat yang sama untuk mengakomodasi kebutuhan saat ini dan masa depan. Selain itu, T568B menawarkan kompatibilitas dengan USOC, meskipun hanya untuk satu pasangan.

Perbedaan Antara Kabel Straight dan Kabel Cross

 

Untuk menghubungkan dua buah komputer atau menghubungkan dua buah HUB/Switch dengan kabel UTP, dapat menggunakan kabel crossover. Jika mau menghubungkan komputer ke HUB/Switch, gunakan kabel straight.
Dalam pengkabelan straight dan cross,

 

 

a.  Kabel Straight 

 

Kabel straight adalah istilah untuk kabel yang menggunakan standar yang sama pada kedua ujung kabelnya, bisa EIA/TIA 568A atau EIA/TIA 568B pada kedua ujung kabel. Sederhananya, urutan warna pada kedua ujung kabel sama. Pada kabel straight, pin 1 di salah satu ujung kabel terhubung ke pin 1 pada ujung lainnya, pin 2 terhubung ke pin 2 di ujung lainnya, dan seterusnya.

           
Jadi, ketika PC mengirim data pada pin 1 dan 2 lewat kabel straight ke Switch, Switch menerima data pada pin 1 dan 2. Nah, karena pin 1 dan 2 pada switch tidak akan digunakan untuk mengirim data sebagaimana halnya pin 1 dan 2 pada PC, maka Switch menggunakan pin 3 dan 6 untuk mengirim data ke PC, karena PC menerima data pada pin 3 dan 6.

 

 

 

b. Penggunaan Kabel Straight :
*.  Menghubungkan komputer ke port biasa di Switch.
*.  Menghubungkan komputer ke port LAN modem cable/DSL.
*.  Menghubungkan port WAN router ke port LAN modem cable/DSL.
*.  Menghubungkan port LAN router ke port uplink di Switch.
*.  Menghubungkan 2 HUB/Switch dengan salah satu HUB/Switch menggunakan port uplink dan yang lainnya menggunakan port biasa
 

 

               c.  Kabel crossover

 

 

            Kabel crossover menggunakan EIA/TIA 568A pada salah satu ujung kabelnya dan EIA/TIA 568B pada ujung kabel lainnya.Untuk mengenali sebuah kabel apakah crossover ataupun straight adalah dengan hanya melihat salah satu ujung kabel. Jika urutan warna kabel pada pin 1 adalah Putih Hijau, maka kabel tersebut adalah kabel crossover, padahal jika ujung yang satunya lagi juga memiliki urutan warna yang sama yaitu Putih Hijau sebagai pin 1, maka kabel tersebut adalah kabel Straight. Tapi untungnya, kebanyakan kabel menggunakan standar EIA/TIA 568B pada kedua ujung kabelnya. 

 

d.  Penggunaan kabel crossover :

*.   Menghubungkan 2 buah komputer secara langsung
*.   Menghubungkan 2 buah HUB/Switch menggunakan port biasa diantara        

 

 

keduaHUB/Switch.
*.   Menghubungkan komputer ke port uplink Switch
*.   Menghubungkan port LAN router ke port biasa di HUB/Switch


 1.4. Port biasa VS Port uplink

 

 

Untuk menghubungkan dua buah HUB/Switch atau menghubungkan dua buah komputer secara langsung dibutuhkan kabel crossover. Tapi jika HUB/Switch atau Network Interface Card (NIC) atau peralatan network lainnya menyediakan Uplinkport atau MDI/MDI-X anda bisa menggunakan kabel straight untuk menghubungkan ke port biasa di HUB/Switch atau Network Interface Card atau peralatan network lainnya.[22]

  1. Modem

 

Perangkat modem/router yang terdiri dari berbagai komponen elektronik aktif, sangat rentan terhadap suhu panas dan guncangan. Agar modem bisa bertahan lama dan terhindar dari masalah tersebut, maka penting sekali diperhatikan masalah penempatannya di dalam ruangan. Berikut beberapa tipsnya.

  • Beberapa tipe modem/router akan hang di dalam kondisi panas. Maka sebaiknya diletakkan pada ruangan bersuhu 16 – 21 derajat Celsius.
  • Untuk mencegah panas yang berlebihan, disarankan pula tidak menumpuk perangkat modem/router dengan perangkat lainnya yang juga berpotensi mengeluarkan hawa panas, misalnya di atas monitor, CPU komputer atau server.
  • Kabel data atau kabel telepon untuk modem sebaiknya jangan disatukan jalurnya dengan kabel power/listrik karena berpotensi mengakibatkan interferensi (impulse) yang dapat menyebabkan gangguan.
  • Jalur kabel power listrik, kabel data dan phone box telepon yang terhubung ke modem ataupun dari modem ke perangkat DTE (Data Terminal Equipment) yang menentukan komunikasi antar dua jenis pertalatan.
  • Untuk modem yang menggunakan line telepon sebagai media akses Modem DOV ( Data Over Voice), sebaiknya line telepon tidak di-paralel sebelum masuk ke perangkat modem tersebut untuk menghindari ketidakstabilan tegangan tinggi dan tegangan arus pendek (line Up-Down).
  • Catuan power/listrik untuk modem/router sebaiknya menggunakan catuan yang memiliki grounding sehingga bila ada petir atau tegangan kejut, dapat dialihkan ke ground tersebut agar modem/router tidak hang atau rusak.[15]
  1. Server

Preventive maintenance server adalah melakukan perawatan server yang meliputi perawatan hardware dan software

secara berkesinambungan, untuk meminimalisasi terjadinya insiden yang seharusnya bisa diantisipasi sejak awal. Bagi perusahaan yang sudah menggunakan teknologi sebagai tool untuk bersaing, sangat disarankan untuk melakukan maintenance server secara berkala.

  1. Switch

 

 

Switch merupakan terminal atau pembagi signal data bagi kartu jaringan (Network Card). Jika Hub mengalami kerusakan berarti seluruh jaringan juga tidak dapat berfungsi untuk berkomunikasi antar workstation atau komputer workstation dengan server. Apabila terjadi kerusakan pada Hub dapat dilihat pada lampu indikator power dan lampu indikator untuk masing masing workstation. Apabila lampu indikator power Hub/switch mati berarti kemungkinan besar Hub tersebut rusak. Jika ada lampu indikator workstation yang tidak menyala menyatakan bahwa komputer workstation sedang tidak aktif (tidak hidup) atau ada gangguan pada komputer workstation tersebut.

 

 

Mengecek Status Switch dari LED

 

Kebanyakan Switch Cisco Catalyst memiliki beberapa LED, termasuk LED untuk setiap interface fisiknya. Gambar dibawah menunjukkan bagian depan dari switch 2960 dengan 5 LED disebelah kiri dan satu LED untuk setiap interfacenya, juga tombol mode.

 

 

 

2-led1

 

Gambar 4.0 Switch[17]

 

 

* Perhatikan SYST LED. LED ini menunjukkan status umum dari switch :

  • Mati: Switch dalam kondisi mati.
  • Nyala (hijau) : Switch nyala dan siap beroperasi (Cisco IOS sudah ter-load).
  • Nyala (kuning/amber): Proses POST Switch gagal dan Cisco IOS tidak ter-load.

 

*. Pada LED STAT (status), setiap port LED menunjukkan informasi mengenai port yang bersesuaian sebagai berikut:

  • Mati: Link (koneksi antara device/komputer dengan switch pada port tersebut) tidak bekerja.
  • Hijau muda: Link bekerja tapi tidak ada traffic/ tidak ada frame yang lewat/tidak ada transfer data pada link tersebut.
  • Hijau kedip-kedip: Link bekerja dan ada transfer data yang melalui interface tersebut.
  • Kuning kedip-kedip: Interface dapat berjalan secara normal namun dalam keadaan di-disable oleh administrator.

  1. Acces Point 

 

Acces Point atau Jaringan Wireless memang cukup mudah untuk di setup, unggul dalam hal mobilitas dan kenyamanan. Namun, karena wireless menggunakan radio atau gelombang, maka akan mudah untuk di-hack daripada wireline network tentunya.

 

Saat ini perkembangan teknologi wifi sangat signifikan sejalan dengan kebutuhan sistem informasi yang mobile. Banyak penyedia jasa wireless seperti hotspot komersil, ISP, Warnet, kampus-kampus maupun perkantoran sudah mulai memanfaatkan wifi pada jaringan masing-masing, tetapi sangat sedikit yang memperhatikan keamanan komunikasi data pada jaringan wireless tersebut. Hal ini tentu membuat para hacker menjadi tertarik untuk mengexplore kemampuannya untuk melakukan berbagai aktifitas yang biasanya ilegal menggunakan wifi. 

 

Contoh, Ada dua buah perangkat wireless, satu buah jenis wireless Access Point (AP) dan sebuah lagi Wireless Cable/DSL Router. Kedua perangkat ini sudah lama tidak difungsikan secara optimal, langsung saja timbul rasa penasaran untuk melakukan konfigurasi AP. Model dan merk perangkat wireless tidak disebutkan, karena tidak dapat fee dari vendor dan memungkinkan exploitasi menjadi lebih mudah oleh pengakses ilegal yang ada di area sekitar kantor. Konfigurasi pertama dilakukan terhadap AP, ada passwordnya, password default telah berganti, tidak perlu bertanya ke konfigurator sebelumnya, cari cara untuk melakukan reset ke default factory setting di google.com, dapat beberapa informasi dari forum/milis, setelah dicoba akhirnya konfigurasi AP kembali ke setting awal.[20]

 

 

Interface untuk mengatur setting AP dilakukan dengan memasukkan alamat IP perangkat AP melalui browser, beberapa konfigurasi dilakukan, diantaranya dengan:

 

  1. Mengatur supaya AP dapat berfungsi sebagai DHCP server
  2. Mencoba fitur Wired Equivalent Privacy (WEP) dan Wi-Fi Protected Access (WPA)
  3. Mengatur akses berdasarkan MAC Address device pengakses

 

Beberapa konfigurasi yang dibuat tidak bekerja dengan baik, misalnya meski DHCP server telah diatur, AP tidak memberikan IP sesuai dengan alokasi yang ditentukan.


 

Upgade Firmware 

 

Biasanya perangkat yang mempunyai firmware semacam AP akan menyediakan upgrade firmware untuk melakukan perbaikan, bahkan dengan upgrade firmware akan ada fungsi tambahan atau baru. Langsung saja cari firmware terbaru untuk AP di website vendor. Ternyata sudah ada beberapa release terhadap firmware lama yang ada di AP, download firmware versi terakhir. Firmware yang di download berbentuk file executable, jalankan file tersebut akan melakukan decompress dan menghasilkan file README dan firmware update. 

 

Proses upgrade dapat dilakukan secara mudah, yaitu langsung dilakukan melalui browser, masukkan file firmware update, kemudian klik submit, dalam waktu kurang dari satu menit proses upgrade selesai dan firmware baru langsung terpasang. Reset ke default factory setting dilakukan sesuai rekomendasi Vendor yang ada di file README. Upgrade firmware memberikan hasil yang sangat memuaskan, yaitu DHCP server dapat berfungsi dengan baik dan tersedianya fasilitas tambahan/baru yaitu perangkat wireless sekarang fungsinya menjadi tiga jenis:

 

  1. Access Point (fungsi default)
  2. Client Bridge Mode

       3. Repeater Mode

 

 

 

AP dan Komputer Server Saat ini AP telah berfungsi dengan baik dan benar, selanjutnya ada keinginan untuk menyiapkan sebuah komputer untuk dijadikan sebuah server yang akan menyediakan fungsi untuk:

 

  1. Pengelolaan user
  2. Pengelolaan akses
  3. Proxy dan Firewall
  4. Pengelolaan authentifikasi
  5. Mencatat log/history akses
  6. Menyediakan fitur billing


  1. Personal Computer

 

            Metode Preventive Maintenance Komputer

 

Rata-rata pengguna komputer tidak pernah melakukan tindakan preventive maintenance sampai terjadinya kerusakan yang cukup parah di aksesoris komputer dan lainnya. Setelah terjadi kerusakan, perbaikan dapat menjadi sangat mahal dan mengorbankan banyak waktu. Kabar baiknya adalah pengguna komputer dapat melakukan tindakan pencegahan dengan melakukan tindakan preventive maintenance untuk meminimalisasi terjadinya kerusakan dalam jangka panjang.

 

 

 

Mengapa Komputer bisa rusak ?

 

Komputer rusak bisa disebabkan oleh :

 

  • faktor manusia Menumpahkan cairan ke dalam komputer, menjatuhkan hard disk, salah konfigurasi software atau salah upgrade.
  • faktor lingkungan Debu, panas, elektromagnetik, virus, voltase naik turun, dsb.

  • kombinasi dari keduanya

 

 

 

Tips bagaimana melakukan preventive maintenance komputer untuk meningkatkan masa hidup komponen komputer :

 

 

 

Standar Operasional

 

  • Jangan letakkan PC secara langsung di dekat sumber pemanasan atau pendinginan, seperti pemanasan ventilasi atau pendingin udara. Baik panas dan dingin yang berlebihan bisa merusak PC. Ini termasuk menempatkan PC di jalur sinar matahari langsung atau dibawah AC.
  • Produsen sering merekomendasikan bahwa PC harus dalam lingkungan kelembaban tertentu, tapi sekali lagi PC seharusnya tidak diposisikan langsung ditiup dari udara dingin dari AC karena dapat meyebabkan kenaikan listrik statis.
  • Jaga udara PC ventilasi dan kipas terbebas dari debu.
  • Jangan merokok di sekitar PC. Asap rokok dapat merusak komponen logam.
  • Jangan letakkan PC dekat sumber air karena air bisa  menetes ke dalam komputer. Ini termasuk jendela yang terbuka melalui hujan bisa datang dan juga di bawah tanaman karena dapat menitikkan air ke dalam komputer.
  • Jangan hubungkan sumber daya langsung ke sumber listrik tanpa menggunakan UPS karena lonjakan listrik naik dan turun dapat merusak hard disk dan menghapus data.


 

 

              Sistem Operasi & Pemeliharaan Data

 

  • Selalu memastikan bahwa Anda telah men-download dan menginstal patch terbaru dan update layanan untuk sistem operasi Anda, terutama pada PC berbasis Windows. Pembaruan ini akan memperbaiki bug dan eksploitasi keamanan.
  • Jangan menyimpan data file dalam direktori yang sama yang Anda menyimpan perangkat lunak. Hal ini akan menghilangkan kemungkinan sengaja menghapus atau menimpa file perangkat lunak.
  • Simpan satu set dari rescue disk cadangan untuk sistem operasi.
  • Menyimpan catatan menyeluruh tentang pengaturan default, setiap perubahan yang dibuat dalam CMOS setup, harus dicatat untuk keperluan dokumentasi.
  • Simpanlah salinan cadangan dari semua data penting pada suatu media yang dapat dipindahkan (removable) karena hard disk suatu saat bisa rusak. Buatlah candagan lebih dari satu medium dapat menhindari stres dan sakit kepala.
  • Jika memungkinkan, gunakan hard disk sekunder dalam sistem anda untuk menyimpan file. Drive utama Anda, yang lebih sering diakses, memiliki resiko kerusakan yang lebih tinggi dibandingkan hard disk sekunder.
  • ketika Anda menambahkan dan menghapus perangkat lunak, komponen dan lainnya, Akan menyebabkan penumpukan di sistem registry , yang dapat mengakibatkan kinerja komputer menjadi lambat. Gunakan utility ccleaner untuk membersihkan system registry.

 

             Perangkat Keras & Pemeliharaan Hard Drive

 

  • Lakukan pencatatan setiap ada instalasi komponen komputer beserta prosedur untuk melakukan instalasi .
  • Windows memiliki rutin fungsi yang akan menghapus file-file sementara yang diciptakan oleh program. Hal ini dapat membebaskan ruang hard drive tambahan.
  • Defrag hard drive Anda. Komputer akan berjalan lebih baik dengan melakukan disk defrag secara rutin.
  • Jika Anda menggunakan mouse trackball pastikan untuk sering membersihkan rol dalam untuk menjaga mouse bergerak dengan lancar.
  • Bersihkan monitor CRT Anda dengan pembersih kaca dan lap standar bebas benang. Pastikan untuk menyemprot kain dengan bersih terlebih dahulu baru kemudian membersihkan monitor.
  • Memperpanjang umur monitor komputer Anda dengan menutupnya jika tidak digunakan. Pastikan untuk memperbarui driver dan software untuk kartu PCI, seperti video atau kartu suara. Dengan melakukan update driver hardware anda maka hardware akan berjalan lebih baik.

 

              Pemeliharaan Perangkat Lunak

 

  • Menyimpan salinan cadangan dari perangkat lunak asli, baik dalam bentuk CD atau DVD.
  • Berhati-hatilah dengan menginstal file sharing dan lainnya (peer-to-peer software) karena mereka menambah resiko keamanan terhadap system anda.
  • Uninstall perangkat lunak yang tidak terpakai. Menyingkirkan perangkat lunak yang tidak terpakai membebaskan sumber daya sistem tambahan dan ruang hard disk.
  • Supaya kinerja sistem tetap baik, usahakan menghindari penggunaan shareware (atau freeware) wallpaper, screensaver, dan aplikasi audio dan visual yang lain ini biasanya akan menghemat sumber daya yang ada.

 

              Perlindungan antivirus

 

  • Instal program antivirus yang secara otomatis scanning saat booting.
  • Setelah Anda memiliki program antivirus Anda harus memperbarui definisi virus harian untuk memastikan sistem anda dilindungi terhadap ancaman terbaru.
  • Jangan download file dari Internet kecuali Anda yakin sumber tidak menularkan virus kepada Anda.
  • Jangan menggunakan media penyimpanan apapun yang telah digunakan di komputer lain kecuali Anda yakin komputer lain ini bebas dari virus dan tidak akan menularkan virus pada sistem Anda.

  • Jangan buka lampiran e-mail dari orang yang Anda tidak tahu, dan jangan buka attachment file yang berakhir di EXE. Semua file yang di download harus ditelusuri oleh aplikasi anti-virus Anda sebelum Anda menjalankan atau menginstalnya.[18]

 

 

  1. Jardiknas (Jardiknas Maintenance)

 


 

Hingga saat ini, Jardiknas telah mempunyai titik koneksi hingga 1000 lebih, dengan terbagi 2 zona yang cukup aktif yaitu zona kantor dan zona perguruan tinggi. Untuk menghubungkan titik-titik koneksi tersebut, Depdiknas dengan pihak operator telah melakukan perjanjian kontrak kerja dalam kurun waktu 1 tahun. Salah satu hal yang perlu menjadi perhatian dari tiap titik di dalam Jardiknas adalah, kepedulian dari pihak pengelola setempat (penanggung jawab, koordinator, teknisi dan helpdesk) dalam menggunakan, memanfaatkan serta merawat infrastruktur Jardiknas. Berikut ini adalah beberapa hal yang terkait dengan aspek-aspek pengelolaan Jardiknas .


 

1. Pindah lokasi 

 

Pindah lokasi adalah salah satu hal yang sering muncul pada pengelolaan Jardiknas, langkah-langkah yang harus di perhatikan dalam pemindahan koneksi Jardiknas adalah dengan cara memastikan kondisi kantor yang baru sudah tersedia infrastruktur dasar (kantor permanen, satu daya yang cukup).

 

2. Pergantian media transmisi 

 

Memastikan kondisi kantor siap untuk menerima perangkat yang ada, jika media awal vsat dan beralih wireline, pastikan media wireline sudah tersedia. Jika beralih dari wireline ke vsat, pastikan disediakan tempat yang layak (luasan yang cukup untuk meletakkan disk vsat dan perangkat pendukung outdoor-nya)


3. Pergantian perangkat koneksi

 

Pergantian perangkat koneksi disini meliputi perangkat utama Jardiknas yang disuplai dari pihak operator, antara lain antena vsat, modem, router, ups.

 

Pergantian perangkat ditimbulkan karena 2 hal yaitu rusak atau hilang. Perangkat koneksi di tiap titik Jardiknas adalah milik operator, jika barang tersebut hilang atau rusak karena kesalahan penggunaan menjadi tanggung jawab pihak lokasi setempat untuk menggantinya, atau jika perangkat rusak dikarenakan force majeur (bencana alam), penggantian menjadi tanggung jawab pihak operator. Proses penggantian dikarenakan barang rusak dapat menghubungi Pustekkom atau perwakilan operator setempat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 




PDF | DOC | DOCX


Komentar:

29 Februari 2012 pukul 14:27 WIB
adi mengatakan...
artikelnya menarik dan bermanfaat.. tpi lain kali klo ada waktu, rapihkan tulisannya juga ya..hehe


Kirim Komentar Anda:

Nama Anda (wajib diisi) E-Mail (tidak dipublikasikan) http:// Website, Blog, Facebook, dll (wajib diisi)


<-- isi kode di atas (wajib diisi)

grinLOLcheesesmilewinksmirkrolleyesconfused
surprisedbig surprisetongue laughtongue rolleyetongue winkraspberryblank starelong face
ohhgrrrgulpoh ohdownerred facesickshut eye
hmmmmadangryzipperkissshockcool smilecool smirk
cool grincool hmmcool madcool cheesevampiresnakeexcaimquestion